NPP : 3271034C1019314

Setelah beberapa waktu lalu PUSTAKA mendapat penghargaan satker pengelola KKP terbaik beberapa waktu lalu di KPPN Bogor, hari ini 13 Desember 2019 Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) menjadi salah satu Unit Kerja Berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi Lingkup Kementerian Pertanian tahun 2019.
Kepala PUSTAKA, Retno Sri Hartati Mulyandari mengungkapkan bahwa pengharagaan ini adalah milik seluruh pegawai PUSTAKA, Ia berharap agar seluruh pegawai PUSTAKA semakin semangat sehingga dapat memeperpertahankan serta meningkatkan kinerja untuk terwujudnya pertanian maju, mandiri, dan modern serta turut serta menyejahterrakan petani.
Tidak lupa Retno mengucapkan terima kasih kepada Kepala PUSTAKA terdahulu Leli Nuryati yang turut berperan dalam mewujudkan WBK di PUSTAKA


Bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan banjir merupakan masalah utama karena berkurangnya serapan air di tanah yang telah penuh dengan bangunan, lantai semen tanpa diimbangi dengan penghijauan. Disamping itu sampah yang menumpuk tanpa adanya pengolahan yang baik juga menjadi penyebab terjadinya banjir. Kondisi perkotaan yang sangat minim pekarangan, bahkan tidak ada halaman rumah maka Rooftop Gardening (berkebun di atap rumah/gedung) bisa menjadi solusi untuk bisa menanam sayuran atau buah-buahan.
Pekarangan rumah terlihat lebih segar karena menghasilkan sayur-sayuran dan buah-buahan segar setiap harinya, meningkatkan gizi keluarga, udara segar karena ada supply oksigen dari tanaman, mengurangi emisi gas CO2
Bertanam secara vertikultur (budidaya tanaman dengan rak bertingkat) dapat menjadi alternatif. Akan tetapi cara budidaya ini tetap memerlukan ruang yang cukup untuk meletakkan media /rak vertikultur.
info terkait
http://hortikultura.litbang.pertanian.go.id/IPTEK/6_Qori_Banjir2014.pdf


