NPP : 3271034C1019314

Pala merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi, tanaman yang memiliki nama latin (Myristica fragrans Houtt) ini membutuhkan iklim konstan pada masa pertumbuhannya. Salah satu usaha untuk meningkatkan nilai ekonomisnya adalah mengolahnya menjadi minyak Asiri, bagaimana caranya?
Bahan baku membuat minyak asiri adalah daging buah, kulit penutup biji (fuli), dan biji pala. Namun, kandungan minyak asiri lebih banyak pada fulinya. Buah terbaik adalah buah pala muda berumur tiga bulan. Pada umur tersebut, minyak asiri yang dihasilkan mencapai 15%. Agar biji pala cepat kering, buah yang dipanen dikeringkan terlebih dahulu, kemudian pisahkan biji dari daging buahnya. Pemisahan dilakukan dengan cara membelah buah. Selanjutnya, biji dicungkil agar terpisah dari daging buah. Jika masih melekat keras, rendam belahan buah hingga daging terasa lunak dan mudah dipisahkan.
Setelah terpisah, pipihkan daging buah dan hamparkan di atas penjemuran. Keringkan pula biji pala yang telah bersih dari daging buah. Pengeringan dapat dilakukan secara alami dengan bantuan sinar matahari. Jika cuaca mendung, pengeringan dapat dilakukan dengan pengovenan atau pengasapan. Suhu lingkungan hendaknya tidak melebihi 45 °C. Pada suhu tersebut, lemak buah pala akan mencair sehingga akan terbuang. Daging pala kering memiliki kadar air antara 10—12%, sedangkan biji pala 14%. Biji pala kering ditandai dengan suaranya yang gemerecak saat digoyang-goyang. Setelah kering, masukkan buah pala bersama hancuran biji pala. Masukkan bahan baku kasar tersebut dalam kain blacu dan siap untuk disuling.
Proses pembuatan minyak pala dilakukan dengan cara penyulingan. Proses penyulingan diawali dengan memasukkan air terlebih dahulu hingga batas yang diinginkan. Pada water and steam distillation, air dimasukkan hingga mendekati batas sarangan. Selanjutnya, masukkan bahan ke dalam ketel suling. Sebelum proses penyulingan dimulai, pastikan bahwa semua sambungan, lubang inlet maupun outlet telah tertutup rapat. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari kebocoran yang berakibat keluarnya semburan liar uap dan terbuangnya uap asiri.
Selanjutnya, pastikan bahwa air dalam kondensor telah tersedia dalam jumlah yang diperlukan. Ketersediaan air ini penting untuk memperlancar proses kondensasi. Setelah semua instalasi dipastikan aman dan bekerja dengan baik, nyalakan api hingga suhu dan tekanan mencapai ukuran yang diinginkan. Segera setelah air mendidih, minyak sudah dapat terlihat pada tabung pemisah. Adapun lama penyulingan mesin penggiling (disc mill) untuk memerkecil ukuran bahan. Agar seragam, hancurkan pula fuli kering dan sangat tergantung dari banyaknya bahan dan kapasitas ketel. Minyak yang keluar segera ditampung dalam wadah penampung dengan membuka keran pada tabung pemisah. Konstruksi wadah penampung hendaknya dapat menghindari penguapan yang lebih banyak, misalnya menggunakan botol dengan mulut yang kecil. Selain itu, usahakan agar suhu pada wadah penampung antara 20—25° C untuk menghindari penguapan.(sumber : pertanianku.com)
Link terkait
https://www.pertanianku.com/membuat-minyak-dari-tanaman-pala/

