Bawang putih bukan sekadar bumbu dapur, tetapi juga memiliki peluang usaha yang menjanjikan. Untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah dan usaha tani yang menguntungkan, pemilihan varietas unggul menjadi salah satu langkah penting. Varietas yang sesuai dapat mendukung produktivitas sekaligus membantu petani menyesuaikan budidaya dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan pasar.
Beberapa varietas lokal seperti Lumbu Hijau, Lumbu Kuning, Lumbu Putih, Sangga Sembalun, dan Tawangmangu Baru memiliki potensi hasil sekitar 10–15 ton per hektare. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan benih bermutu, kondisi lahan yang sesuai, serta penerapan teknik budidaya yang tepat agar tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan umbi berkualitas.
Varietas Unggul Bawang Putih
Lumbu Hijau
Berasal dari Batu, Malang, dengan umur panen 112-120 hari. Tanaman setinggi 63-75 cm diameter batang semu 1,0-1,2 cm memiliki daun silindris pipih berwarna hijau muda agak ungu kemerahan. Umbinya berbentuk bulat telur, ujung meruncing dan dasar datar (rata), diameter umbi 3,3-3,9 cm, panjang 2,6-2,8 cm. Warna umbi putih keunguan, jumlah siung per umbi 13-20 buah. Potensi hasil mencapai 8-10 ton umbi kering per hektare. peka terhadap penyakit Alternaria sp. Cocok ditanam pada ketinggian 900-1.100 m dpl.
Lumbu Kuning
Varietas asal Batu, Jawa Timur, dengan umur panen 105-116 hari. Tinggi tanaman 57-58 cm, diameter batang semu 0,9-1,1 cm. Bentuk daun silindris, pipih, warna daun hijau muda agak kekuningan. Bentuk umbi bulat telur, ujung meruncing dan dasar datar (rata), diameter umbi 3,0-3,8 cm, panjang 2,5-2,8 cm. Warna umbi putih agak keunguan, jumlah siung per umbi 14-17 buah. Potensi hasil 6-8 ton umbi kering/ha. Peka terhadap penyakit Alternaria sp. Baik untuk daerah dengan ketinggian 600-900 m dpl.
Lumbu Putih
Merupakan varietas lokal dari DI Yogyakarta dengan umur panen 100-110 hari. Tinggi tanaman 52-65 cm, diameter batang semu 1,25-1,50 cm. Bentuk daun silindris, pipih, warna daun hijau tua agak keabuan. Bentuk umbi dasar bulat, mengarah ke segitiga dengan dasar datar (rata), diameter umbi 3,5-6,0 cm, panjang 2,6-4,0 cm. Warna umbi putih, dengan garis-garis ungu tidak merata pada ujung, jumlah siung per umbi 17-27 buah. Aroma kurang kuat. Potensi hasil 6,0-8,0 ton umbi kering/ha. Baik ditanam di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 6-200 m dpl.
Sangga Sembalun
Berasal dari Shanghai, Cina, dengan umur panen 105-110 hari. Tinggi tanaman 80-85 cm. Bentuk daun pipih, warna daun hijau agak pucat. Bentuk umbi bulat telur, ujung meruncing dan dasar datar (rata), diameter umbi 3,3-3,9 cm, panjang 2,6-2,8 cm. Kulit luar umbi berwarna putih keunguan, jumlah siung per umbi 12-14 buah. Aroma kuat. Potensi hasil 8,75 ton umbi kering/ha. Agak tahan terhadap Altenaria sp. dan Puccinia sp. Baik ditanam di daerah berketinggian 900-1.100 m dpl.
Super Putih
Asal lokal DI Yogyakarta. Umur panen 100 hari. Tinggi tanaman 52-65 cm, diameter batang semu 1,25-1,50 cm. Bentuk daun tegak. Warna umbi putih agak krem, jumlah siung per umbi 17-27 buah, panjang siung 2,3-3,1 cm, dan lebar siung 1,3-1,7 cm. Aroma kurang kuat. Potensi hasil 10-12 ton umbi kering/ha. Tahan terhadap hama trips. Cocok untuk daerah dengan ketinggian 200-1.000 m dpl.
Super Hijau
Berasal dari Batu, Jawa Timur, dengan umur panen 112-120 hari. Tinggi tanaman 63-75 cm, diameter batang semu 1,00-1,20 cm. Warna umbi putih keunguan, jumlah siung per umbi 13-20 buah, panjang siung 2,1 cm, dan lebar siung 1,1-1,2 cm. Aroma kuat. Potensi hasil 10-14 ton umbi kering/ha. Cocok untuk daerah dengan ketinggian 900-1.100 m dpl.
Super Kuning
Varietas asal Batu, Jawa Timur, dengan umur panen 105-116 hari. Tinggi tanaman 57-58 cm, diameter batang semu 0,90-1,10 cm. Warna umbi putih keunguan, jumlah siung per umbi 13-20 buah, panjang siung 2,0-2,1 cm, dan lebar siung 1,04-1,10 cm. Aroma kuat. Potensi hasil 10-12 ton umbi kering/ha. Cocok untuk daerah dengan ketinggian 600-900 m dpl.
Tawangmangu Baru
Berasal dari Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, dengan umur panen 120-140 hari. Tinggi tanaman 60-80 cm, diameter batang semu 0,8-1,2 cm. Bentuk daun pipih, warna daun hijau kebiruan. Bentuk umbi bulat telur, ujung meruncing dan dasar tidak rata. Warna umbi putih, jumlah siung per umbi 12-16 buah. Aroma kuat. Potensi hasil 8-12 ton umbi kering/ha. Agak tahan terhadap Altenaria sp., rentan terhadap trips, nematoda, dan Peronospora. Baik ditanam di tanah bertekstur remah dengan ketinggian tempat minimal 1.000 m dpl.
Dengan memilih varietas yang tepat dan menerapkan budidaya secara optimal, bawang putih dapat menjadi pilihan usaha tani yang berpotensi menghasilkan panen melimpah sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani. (WD 2026)
Sumber:
- Titisari, A. , Setyorini, E., Sutriswanto, S., Suryantini, H. (2019). Kiat sukses budi daya bawang putih. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/9503 - Basuki, R.S. , Efendi, A. M., Hermanto, C. (2019). Teknologi inovatif budidaya bawang putih. Balai Penelitian Tanaman Sayuran
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/12633





