
Judul : Teknologi Padi Mendukung Lumbung Pangan Dunia 2045
Penulis : Hasil Sembiring dan Erythrina
Penerbit : IAARD Press
Tahun Terbit : 2017
Jumlah halaman : 82 halaman
Link akses : https://repository.pertanian.go.id/items/e0efe02f-a05f-4e3f-9b63-05eda6f2cd19
Beras merupakan bahan pangan pokok bagi mayoritas masyarakat Indonesia yang jumlah penduduknya telah melampaui 250 juta jiwa. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, Indonesia menghadapi tantangan serius untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri tanpa bergantung pada impor. Berbagai upaya menuju swasembada beras telah dilakukan sejak program intensifikasi pertanian pada era 1970-an dan berhasil mencapai keberhasilan pada tahun 1984.
Namun, keberlanjutan produksi padi dalam negeri menghadapi banyak hambatan, seperti penurunan kualitas lahan, keterbatasan air, berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi, dampak perubahan iklim, serta meningkatnya ancaman hama dan penyakit tanaman. Kondisi tersebut mendorong pengembangan inovasi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) yang lahir dari hasil penelitian dan kerja sama berbagai lembaga pertanian. PTT kemudian diterapkan secara luas melalui berbagai program pemerintah karena terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi dan memperkuat upaya ketahanan pangan nasional.
Buku Teknologi Padi Mendukung Lumbung Pangan Dunia 2045 karya Hasil Sembiring dan Erythrina membahas berbagai tantangan dan strategi pengembangan produksi padi di Indonesia dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. Buku ini memberikan gambaran bahwa keberhasilan swasembada beras tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, tetapi juga pada inovasi teknologi budidaya yang berkelanjutan.
Isi buku disusun secara sistematis mulai dari ancaman terhadap produksi padi, konsep Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), hingga strategi pengembangan pertanian menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045. Pembahasan mengenai varietas unggul, sistem tanam jajar legowo, pemupukan spesifik lokasi, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta penanganan panen dan pascapanen dijelaskan dengan cukup rinci dan didukung data penelitian.
Salah satu keunggulan buku ini adalah penekanannya pada pendekatan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Konsep PTT yang diusung tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga memperhatikan konservasi tanah, air, dan keseimbangan lingkungan. Buku ini juga menunjukkan bagaimana teknologi pertanian dapat diterapkan sesuai kondisi spesifik daerah sehingga lebih efektif dan adaptif terhadap tantangan lokal. Pendekatan partisipatif yang melibatkan petani dalam proses pengembangan teknologi menjadi nilai tambah yang relevan dengan kondisi pertanian Indonesia saat ini.
Dari sisi penyajian, bahasa yang digunakan cukup formal dan ilmiah sehingga sangat cocok untuk kalangan akademisi, penyuluh pertanian, mahasiswa, maupun pengambil kebijakan di bidang pangan dan pertanian. Namun, bagi pembaca umum yang belum terbiasa dengan istilah teknis pertanian, beberapa bagian mungkin terasa cukup padat dan membutuhkan pemahaman tambahan.
Secara keseluruhan, buku ini merupakan referensi penting dalam memahami perkembangan teknologi budidaya padi dan strategi ketahanan pangan nasional. Melalui pembahasan yang komprehensif dan berbasis penelitian, buku ini mampu menunjukkan bahwa inovasi teknologi pertanian memiliki peran besar dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah berbagai tantangan global. (MZ’2026)
