NPP : 3271034C1019314
Mengawali tahun 2020, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Taknologi Pertanian (PUSTAKA) siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholders terkait untuk mendukung program strategis nasional. Kerjasama yang selanjutnya segera dilaksanakan adalah dengan Perpustakaan Nasional, Media Guru Kota Bogor, dan dengan Komunitas Pecinta Museum Bogor. Hal itu diungkapkan oleh Kepala PUSTAKA, Retno Sri Hartati Mulyandari pada rapat mingguan, 15 Januari 2019 kemarin.
Sehari sebelumnya Retno menyampaikan pesannya melalui Kepala Bidang Perpustakaan, Riko Bintari untuk menyampaikan rencana auidiensi terkait kerjasama dengan Perpusnas. Kepala Perpusnas menyambut baik dan mendukung kegiatan kerjasama pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya perpustakaan.
Selanjutnya Retno mengungkapkan bahwa ia telah menerima kunjungan kepala Media Guru atas arahan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk audiensi rencana kerjasama kegiatan pelatihan menulis buku yang substansinya dapat dikaitkan dengan pertanian. Kemudian dilanjutkan pada minggu ini pertemuan dengan ahli tanah Balitbangtan untuk mengawal redesign tata kelola Museum Tanah dan Pertanian.
Kemudian Retno juga menyarankan agar Tim Pustakawan segera menata storage koleksi buku di Pustaka sehingga layak juga sebagai penyimpanan koleksi sebagaimana storage di Museum Geologi Bandung. Retno juga meminta stafnya agar segera menyiapkan virtual literacy room sehingga kegiatan literasi digital jarak jauh dengan pengguna di seluruh Indonesia dapat segera diwujudkan.
Dalam kesempatan rakor mingguan tersebut, hadir juga komunitas Pencinta Museum Bogor (KOMPEMOR). Ketua Kompemor AR Budi menyampaikan ketertarikan komunitas ini untuk turut mempromosikan dan menjadikan museum Tanah dan Pertanian sebagai ruang publik yang edukatif dan rekreatif.
Labih Lanjut Budi menyampaikan bahwa kompemor akan menyelenggarakan berbagai event besar seperti Workshop Tea, Seminar Kartini, International Museum Day, festival Kuliner, Museum Teatrikal Kemerdekaan, Donor darah di Museum, Talk Show Sumpah Pemuda. Selanjutnya Budi berharap PUSTAKA sebagai pengelola Museum Tanah dan Pertanian dapat berpartisipasi untuk event yang sesuai dengan visi Museum Tanah dan Pertanian dan Program Kementan pada umumnya.

Bagi pecinta kopi menyeruput seteguk kopi panas di pagi hari memang nikmat apalagi ditambah roti bakar dengan selai, rasanya mantap menggugah selera, kini pecinta kopi tidak perlu repot lagi menyeduh dan membuat roti, sudah ada selai kopi espresso kandungan kafein dalam 9 gram selai kopi sama dengan 1 espresso shot



Irigasi tetes merupakan salah satu teknologi irigasi yang bertujuan memanfaatkan ketersediaan air yang sangat terbatas secara efisien dan meningkatkan nilai pendayagunaan air berdasarkan jenis emitternya, sistem irigasi tetes ada dua jenis, yaitu drippers dan ro drip. Emitter adalah alat yang mengatur pengeluaran air dari pipa distribusi ke masing masing tanaman atau lahan produksi.
Irigasi tetes ro drip menggunakan alat berbentuk pipa pipih terbuat dari polyethylene Emitternya menjadi satu dengan pipa distribusi yang dipasang pada jarak tertentu, sangat sesuai untuk tanah yang tidak dapat menahan air atau di daerah kering yang mempunyai tingkat penguapan tinggi seperti dataran rendah. Dapat diintegrasikan dengan pemupukan (membutuhkan tanki nutrisi dan pompa pendorong) Peralatan pompa air, pipa utama, pipa distribusi ro drip, pipa penghubung, sambungan pipa dan keran serta peralatan tambahan yaitu unit penyaring dan peralatan pengaman seperti pengatur tekanan dan keran udara. Kelebihan irigasi tetes dibanding irigasi manual adalah Peralatan yang digunakan sudah teruji tahan lama dan anti karat serta tidak memerlukan tenaga mesin pompa yang besar sangat efisien dalam penggunaan air. serta dapat mencegah kehilangan pupuk pada zona perakaran Dapat mengurangi resiko kerusakan tanaman, menekan penggunaan dan biaya tenaga kerja (Sumber : ejurnal.bppt.go.id)
Link referensi
http://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JSTI/article/download/745/578


