Masalah klasik dalam budi daya tebu adalah sulitnya penyediaan benih berkualitas dalam jumlah besar. Inovasi bud chips manual hadir sebagai solusi praktis dan efisien: alat ini memungkinkan petani memperbanyak benih tebu dari mata tunas yang sehat, seragam, dan hemat biaya. Tanpa listrik, ringan, dan mudah dipindahkan, alat ini menjawab tantangan perbanyakan benih tebu di berbagai kondisi lapang.
Salah satu permasalahan dalam budi daya tebu adalah perbanyakan benih tebu. Selama ini perbanyakan benih tebu menggunakan cara konvensional, yaitu menggunakan bahan tanam berupa bagal (potongan tebu 2–3 mata tunas). Penggunaan bahan tanam bagal memerlukan lahan yang relatif luas dan biaya yang relatif mahal. Sistem bagal memiliki kekurangan, yaitu memerlukan bahan tanam yang lebih banyak sekitar 8--10 ton benih per hektar, jumlah anakan terbatas, tumbuh kurang seragam, dan pembentukan anakan tidak serempak.
Untuk percepatan penyediaan bahan tanam tebu, perlu inovasi perbanyakan benih tebu dengan menggunakan bahan tanam mata tunas tebu yang ditumbuhkan terlebih dahulu. Hasil benih yang berasal dari mata tunas tebu sering disebut sebagai benih bud chips atau single bud planting atau benih tumbuh. Bud chips dapat memperbaiki kualitas bibit tebu karena seleksi bibit sehat dan seragam dilakukan sejak awal. Penyebaran hama dan penyakit tebu ke luar daerah dapat dikurangi karena bibit bud chips diperlakukan dengan pestisida dan hot water treatment (HWT). Keunggulan penggunaan benih tebu bud chips, satu mata tunas dapat membentuk 8–12 batang/rumpun, setara 50-60 mata tunas benih bud chips.
Keunggulan Benih Bud Chips
Penggunaan benih bud chips merupakan solusi penyediaan benih tumbuh karena memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut:
- Dapat dilakukan dalam jumlah besar tergantung akan kebutuhan.
- Benih yang dihasilkan akan lebih bermutu, karena dilakukan proses seleksi yang ketat.
- Periode benih menjadi lebih lama karena berupa benih tumbuh.
- Memudahkan distribusi dan biaya transpor lebih murah.
- Komposisi varietas mudah diatur sesuai dengan komposisi masak awal, tengah, dan lambat.
- Daya tumbuh lebih terjamin, karena benih yang dihasilkan sudah dalam benih tumbuh.
- Lebih hemat benih, karena yang diambil mata tunas saja, bukan dalam bentuk lonjoran.
- Produksi benih relatif lebih murah, penggunaan benih per hektar lebih sedikit karena menggunakan benih tumbuh yang sudah terjamin tumbuhnya.
Alsin Pengambil Bud Chips
Perbanyakan benih tebu dengan menggunakan bahan tanam mata tunas tebu perlu ditumbuhkan terlebih dahulu. Untuk mengambil mata tunas tebu diperlukan alat atau mesin pengambil mata tunas tebu, selanjutnya dilakukan sortasi mata tunas tebu. Benih yang memenuhi persyaratan selanjutnya diproses sebagai bahan tanam perbanyakan benih.
Salah satu alat dan mesin pengambil mata tunas tebu adalah alsin bud chips tipe manual yang sudah mendapat sertifikat paten dengan nomor Paten Indonesia No. IDS000001577B tanggal 05 April 2017. Kegunaan alat ini, yaitu mengambil bud chips mata tunas tebu untuk benih. Alat dan mesin bud chips manual tersebut menghasilkan mata tunas tebu berbentuk irisan mata tunas dengan permukaan irisan halus. Alat bud chips ini mempunyai spesifikasi: berat ± 26 kg, bentuk pisau setengah lingkaran diameter 28--31 mm, tumpuhan /pedesstel 1 pasang, kapasitas 500--600 mata tunas bud chips/jam. Landasan pisau bud chips terdapat pedestal dan lubang terhubung dengan corong pisau, pada dudukan terdapat pegas yang digerakkan roda tekan terhubung tuas. Corong pengeluaran terhubung dengan bodi dan ditopang 4 kaki.
Kelebihan alat ini tidak memerlukan energi listrik. Alat bud chips manual terbuat dari bahan besi baja kuat, dapat dibongkar pasang, sangat mudah diangkut dan dipindahkan ke tempat lain mendekati kebun induk atau areal tanam dengan berat ± 26 kg .
Keunggulan alat dan mesin bud chips tipe manual, yaitu perbanyakan benih lebih cepat (bagal 1:7-8; bud chips 1:15-20), benih lebih seragam karena diseleksi berkali-kali), benih lebih sehat (hot water treatment), dan daya tumbuh di lapang lebih baik (plus media tanam). Selain itu, ketersediaan benih tepat waktu (tahan 1 tahun), penggunaan benih lebih hemat (±18 ribu bud chips/ha), tanaman asal bud chips lebih seragam & masak serentak masak, dan biaya pengadaan benih lebih murah dengan pengali (1: 15-20) menghemat sampai 40%.
Dengan alat bud chips tipe manual ini diharapkan penyediaan benih tebu dapat dicapai dengan waktu yang relatif tepat dalam jumlah banyak, serta benih yang lebih berkualitas. (JA/07/2025)
Sumber:
Purlani, E. ; Sadikin, I. ; & Istiana, H. . (2019). Teknik perbanyakan benih tebu dengan menggunakan mesin pengambil bud chips mata tunas tebu. Prosiding Temu Teknis Jabatan Fungsional Non Peneliti, Malang, 17-19 Juli 2019. IAARD Press. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/8474
Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. (2013). Teknik pembibitan tebu bud chips. Balittas.https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/7094
.png)

.png)

.png)

.png)

.png)