waktunya panen jagung para petani jagung gembira dari hasil panen selain jagung dihasilkan juga tebon jagung yang berlimpah. Tebon jagung adalah batang dan daun jagung. Tebon jagung dapat diawetkan dengan diolah menjadi silase. Silase ini sangat cocok untuk pengawetan bahan pakan dengan kadar air yang tinggi. Dengan kondisi yang kedap udara (anerob) silase dapat disimpInfan hingga 6-8 bulan.
Pembuatan silase tebon jagung yang ditambah dengan hijauan leguminosa (indigofera) menghasilkan kadar protein dan energi yang lebih tinggi. Dapat dikatakan pakan komplit karena tidak perlu ditambahkan konsentrat lagi saat diberikan pada ternak.
Cara pembuatan silase, tebon jagung muda 79 kg dicampur dengan daun indigofera 18,3 kg, dedak padi 2,5 kg dan mineral 0,23 kg dan diaduk secara merata.Kemudian dimasukkan ke dalam wadah (tong atau kantong plastik), ditutup rapat, dan kedap udara. Disimpan selama 15-21 hari sebelum digunakan.
Ciri-ciri Silase yang baik adalah: teksturnya lembut, bebas jamur, aroma asam dan wangi serta terasa asam dan manis. Kandungan nutrisi ransum komplit silase ini yaitu protein kasar (PK) 13,5% dan TDN 66%.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menggelar Sosialisasi Pemanfaatan Bioteknologi untuk Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan di Kantor BB Biogen Bogor, Kamis (5/12/2019).
Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai produk rekayasa genetik (PRG) dan keamanannya bagi manusia, ternak dan lingkungan. Dari kegiatan ini juga diharapkan adanya kesepahaman pandangan terkait regulasi kebijakan PRG terutama new breeding technique.
Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry menyebutkan, hingga kini PRG masih menjadi perdebatan, untuk itu Balitbangtan sebagai lembaga riset berkepentingan dalam mengedukasi berbagai pihak terkait keamanan PRG. Ia menyebutkan, kekhawatiran masyarakat terhadap PRG tidak beralasan karena sudah diuji secara ilmiah.
“Dalam merilis PRG, terdapat tiga lembaga dan kementerian yang haru menyetujuinya yakni Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang melihat keamanan pangannya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang melihat keamanan lingkungannya, dan Kementerian Pertanian yang melihat keamanan pakannya, sehingga prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas dalam merilisnya,” jelas Fadjry saat diwawancara.
Fadjry juga mengatakan bahwa PRG terus berkembang di negara-negara besar seperti Amerika, Brazil dan Argentina. Untuk itu ia menilai Balitbangtan memiliki kewajiban untuk mengikuti perkembangan penelitian agar tidak tertinggal dalam mendukung pembangunan pertania berkelanjutan.
“Dari segi teknologi, kita tidak terlalu kalah dibanding negara lain. Hanya saja regulasi kita saat ini harus terus dibahas dan kita butuh waktu untuk mengedukasi masyarakat terkait keamanan PRG,” ujarnya.
Ketua Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (KKH PRG), Bambang Prasetya mengatakan, PRG telah berkembang di berbagai negara selama hampir 25 tahun dan hingga kini belum ada bukti bahwa produk tersebut tidak aman, untuk itu ia mendukung pemanfaatan bioteknologi khususnya PRG oleh Balitbangtan.
“Kita sudah mendengar manfaat begitu banyak terhadap produktivitas, lingkungan, fortifikasi dan seterusnya. Tapi kenapa kita masih ketinggalan sementara jumlah penduduknya banyak dan harus disuplai makanan yang cukup sampai kedepan?” kata Bambang.
“Menurut saya salah satu caranya adalah dengan menggunakan teknologi. Teknologi ini kan ada tingkatannya. Level yang paling ringan itu adalah gemone editing, itu gennya tidak dari luar tapi gen dari dalam yang tidak berperan dimatikan dan menghasilkan varietas yang bagus. Itulah teknologi. Kita ketinggalan kalau tidak mengikuti teknologi,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen), Mastur menyebutkan, rekayasa genetika baik transgenik maupun pengditan genom telah diaplikasikan pada beberapa komoditas seperti padi, kentang, tomat dan komoditas lainnya, sehingga kedepan diharapkan dapat mengatasi permasalahan pertanian.
Sosialisasi yang berlangsung selama sehari ini dihadiri lebih dari serratus pesertayang terdiri dari perwakilan Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Kemenko Ekonomi, Badan Riset dan SDM Perikanan KKP, Komisi Keamanan Hayati, akademisi, peneliti, serta Himpunan Profesi, Organisasi Petani dan LSM.
Materi yang disampaikan oleh para narasumber dalam kegiatan ini diantaranya berkaitan dengan perakitan dan pemanfaatan PRG di Indonesia, aplikasi IPTEK dalam mendukung Pertanian Indonesia, Regulasi PRG, Peta Jalan PRG di Indonesia, isu dan fakta GMO, serta Hasil Penelitian Bioteknologi di Indonesia. (Sumber Info: Kemntan - Balitbangtan- BB Biogen)
Link Terkait
https://youtu.be/c0YdfI9vnzk

Kopi merupakan tanaman penyegar yang dapat diolah menjadi minuman favorit masyarakat. berkembangnya pengolahan kopi baik skala kecil atau skala industri tentunya akan menghasilkan hasil sampingan dari pengolahan kopi salah satunya adalah limbah kulit kopi yang bisa dimanfaatkan salah satunya menjadi alternative pakan ternak. Kandungan dalam kulit kopi sendiri memiliki kandungan nutrisi sebagai berikut CP 9,94 %, SK 18,17 %, Lemak 1,97 %, Abu 11,28 %, Ca 0,68 %, P 0,20 %, GE 3306 Kkal dan TDN 50,6 % (Budiari, 2009).
pengolahannya limbah kulit kopi difermentasi terlebih dahulu untuk meningkatkan kandungan nutrisinya. Fermentasi kulit kopi biasanya menggunakan larutan Aspergillus Niger. Cara pembuatannya adalah campurkan air dengan gula pasir, NPK, Urea, dan Aspergillus Niger kemudian campuran tersebut di inkubasi dan diaerasi selama 24-36 jam dan larutan tersebut siap digunakan. Kemudian limbah kulit kopi dicampur dengan larutan tersebut dengan membuat lapisan-lapisan campuran tersebut dan letakkan di tempat yang teduh dari hujan dan sinar matahari langsung. Kemudian diamkan selama 5-6 hari untuk proses fermentasi dan setelah 5-6 hari limbah kulit kopi yang telah terfermentasi dikeringkan kemudian giling sesuai kebutuhan dan limbah kulit kopi terfermentasi siap digunakan sebagai pakan ternak.
Link Terkait
https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=3198