Asparagus mugkin terdengar asing karena sayuran ini baru tersedia di pasar modern. Asparagus termasuk anggota suku bawang-bawangan yang serumpun dengan bawang bombai, bawang putih, dan bawang merah. Sayur ini kaya protein, asam folat, niasin, glutathione, beta karoten, vitamian (E, C, A, riboflavin, thiamin, B6, dan K), mineral, serat serta sedikit kalsium oksalat dan purin.
Kandungan glutathione berkhasiat sebagai antioksidan kuat yang menangkal radikal bebas oksigen penyebab timbulnya kanker, bermanfaat untuk regenerasi sel, dapat mengobati gangguan ginjal, hipertensi, anemia, kanker prostat, flek hitam pada kulit, sakit gigi, dan luka karena tersengat lebah serta dapat mencegah sembelit, namun asparagus tidak disarankan untuk penderita batu ginjal dan asam urat karena mengandung kalsium oksalat dan purin.
Asparagus dapat diolah menjadi crispy parmesan yang merupakan olahan asparagus untuk camilan, karena teksturnya yang agak keras di luar tapi empuk di dalam, cocok dibuat menjadi “gorengan” krispi. Kemudian asparagus juga dapat di olah menjadi asparagus tofu salad bahan utamanya adalah tahu dan asparagus mentah. Salad ini memakai ressing manis-pedas ala Sichuan. Biasanya orang Tionghoa menyediakan makanan sampingan ini untuk pesta, sup asparagus yang diolah menjadi sup. Selain itu asparagus juga dapat diolah menjadi acar, pembuatan acar ini sangat pas dilakukan ketika sedang tidak musim asparagus. Jadi, walaupun sulit ditemukan tetap bisa makan asparagus yang sudah diawetkan. (dirangkum dari berbagai sumber)
Link terkait
https://bacaterus.com/cara-mengolah-asparagus/
Untuk terus meningkatkan kualitas layanannya, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) melaksanakan berbagai upaya. Salah satunya adalah dengan menggelar sosialisasi keterbukaan informasi publik pada 18 Desember 2019 di Main office PUSTAKA, Jl. Ir. Juanda No. 20 Bogor. Sosialisasi menghadirkan narasumber Tya Tirta Sari, tenaga ahli Komisi Informasi Pusat dan Wahyu Indarto perwakilan PPID Utama Kementerian Pertanian yang diikuti oleh seluruh pegawai PUSTAKA.
Pada kesempatan membuka kegiatan sosialisasi, Kepala PUSTAKA, Retno Sri Hartati Mulyandari sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi keterbukaan informasi publik. Ia mengungkapkan PUSTAKA ke depan diharapkan dapat menjadi satu lembaga penyelenggara layanan yang inovatif. Dengan adanya kegiatan ini, seluruh pegawai PUSTAKA mendapat pembelajaran bagaimana cara memberikan layanan prima kepada para pengguna termasuk menyediakan informasi yang layak atau siap dikonsumsi oleh masyarakat . Selanjutnya Retno berpesan kepada seluruh pegawai PUSTAKA agar dapat bereksplorasi tentang layanan inovatif dan kekinian serta bersama-sama menjadi insan penyebar informasi pertanian, sehingga PUSTAKA dapat menjadi lembaga publik yang terbuka.
Sementara itu Tya Tirta Sari mengungkapkan bahwa Komisi Informasi tidak hanya ada di pusat tetapi juga tersebar di seluruh propinsi. Komisi Informasi Pusat maupun yang tersebar di seluruh propinsi dapat dimintai asistensi oleh Badan Publik dalam melayani pemohon informasi sesuai dengan undang-undang Keterbukaan Informasi Publik. Selanjutnya Tya mengungkapkan PUSTAKA sebagai Badan Publik harus memiliki sarana pelayanan informasi. Ketika sarana itu sudah ada, ia berpesan agar tertib administrasi dalam memberikan informasi. Kemudian ia mengingatkan agar dibuat SOP layanan informasi agar memudahkan pemohon informasi.
Dalam kesempatan tersebut perwakilan dari PPID utama Wahyu Indarto menambahkan bahwa sebagai Badan Publik, Kementerian Pertanian sangat serius untuk menangani informasi publik terbukti dengan diwajibkannya seluruh eselon I dan II untuk mengalokasikan anggaran untuk PPID.
Lebih lanjut Wahyu menambahkan berkat kerjasama seluruh unit kerja akhirnya dapat membawa Kementerian Pertanian menjadi Badan Publik Informatif. “Ini merupakan capaian terbaik Kementerian Pertanian dalam kurun waktu dua tahun terakhir”, imbuhnya.

Setelah beberapa waktu lalu PUSTAKA mendapat penghargaan satker pengelola KKP terbaik beberapa waktu lalu di KPPN Bogor, hari ini 13 Desember 2019 Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) menjadi salah satu Unit Kerja Berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi Lingkup Kementerian Pertanian tahun 2019.
Kepala PUSTAKA, Retno Sri Hartati Mulyandari mengungkapkan bahwa pengharagaan ini adalah milik seluruh pegawai PUSTAKA, Ia berharap agar seluruh pegawai PUSTAKA semakin semangat sehingga dapat memeperpertahankan serta meningkatkan kinerja untuk terwujudnya pertanian maju, mandiri, dan modern serta turut serta menyejahterrakan petani.
Tidak lupa Retno mengucapkan terima kasih kepada Kepala PUSTAKA terdahulu Leli Nuryati yang turut berperan dalam mewujudkan WBK di PUSTAKA


Bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan banjir merupakan masalah utama karena berkurangnya serapan air di tanah yang telah penuh dengan bangunan, lantai semen tanpa diimbangi dengan penghijauan. Disamping itu sampah yang menumpuk tanpa adanya pengolahan yang baik juga menjadi penyebab terjadinya banjir. Kondisi perkotaan yang sangat minim pekarangan, bahkan tidak ada halaman rumah maka Rooftop Gardening (berkebun di atap rumah/gedung) bisa menjadi solusi untuk bisa menanam sayuran atau buah-buahan.
Pekarangan rumah terlihat lebih segar karena menghasilkan sayur-sayuran dan buah-buahan segar setiap harinya, meningkatkan gizi keluarga, udara segar karena ada supply oksigen dari tanaman, mengurangi emisi gas CO2
Bertanam secara vertikultur (budidaya tanaman dengan rak bertingkat) dapat menjadi alternatif. Akan tetapi cara budidaya ini tetap memerlukan ruang yang cukup untuk meletakkan media /rak vertikultur.
info terkait
http://hortikultura.litbang.pertanian.go.id/IPTEK/6_Qori_Banjir2014.pdf
Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian
Jl. Ir. H. Juanda No.20, RT.04/RW.08, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122
dummy+62-251-8321746
dummy [email protected]
Waktu layanan
Senin - Jumat, 08.00 - 15.30 WIB
We have 710 guests and no members online