
Judul : Buku Pintar Penyuluh Pertanian
Penyusun : Andi Amran Sulaiman dkk.
Penerbit : Pertanian Press
Tahun Terbit : 2025
Jumlah Halaman : 244 hlm.
Link Akses : https://repository.pertanian.go.id/items/5d754fe9-7a4f-4e49-af06-c9cb7549ca05
Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di Indonesia. Penyuluh bertugas mendampingi petani dalam memperoleh informasi, pengetahuan, dan teknologi terbaru agar kegiatan pertanian dapat berjalan lebih baik, produktif, dan berkelanjutan. Di lingkungan Kementerian Pertanian, peran penyuluh sangat penting karena mereka menjadi penghubung antara pemerintah dengan petani di lapangan. Melalui penyuluh, berbagai program strategis Kementerian Pertanian seperti swasembada pangan, modernisasi pertanian, hingga peningkatan kesejahteraan petani dapat disampaikan dan diterapkan secara langsung kepada masyarakat. Penyuluh tidak hanya memberikan arahan teknis, tetapi juga menjadi fasilitator, motivator, sekaligus pendamping petani dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian saat ini.
“Buku Pintar Penyuluh Pertanian” yang diterbitkan oleh Pertanian Press pada tahun 2025 membahas berbagai aspek penyuluhan pertanian dan teknologi budidaya yang berkaitan dengan kegiatan penyuluh pertanian di lapangan. Buku ini memuat pembahasan mengenai dasar-dasar penyuluhan, program strategis Kementerian Pertanian, teknologi budidaya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, hingga sumber informasi pertanian digital.
Pada bagian awal, buku menjelaskan prinsip dasar penyuluhan pertanian, mulai dari tugas pokok penyuluh, metode penyuluhan, hingga cara memilih metode penyuluhan yang tepat sesuai kondisi masyarakat. Penyuluh dijelaskan memiliki beberapa peran penting, seperti fasilitator, inovator, konsultan agribisnis, dan dinamisator. Penjelasan tersebut membuat pembaca memahami bahwa tugas penyuluh bukan sekadar memberikan informasi, tetapi juga membantu petani berkembang dan mandiri.
Buku ini juga membahas berbagai program prioritas Kementerian Pertanian, seperti Brigade Pangan, Luas Tambah Tanam (LTT), optimasi lahan, cetak sawah, dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penjelasan diberikan secara rinci mengenai tujuan program, sasaran, hingga bentuk pendampingan yang harus dilakukan penyuluh di lapangan. Hal ini sangat membantu penyuluh memahami tugas mereka dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain itu, buku dilengkapi pembahasan teknologi budi daya tanaman pangan dan hortikultura, seperti padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, kopi, kakao, hingga pemeliharaan ternak sapi. Tidak hanya teori, buku juga memberikan panduan praktis yang dapat diterapkan langsung oleh penyuluh dan petani. Pada bagian akhir, terdapat informasi mengenai sumber informasi pertanian digital, aplikasi pertanian, dan layanan perpustakaan pertanian yang sangat berguna di era digital saat ini.
Secara keseluruhan, buku ini bermanfaat bagi penyuluh pertanian maupun masyarakat umum yang ingin memahami dunia penyuluhan pertanian. Isi buku disusun secara runtut dengan bahasa yang mudah dipahami, serta dilengkapi dengan pembahasan teknologi dan program pertanian yang cukup lengkap. Dari sisi tampilan, sajian buku ini masih terkesan cukup sederhana dan lebih menekankan isi materi dibanding unsur visual, sehingga mungkin kurang menarik bagi pembaca yang terbiasa dengan tata letak buku yang lebih modern. Meski demikian, buku ini tetap layak sebagai sumber informasi yang berharga bagi penyuluh dalam mendukung ketahanan pangan dan kemajuan pertanian Indonesia. (TR’2026)