Minum teh dari daun teh pilihan itu biasa, tetapi bagaimana jika menyeruput segelas teh dari kopi? Hmm terdengar aneh tetapi minuman eksotik ini memberi citarasa berbeda dari teh pada umunya. Teh cascara ternyata adalah teh yang terbuat dari kulit ceri kopi yang dikeringkan, loh kok bisa? Itulah menariknya Cascara. Cascara yang dalam Bahasa Spanyol berarti “kulit” jadi teh cascara adalah teh dari kulit. Cascara berbentuk kurang lebih seperti buah ceri kering yang sedikit besar.
Ceri kopi dihasilkan dari proses washed yang merupakan proses pemisahan biji yang sudah dan belum matang disitulah dilakukan proses pemisahan antara biji dan kulit ceri kopi. Kulit kopi inilah yang nantinya akan diproses kembali untuk menjadi cascara. Dari segi rasa, cascara tidak berasa seperti kopi dan dari segi kandungannya kadar kafein yang terkandung di dalam cascara ternyata sangat rendah. Walaupun diseduh dalam waktu yang lama dan menggunakan suhu tinggi, cascara tetap memiliki kandungan kafein yang rendah yaitu di angka 111.4 mg/L.
Melihat dari kandungan kafeinnya yang rendah, cascara menjadi salah satu minuman yang aman untuk dikonsumsi. Bukan hanya rendah kafein, cascara ternyata juga memberikan banyak manfaat untuk tubuh Salah satunya mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh. Berbeda dengan minuman dari biji kopi yang cenderung pahit atau asam, cascara memiliki rasa yang cenderung manis.
Meminum segelas cascara hangat akan membantu mengembalikan energi yang dibutuhkan. Cascara akan menjadi alternatif bagi Anda yang ingin meminum kopi namun merasa khawatir jika kesulitan tidur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh British Journal of Nutrition, meminum cascara dapat membantu meningkatkan kinerja otak dan daya ingat Anda. Terlebih lagi, cascara juga dapat membantu menjaga kesehatan otak dan membuat mood Anda tetap stabil. (Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber)
Info terkait
https://majalah.ottencoffee.co.id/cascara-teh-dari-ceri-kopi/
https://coffeeland.co.id/pemanfaatan-limbah-kulit-kopi/
https://journal.sociolla.com/lifestyle/mengenal-cascara/

Bogor memiliki sejumlah destinasi wisata yang menarik seperti Kebun Raya dan berbagai museum. Salah satu museum yang menjadi destinasi wisata edukatif Kota Bogor adalah Museum Tanah dan Pertanian yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda No.98, Bogor. Museum yang dikelola Kementerian Pertanian di bawah koordinasi langsung Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Psrtanian (PUSTAKA) ini sangat bagus dan menarik, ujar Wakil Walikota Bogor Dedi A. Rachim ketika membuka acara workshop bertajuk Sapta Pesona dan Sadar Wisata bagi pelaku jasa usaha kepariwisataan se-Kota Bogor yang digelar pada 12 Desember 2019 di Kantor PUSTAKA di Jalan Ir. H. Juanda No. 20, Bogor. Menurut Dedi saat ini Pemerintah Kota sedang berusaha untuk menata kembali potensi pariwisata Kota Bogor. “ Selain Kebun Raya, Bogor masih punya banyak museum yang bisa menjadi destinasi wisata. ” Imbuhnya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Bogor, dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, Ketua PHRI Kota Bogor, perwakilan Museum se-Kota Bogor, serta para General Manager hotel dan restoran se-Kota Bogor. Salah satu wujud aksi Pemkot Bogor adalah dengan merenovasi kawasan Taman Topi sampai Mesjid Agung dengan luas 1,7 Ha yang akan dijadikan alun-alun Kota Bogor yang direncanakan juga terkoneksi dengan museum-museum yang ada di Bogor, termasuk Museum Tanah dan Pertanian. Untuk itulah kolaborasi dengan Pemerintah Pusat sangat diperlukan agar ke depan Bogor dapat menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi, bebas macet dan bersih. Salah satunya adalah dengan membantu membangun lahan parkir bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Bogor.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Shahlan Rasyidi menyempatkan diri untuk berkeliling ke perpustakaan pertanian di PUSTAKA untuk melihat koleksi perpustakaan yang ada. Dedi sangat kagum dan antusias dengan berbagai koleksi yang dimiliki PUSTAKA. Di akhir sesi kunjungannya,Tim PUSTAKA memberikan cendera mata sebagai bentuk penghargaan Kementerian Pertanian terhadap Wakil Walikota Bogor yang telah berkenan mengunjungi salah satu unit kerja Kementerian Pertanian. Semoga ke depan semakin terjalin kerjasama yang lebih erat lagi dengan Pemerintah Kota Bogor untuk memajukan Perpustakaan Pertanian serta Museum Tanah dan Pertanian.
Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian
Jl. Ir. H. Juanda No.20, RT.04/RW.08, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122
dummy+62-251-8321746
dummy [email protected]
Waktu layanan
Senin - Jumat, 08.00 - 15.30 WIB
We have 290 guests and no members online