Meskipun selama ini dikenal sebagai hama yang merugikan tanaman padi, keong mas ternyata menyimpan peluang besar sebagai sumber protein hewani murah untuk pakan unggas. Dalam bentuk tepung keong mas, bahan ini mudah dicampurkan ke dalam ransum sehingga meningkatkan kandungan nutrisinya. Ketika dipadukan dengan probiotik, pakan berbasis keong mas bahkan berpotensi memperkuat pertumbuhan sekaligus kesehatan ternak.
Keong mas (Pomacea canaliculata L.) awalnya bukanlah hama. Pada tahun 1980-an, spesies ini dibawa dari Amerika Selatan ke beberapa negara Asia sebagai calon bahan pangan alternatif. Namun, seiring waktu, keong mas justru menjadi hama utama tanaman padi. Kemampuan bertahan hidup dalam berbagai kondisi, reproduksi cepat, serta nafsu makan besar menjadikannya hama utama tanaman padi di Indonesia, Thailand, Filipina, Kamboja, dan Vietnam. Saat populasi membludak, keong mas dengan cepat menghabiskan bibit padi muda, merusak petak sawah, dan menambah beban biaya tanam bagi petani.
Meskipun demikian, sifat serbaguna hewan ini membuka peluang baru bagi sektor peternakan. Daging keong mas yang tinggi protein ternyata cocok sebagai bahan baku pakan unggas, terutama setelah diolah menjadi tepung yang tahan simpan dan mudah digunakan.
Pengolahan Tepung Keong Mas
Proses pembuatan tepung keong mas terbilang mudah sehingga bisa dilakukan di tingkat rumah tangga. Keong mas cukup direbus untuk memisahkan daging dari cangkangnya. Selanjutnya, keong mas dicuci, dijemur hingga kering, dan digiling hingga menjadi tepung halus.
Produk akhir ini dapat dicampurkan ke dalam pakan unggas tanpa perlakuan tambahan. Pengolahan sederhana ini memberikan manfaat ganda, yaitu membantu petani memberantas hama tanpa pestisida dan menekan biaya pakan yang selama ini menjadi komponen terbesar dalam usaha ternak.
Ketika dicampurkan dengan bahan pakan umum, seperti jagung giling, bekatul, dan sisa nasi, tepung keong mas dapat meningkatkan kandungan protein ransum sekaligus menjaga biaya produksi tetap rendah. Kombinasi inilah yang menjadikan keong mas menarik bagi peternak kecil.
Manfaat Tepung Keong Mas pada Performa Unggas
Perlakuan dengan 20% tepung keong mas pada ayam kampung menghasilkan performa terbaik, yaitu bobot akhir mencapai 956 gram per ekor, pertambahan bobot 85,84 gram per ekor per minggu, konsumsi 3206 gram, dan variabel konversi pakan 3,35. Dengan kandungan protein 16,66% dan energi metabolis 2770 kkal/kg, formulasi pakan ini mampu mendukung pertumbuhan ayam secara optimal.
Pada itik peking, pemberian tepung keong mas dapat menekan biaya pakan sekaligus meningkatkan performa. Penggunaan 8–10% tepung keong mas yang disertai probiotik memberikan efek positif terhadap pertumbuhan dan kesehatan itik. Sementara itu, ayam kampung super dapat merespons secara optimal pada dosis 15–20% tanpa perlu tambahan probiotik. Dengan fleksibilitas ini, tepung keong mas dapat menjadi bahan pakan lokal yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan jenis unggas yang berbeda.
Pemanfaatan keong mas sebagai tepung pakan unggas menunjukkan hama dapat diubah menjadi peluang ekonomi. Selain menekan biaya pakan dan membantu mengendalikan hama secara alami, pakan berbasis keong mas ini mengandung gizi tinggi dan mudah diolah. Dengan penerimaan yang baik pada unggas, keong mas berpotensi menjadi komoditas lokal bernilai tinggi yang menguntungkan bagi petani dan peternak. (QAR,2025)
Sumber
- Daud, M., Yaman, M., Latif, H., & Asril. (2017). Penggunaan tepung keong mas dan suplementasi probiotik dalam ransum terhadap performa itik peking. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2017. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/5010
- Kalsel, B. (2007). Keong mas. BPTP KalSel. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/10000
- Prabewi, N., Kurniawan, F., Yulianti, L., & Hafid, Z. (2019). Pengaruh tepung keong mas (Pomacea canaliculata) dalam campuran pakan sebagai pengganti konsentrat terhadap performa ayam kampung super. Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu, 1(1), 32–43. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/19914





