Kesuburan tanah adalah fondasi utama keberhasilan pertanian. Namun, penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dalam jangka panjang terbukti menurunkan kualitas tanah, mencemari lingkungan, bahkan memengaruhi kesehatan manusia. Di tengah tantangan ini, hadir inovasi Biotron—pembenah tanah berbasis biochar, pupuk organik cair, dan pupuk hayati—yang menawarkan solusi ramah lingkungan sekaligus efektif meningkatkan produktivitas padi.
Bahan Pembentuk Biotron
Biochar berasal dari: a) limbah land cleaning/pembersihan kayu, tunggul kayu; b) limbah pertanian jerami, tongkol jagung, sekam padi, batang jagung, pelepah dan tangkos kelapa sawit, dan seresah lainnya; serta c) limbah tungku pabrik CPO (arang cangkang sawit, tempurung kelapa, cangkang kemiri, pala dan limbah pembakaran arang kayu). Biochar (BC) merupakan agen yang berfungsi sebagai bahan pembenah tanah.
Pupuk Organik Cair (POC) dari eco enzym. POC di pasaran yang sudah familiar atau suplemen BMT yaitu Bioda (Bio Dcorp Agro) yang dikembangkan oleh Divisi Limbah, Inkubator Agribisnis BBPP Binuang. Pilih yang kadar nutrisinya di atas 3,0%. Bioda mengandung asam amino, glukosa, enzym, chellate, dan aneka senyawa organik yang diperlukan tanaman dan mikroorganisme tanah.
Pupuk hayati, diutamakan dieksplorasi secara lokalita oleh PPAH dan Petani IPPHTI, sebagai agen hayati lokal tricoderma, bacillus, dan lain-lain. Alternatif lainnya dapat memanfaatkan pupuk hayati yang sudah terbukti di lokasi masing-masing (spesifik lokalita). MOL (mikro organisme lokal) dan POC biakan sendiri dengan syarat populasi selnya minimal 100.000/ml (Permentan 1 tahun 2019). Prioritas yang mempunyai keanekaragaman hayati terbanyak dengan peran dan fungsi yang berkolaborasi menyusun sistem tanah yang subur dan sehat.
Penggunaan Biotron pada berbagai jenis pupuk sebagai berikut:
- Penggunaan dengan kompos, perbandingan arang (biochar) 1: Kompos 10
- Penggunaan dengan Urea perbandingan arang (biochar) 1: Urea 3,
- Penggunaan dengan NPK perbandingan arang (biochar) 1: NPK 4,
- Penggunaan saat pengolahan lahan ditebar 200–500 kg/ha,
- Penggunaan saat pemupukan disesuaikan perbandingan (a-c); dan sesuai rekomendasi pemupukan dengan efisiensi musim I (15–20%); II (20–30%); III (30–45%); IV (40–50%) dan V (50-60%); dengan mempertimbangkan perkembangan produksi setiap musimnya dan kesuburan tanah spesifik.
Proses Produksi Biotron (Biochar Three In One)
- Alat-alat: sekrop, timba, penumbu, gayung , tandon, ayakan, alat pirolisis arang (biochar).
- Bahan-bahan : pirolisi (tongkol jagung, sekam padi, kayu ranting atau cabang), limbah arang (remah arang).
Proses Pirolisis (Pengarangan)
- Pilih bahan biomassa di sekitar lahan, kering (kadar air 15-20%), makin padat (kerapatan material dan jenis senyawa penyusun) makin berkualitas arang dihasilkan.
- Ukuran bahan (2-20 cm) sesuai jenis bahan dan alat.
- Sesuaikan suhu, jenis bahan, laju pemanasan, durasi waktu produksi.
- Minimalisasi asap (CO2) dengan meminimalisasi interaksi bahan dengan oksigen dari udara.
Proses Pembubukan/Penghalusan (20–50 mesh)
- Arang ditepungkan/penghalusan dengan menumbuk di hamermill.
- Diayak dengan ukuran 20-50 mesh.
Proses Aktivasi
- Bubuk arang sebanyak 1 kg direndam dalam 3–5 l air kapur. Air kapur disiapkan dengan melarutkan kapur 1 kg dalam 5–10 l air. Proses alkalisasi selama 24–48 jam dilaksanakan. Lalu, dituang air kapur (dapat digunakan kembali jika pH di atas 8.0).
- Arang biochar direndam pada larutan katalis 1 cc/kg bubuk arang dalam air pelarut 3–5 l selama 24 jam.
Proses Immobilisasi
- Hasil arang dilanjutkan perendaman dengan larutan pupuk organik cair dan pupuk hayati selama 7 hari.
- Hasil rendaman dituang larutan immobilisasi (digunakan kembali 3–5 kali). Lalu, dihamparkan kering angin hingga berkadar air 15–20%.
Cara Penerapan Biotron pada tanaman padi .
- Pemberian saat olah tanah ke-2 (ler-leran) dengan menaburkan 300 kg Biotron + sisa arang pembakaran limbah pertanian dan pembersihan lahan sekitar 2 liter suplemen BMT, dekompuser lainnya (EM4, Bioda, Jakaba, dan lain-lain).
- Saat pemupukan susulan 1, 2, atau 3 dicampurkan dengan Urea dan NPK sesuai rekomendasi spesifik lokal (informasi Si Katam) dan pertimbahan produksi serta status kesuburan tanah dikurangi 10–20% per musim. Komposisi saat mencampur pupuk NPK adalah 4 bagian NPK dan 1 bagian Biotron. Sedangkan komposisi saat mencampur pupuk Urea yaitu Urea 3 bagian dan Biotron 1 bagian.
Biotron bukan sekadar pupuk, melainkan teknologi pembenah tanah masa depan yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan inovasi modern. Dengan memanfaatkan limbah pertanian menjadi biochar, memperkaya tanah lewat pupuk organik cair, serta menyehatkan ekosistem mikroba dengan pupuk hayati, Biotron menjawab kebutuhan petani untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Jika penerapannya meluas, Biotron berpotensi menjadi tonggak penting menuju pertanian yang lebih mandiri, sehat, dan berkelanjutan, mendukung cita-cita besar Indonesia mewujudkan swasembada pangan. (WD 2025)
Sumber:
- Budiono (2023). Budi Daya Padi Ramah Lingkungan: Menuju Pertanian Lebih Baik. Pertanian Press.
https://epublikasi.pertanian.go.id/index.php/pertanianpress/catalog/book/77 - Karakteristik Biotron Episode I.
https://bbppbinuang.bppsdmp.pertanian.go.id/artikel/karakteristik-biotron--episode-i- - Info Teknologi Pertanian 4.0 Mengenal Biochar Three In One Biotron.
https://bbppbinuang.bppsdmp.pertanian.go.id/artikel/info-teknologi-pertanian-40-mengenal-biochar-three-in-one--biotron-