Salah satu hasil olahan yang merupakan diversifikasi pangan lokal adalah ontbjtkoek atau masayarakat lebih mengenal dengan sebutan onbikuk. kue ini terbuat dari tepung ganyong dan rasanya mantap tidak kalah enak dengan tepung terigu, sepertinya tidak ada salahnya juga kita membuat onbikuk berbahan tepung ganyong.


Meski musim hujan telah tiba tubuh harus tetap bugar ya. Biasanya penyakit yang timbul di musim hujan adalah flu, pilek, DBD, diare dll.
Bagaimana cara menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar? Salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi buah yang banyak mengandung vitamin seperti jambu biji.
Jambu biji mengandung
beberapa zat yang dapat membantu pemulihan pilek dan flu. Apa sajakah?
Pestisida alami merupkan pestisida yang berasal dari tumbuhan dan hewan, oleh sebab itu jenis pestisida ini mudah diurai di alam sehingga relatif aman bagi manusia dan lingkungan. Salah satu tumbuhan yang dapat diolah menjadi pestisida alami adalah brotowali. Pembuatan ekstrak batang brotowali dengan menggunakan 1 kg batang brotowali, kemudian dipotong-potong kecil 2-3 cm, selanjutnya dikeringkan dalam oven pada suhu 400C kurang lebih 1 sampai 2 hari setelah kering batang dihaluskan dengan menggunakan blender sampai berbentuk butiran halus yang kemudian dimaserasi dengan mengunakan ethanol 96% didiamkan selama satu malam. Selanjutnya rendaman tersebut disaring menggunakan corong dan dilapisi kertas saring, kemudian menguapkan hasil maserasi dengan menggunakan rotary vacum evaporator. Diperoleh ekstrak kental (stok) dari batang brotowali (Sa’Dyah, dkk, 2013). Larutan stok kemudian diencerkan dengan menambahkan aquades steril untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak batang brotowali 3,125%; 6,25%; 12,5%; 25%; 50%. Pembuatan larutan stok, yaitu melarutkan 10 ml ekstrak kental batang brotowali dengan air hingga volume 100 ml dan dianggap konsentrasi 100%.
Inf terkait
https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/lenterabio/article/download/28621/26198


Siapa suka kudapan dengan wangi harum Vanili ? vanili merupakan penyedap rasa yang harga penjualannya sangat bernilai. karena itu vanili dijuluki emas hijau. Harganya mahal karena budidaya dan proses pasca panen lebih rumit dibandingkan tanaman lain. Setelah sempat booming, kini banyak petani meninggalkan vanili karena harganya jatuh.
Beberapa waktu terakhir petani kebun di Indonesia banyak yang meninggalkan budidaya vanili. Padahal di pasar internasional, harga komoditas ini masih lumayan tinggi. Tentu saja, ini adalah harga vanili kualitas baik. Sementara penentu kualitas vanili ada beberapa faktor. Misalnya, faktor bibit vanili, teknik budidaya, dan teknik pengolahan pasca panen. untuk itulah info berikut dapat menambah bagi yang ingin mencoba berbudidaya vanilli
Link referensi
http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/5369




Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian
Jl. Ir. H. Juanda No.20, RT.04/RW.08, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122
dummy+62-251-8321746
dummy [email protected]
Waktu layanan
Senin - Jumat, 08.00 - 15.30 WIB
We have 288 guests and no members online