
Judul: Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (Tabela)
Penulis: Lalu M. Zarwazi, dkk
Penerbit: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Tahun Terbit: 2015
Jumlah Halaman: 12 halaman
Link Akses: https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/25710
Keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian menjadi salah satu tantangan dalam budidaya padi. Di sisi lain, kebutuhan meningkatkan produktivitas tetap harus dipenuhi. Kondisi tersebut mendorong penerapan berbagai inovasi teknologi budidaya yang mampu menyederhanakan proses produksi tanpa mengurangi hasil yang diperoleh. Salah satu inovasi yang berkembang adalah sistem Tanam Benih Langsung (TABELA), yaitu metode budidaya padi yang dilakukan tanpa melalui proses persemaian dan pindah tanam. Dengan tahapan budidaya yang lebih sederhana, teknologi ini diharapkan mampu menghemat tenaga kerja, mempercepat waktu tanam, serta meningkatkan efisiensi usaha tani.
Buku Panduan Teknologi Budidaya Padi Tanam Benih Langsung (Tabela) merupakan pedoman teknis yang disusun oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sebagai acuan bagi penyuluh, petugas lapangan, petani, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan budidaya padi. Buku ini lahir sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan beras nasional, sementara pertumbuhan produksi padi cenderung melambat dan biaya produksi semakin meningkat. Oleh karena itu, teknologi Tanam Benih Langsung (Tabela) ditawarkan sebagai salah satu inovasi untuk meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus mendukung peningkatan produksi padi nasional.
Pembahasan dimulai dengan penjelasan mengenai konsep dasar Tabela, manfaat penerapannya, serta kondisi wilayah yang sesuai untuk pengembangannya. Dijelaskan bahwa sistem Tabela mampu memperpendek masa tanam, mengurangi kebutuhan tenaga kerja karena tidak memerlukan persemaian maupun pindah tanam, serta berpotensi meningkatkan indeks pertanaman. Teknologi ini dapat diterapkan pada berbagai agroekosistem, seperti sawah irigasi, sawah tadah hujan, lahan pasang surut, hingga lahan kering dengan penyesuaian tertentu.
Selanjutnya, buku ini mengulas tahapan budidaya padi secara sistematis, mulai dari pemilihan varietas dan benih bermutu, perlakuan benih, persiapan lahan, penaburan benih langsung, pengairan, penyiangan, pemupukan berdasarkan Bagan Warna Daun (BWD), hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman melalui pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Pada bagian akhir, buku membahas waktu panen yang tepat serta teknik panen menggunakan alat yang sesuai, termasuk combine harvester. Pembahasan ini melengkapi seluruh tahapan budidaya sehingga pembaca memperoleh gambaran penerapan teknologi Tabela secara utuh, mulai dari persiapan lahan hingga panen.
Kelebihan buku ini dilengkapi ilustrasi pada setiap tahapan budidaya, seperti penggunaan drum seeder, penyiangan, dan panen dengan combine harvester, sehingga memudahkan pembaca memahami penerapan teknologi. Penyajiannya yang ringkas dan sistematis menjadikan buku ini mudah dipahami dan diaplikasikan di lapangan.
Secara keseluruhan, buku ini merupakan panduan praktis yang informatif dan aplikatif dalam penerapan teknologi budidaya padi sistem Tabela. Meskipun beberapa informasi teknis perlu dilengkapi dengan referensi yang lebih mutakhir, buku ini tetap layak dijadikan rujukan sekaligus panduan praktis bagi petani, penyuluh, mahasiswa, maupun praktisi pertanian dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani padi. (MZ’2026)
