Tidak hanya memikat dengan bentuknya yang tegas dan eksotis, Sansevieria trifasciata atau "lidah mertua" adalah salah satu tanaman hias paling "cerdas" dalam dunia botani. Tahan banting, mudah dirawat, dan ampuh menyerap lebih dari 100 jenis polutan berbahaya, tanaman ini menjelma sebagai penjaga udara alami di rumah maupun ruang kerja . Tak heran jika tanaman ini dijuluki the natural air purifier yang paling tangguh di dunia tanaman hias.
Sansevieria trifasciata, atau dikenal dengan sebutan “lidah mertua”, merupakan salah satu tanaman hias yang mudah dijumpai di berbagai tempat—mulai dari tepi jalan, taman, hingga pekarangan, bahkan sering ditanam dalam pot sebagai penghias ruangan. Tanaman yang termasuk dalam famili Asparagaceae ini sebagian besar berasal dari benua Afrika, meski beberapa jenis juga ditemukan di Asia. Di seluruh dunia, terdapat lebih dari 600 kultivar Sansevieria, dan sekitar 100 kultivar tumbuh di Indonesia. Setiap kultivar memiliki keunikan tersendiri, mulai dari bentuk, ukuran, warna, hingga tekstur daun, menjadikan tanaman ini tidak hanya mudah dirawat, tetapi juga memiliki ragam keindahan yang kaya.
Selain bentuknya unik, Sansevieria juga dikenal sebagai tanaman pembersih udara. Penelitian Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) menunjukkan bahwa tanaman ini mampu menyerap lebih dari 107 unsur polutan berbahaya di udara. Kemampuan tersebut berasal dari kandungan pregnane glikosid, senyawa aktif yang bekerja menguraikan polutan menjadi zat yang tidak berbahaya, seperti asam organik, gula, dan asam amino. Temuan lain dari Wolverton Environmental Service bahkan menunjukkan bahwa satu helai sansevieria mampu menyerap hampir satu miligram formaldehid dalam satu jam.
Budi Daya Sansevieria
Perbanyakan tanaman ini dilakukan baik secara generatif dengan biji hasil persilangan maupun secara vegetatif melalui pemisahan anakan, setek daun, cacah daun, setek pucuk, dan setek rimpang. Metode vegetatif lebih banyak dipilih karena menghasilkan keturunan yang identik dengan induknya. Untuk setek daun, bagian daun dipotong memanjang sepanjang 7,5–10 cm, lalu ditanam pada media hingga terbentuk akar dan tunas baru.
Media tanam untuk budi daya Sansevieria adalah campuran pasir, tanah, pupuk organik dan bahan organik, seperti arang sekam atau cocopeat, dengan perbandingan 2:1:1:1. Sansevieria tumbuh baik pada ketinggian 50−1500 m dpl, intensitas cahaya matahari sedang, kelembapan udara 30−60%, suhu 20−29°C, dan pH tanah 5,5−7,0. Kombinasi kondisi tersebut membuat tanaman ini tetap tumbuh sehat, baik di pekarangan terbuka maupun sebagai tanaman hias dalam ruangan.
Pemeliharaan Sansevieria relatif mudah. Penyiraman dilakukan dengan menyesuaikan kelembapan media tanam dan pada musim kemarau cukup dilakukan 2−3 hari sekali. Pemupukan menggunakan pupuk slow release yang diberikan 2−3 bulan sekali untuk menjaga pertumbuhan tetap optimal,
Beberapa hama yang menyerang tanaman sansevieria, antara lain siput dan Thrips sp., sedangkan penyakit yang sering muncul meliputi busuk lunak pada daun, busuk akar, dan bercak daun. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan secara preventif melalui penerapanan budi daya sehat, seperti menjaga sanitasi lingkungan dan pemupukan berimbang. Penyemprotan pestisida hanya dianjurkan jika serangan OPT sudah parah dan tidak dapat dikendalikan dengan cara lain.
Manfaat Tanaman Sansevieria
Sansevieria memiliki beragam manfaat, terutama dalam menjaga kualitas udara dan kesehatan lingkungan. Kandungan pregnane glikosid pada tanaman ini mampu mengurai polutan menjadi zat tidak berbahaya, sehingga efektif membersihkan udara dari racun. Tanaman ini juga mencegah sick building syndrome, karena mampu menyerap polutan, seperti karbon dioksida, nikotin, dan zat beracun lainnya yang sering terakumulasi di ruangan ber-AC. Uniknya, sansevieria juga menyerap CO₂ pada malam hari melalui metabolisme crassulacean acid metabolism (CAM), menjadikannya ideal sebagai tanaman hias dalam ruangan.
Selain itu, tanaman ini membantu meningkatkan kelembapan udara dan berperan dalam penghijauan lingkungan, terutama di area berpolusi. Dalam pengobatan tradisional, rimpang dan daunnya dikenal berkhasiat untuk meredakan batuk dan mengobati luka gigitan ular. Selain manfaat fungsionalnya, tanaman ini juga memiliki bentuk yang menarik dan tidak membutuhkan perawatan yang rumit, menjadikannya pilihan populer sebagai hiasan ruangan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan ruang hidup yang lebih sehat dan hijau, Sansevieria hadir sebagai solusi praktis yang tak hanya mempercantik ruangan tetapi juga menjaga kualitas udara secara alami. Kemudahan perawatan, kemampuan menyerap racun, hingga manfaat tradisionalnya menjadikan sansevieria sebagai tanaman hias yang bukan sekadar hiasan. Ia adalah simbol keharmonisan antara estetika dan keberlanjutan. (HS2025)
Sumber
- Direktorat Buah dan Florikultura. (2018). Informasi teknis budi daya tanaman pot dan lanskap. Seri Tanaman Hias Potensial Penyerap Polutan. Direktorat Buah dan Florikultura. https://repository.pertanian.go.id/items/7729a78e-86a2-402e-b516-5307285a486e
- Megia, R., Ratnasari, & Hadisunarso. (2015). Karakteristik morfologi dan anatomi, serta kandungan klorofil lima kultivar tanaman penyerap polusi udara Sansevieria trifasciata. Jurnal Sumberdaya Hayati, 1(2), 34−40. http://biologi.ipb.ac.id/jurnal/index.php/jsdhayati






