Permintaan protein hewani makin tinggi dan telur menjadi pilihan favorit karena murah, bergizi, dan gampang didapat. Produksi telur di Indonesia telah menembus angka 144,59 miliar butir, menempatkan Indonesia sebagai produsen telur terbesar ketiga di dunia. Dengan dukungan peternak dan kebijakan yang tepat, Indonesia berpotensi menjadi lumbung protein hewani yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
Peternakan ayam petelur (layer) merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan peternakan nasional. Tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan protein, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dan meningkatkan produk domestik bruto (PDB). Mayoritas usaha peternakan ayam petelur di Indonesia masih berskala kecil, sehingga perlu upaya khusus untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Terdapat dua tipe ayam petelur, yaitu
- Tipe ayam petelur ringan/tipe ayam petelur putih. Dikembangkan khusus untuk produksi telur. Ayam ini mampu bertelur lebih dari 260 butir/tahun. Sensitif terhadap cuaca panas dan keributan yang akan menurunkan produksi.
- Tipe ayam petelur medium/tipe ayam petelur coklat. Tipe ini termasuk ayam tipe dwiguna karena selain menghasilkan telur, juga daging. Harga telur cokelat lebih mahal karena ukurannya lebih besar, tetapi produksinya lebih sedikit dari ayam tipe petelur putih.
Budidaya Ayam Petelur
Penyiapan bibit (day old chicken)
Pilih anak ayam yang berasal dari induk yang sehat, bulu tampak halus dan baik pertumbuhannya. Tidak memiliki cacat pada tubuh, memiliki nafsu makan yang baik, dan ukuran badan normal (berat antara 35–40 gram).
Manajemen perkandangan
Kandang harus dirancang agar ayam merasa nyaman dan tetap sehat. Hal ini mencakup ventilasi yang baik, kepadatan ayam yang sesuai, serta sanitasi yang rutin. Perlengkapan kandang meliputi tempat pakan dan minum yang terbuat dari bahan kuat, tidak bocor, dan tidak berkarat, seperti bambu atau aluminium. Selain itu, kandang juga perlu dilengkapi dengan tempat penyimpanan air, ransum, obat-obatan, dan sistem penerangan.
Bentuk-bentuk kandang untuk pemeliharaan ayam petelur, yaitu
- Kandang koloni
Satu kandang biasanya digunakan untuk menampung ribuan ekor ayam petelur, khususnya jenis ayam petelur ringan/ayam petelur putih. Lantai kandang menggunakan litter, yaitu campuran sekam padi, sedikit kapur atau pasir, dan serutan kayu secukupnya. Kandang juga dilengkapi dengan tempat pakan dan minum untuk memenuhi kebutuhan ayam. - Kandang individual/baterai
Dalam peternakan komersial, kandang baterai banyak digunakan, di mana satu kandang hanya diisi oleh satu ekor ayam. Jenis kandang ini umum dipakai untuk ayam petelur medium atau ayam petelur coklat. Lantai kandang dibuat berongga atau memiliki celah, biasanya dari bambu, kayu, atau kawat kasa. Celah ini berfungsi untuk membuang kotoran secara langsung ke tempat penampungan di bawah kandang. Kandang juga dilengkapi dengan tempat pakan dan minum yang mudah dijangkau ayam.
Pemberian pakan berkualitas dan minum
Pakan harus memenuhi kebutuhan nutrisi ayam, terbebas dari zat berbahaya, dan disimpan dalam kondisi yang higienis untuk mencegah kontaminasi. Pemberian pakan pada ayam harus disesuaikan dengan fase pertumbuhannya.
- Fase starter (umur 0–4 minggu)
Pakan memiliki kandungan gizi berupa protein 22–24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, kalsium 1%, fosfor 0,7–0,9%, dan energi metabolisme (ME) sebesar 2800–3500 Kkal/kg. Jumlah pakan yang diberikan per ekor bervariasi setiap minggu. Jumlah yang diberikan semakin tinggi seiring dengan pertumbuhan ayam. Total pakan yang dibutuhkan seekor ayam hingga umur 4 minggu adalah sekitar 1.520 gram. - Fase finisher (umur 4–6 minggu)
Kandungan zat gizi dalam pakan meliputi protein 18,1–21,2%, lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium 1%, fosfor 0,7–0,9%, dan energi metabolisme (ME) sebesar 2900–3400 kkal/kg. Pemberian pakan per ekor meningkat setiap minggu.Total kebutuhan pakan per ekor selama periode umur 30–57 hari adalah sekitar 3.829 gram.
Pemberian air minum sama pentingnya dengan pakan. Air minum harus selalu bersih dan diganti secara rutin agar tetap higienis. Karena itu, cuci bersih tempat makan dan minum setiap akan digunakan. Pada hari pertama, air minum sebaiknya ditambahkan gula dan obat antistres untuk membantu ayam beradaptasi. Dosis gula yang dianjurkan adalah 50 gram per liter air.
Perawatan
Vaksinasi rutin penting dilakukan agar ayam terhindar dari penyakit. Selain itu, pemberian vitamin secara berkala juga dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga kualitas telur. Suplemen yang mengandung bakteri baik bisa membantu memperbaiki sistem pencernaan ayam, sehingga nafsu makannya meningkat. Dengan demikian, daya tahan tubuh ayam petelur pun jadi lebih kuat dalam melawan serangan penyakit.
Panen
Ayam petelur baru mulai aktif berproduksi ketika mencapai umur 18 minggu. Telur sebaiknya dipanen tiga kali sehari, pagi hari (pukul 10.00–11.00), siang (pukul 13.00–14.00), dan sore sekitar pukul 15.00–16.00 sambil mengecek kondisi kandang. Saat dikumpulkan, telur diletakkan di atas egg tray (nampan telur) dan langsung dipisahkan antara telur normal dan abnormal. Telur normal memiliki bentuk oval, bersih, kulitnya mulus, berat sekitar 57,6 gram, dan volume sekitar 63 cc. Sementara itu, telur abnormal biasanya berukuran terlalu kecil atau besar, kulitnya retak, keriting, atau bentuknya lonjong.
Keamanan pangan harus menjadi perhatian utama di seluruh rantai produksi, mulai dari pembibitan hingga telur siap dikonsumsi oleh masyarakat. Setiap tahap harus memenuhi standar higienis dan bebas dari kontaminasi agar produk yang dihasilkan aman, bergizi, dan layak dikonsumsi. (QAR,2025)
Sumber:
- Ma’arif, S., Yulianto, H., Wahyudi, P., & Jaelani, A. (2023). Pedoman Kesejahteraan Hewan Pada Peternakan Ayam Petelur (Layer). Pertanian Press.
https://epublikasi.pertanian.go.id/pertanianpress/catalog/book/48. - Mansur, A. (2019). 7 Pola Pembibitan Unggas Petelur yang Berkualitas. ArenaHewan.com.
https://arenahewan.com/pola-pembibitan-unggas-petelur. - Susilawati, E. (2010). Teknologi Budidaya Ayam Petelur. FEATI. BPTP Jambi.
https://repository.pertanian.go.id/items/92caf13d-6f70-41b9-b81c-2f5079ef1399. - Aprelia, R. (2024). Tips Singkat Keberhasilan Budi Daya Ayam Petelur.
http://cybex.id/mobile/artikel/102656/TIPS-SINGKAT-KEBERHASILAN-BUDIDAYA-AYAM-PETELUR/






