Pembibitan menjadi tahap awal yang menentukan kualitas dan produktivitas tanaman nilam. Proses pembibitan yang tepat menjadi kunci utama untuk menghasilkan tanaman nilam yang produktif dan minyak atsiri berkualitas tinggi. Dari persemaian yang terawat hingga pemilihan varietas terbaik, setiap tahapan menentukan mutu akhir minyak nilam Indonesia yang mendominasi pasar dunia.
Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri, yaitu minyak nilam yang dalam dunia perdagangan internasional disebut patchouli oil. Minyak nilam digunakan sebagai bahan campuran pembuatan kosmetik, aromaterapi yang berfungsi sebagai zat pengikat/fixative agent, dan farmasi. Indonesia merupakan negara produsen minyak nilam yang menguasai pasar dunia, dan merupakan penghasil devisa terbesar dari ekspor minyak atsiri, yaitu pasokan terbesar berkisar 85% dengan rata-rata volume ekspor 1.057 ton/tahun.
Tanaman nilam sudah dikembangkan di 20 provinsi. Lima provinsi yang mempunyai luasan areal pertanaman nilam tertinggi, yaitu Jawa Timur (6.460 ha), Sulawesi Tengah (4.542 ha), Sulawesi Selatan (3.368 ha), Jawa Tengah (2.805 ha), dan Aceh (2.656 ha).
Keberhasilan budi daya nilam sangat bergantung pada pemilihan varietas unggul serta proses pembibitan yang baik untuk menghasilkan benih berkualitas tinggi. Varietas nilam yang telah dilepas dan merupakan varietas yang direkomendasikan adalah Sidikalang, Lhokseumawe, Tapaktuan, Patchoulina 1, dan Patchoulina 2.
Standar Mutu Benih
Benih berkualitas menjadi penentu utama produktivitas dan mutu minyak nilam. Untuk mendapatkannya, diperlukan teknik pembibitan yang tepat dengan memperhatikan syarat persemaian serta perlakuan benih, baik di bedengan maupun polibeg. Persyaratan yang harus diperhatikan dalam menentukan benih adalah sebagai berikut:
- Benih berasal dari tanaman induk yang sehat, bebas hama dan penyakit.
- Tanaman induk berumur 5 bulan pada panen pertama dan 4 bulan setelah panen pertama.
- Asal varietas diketahui secara pasti dan merupakan varietas murni atau tidak bercampur.
- Diameter setek 0,5–1,0 cm, tidak bengkok, mempunyai 3–4 buku.
- Pemotongan setek dilakukan pada pagi hari dan cara memotongnya meruncing tepat di bawah atau di atas buku/ruas.
- Setek benih sepanjang 20–30 cm dan mempunyai 3–4 ruas.
- Dari satu tanaman induk dapat diperoleh sekitar 40–60 setek (benih).
- Produktivitas pohon induk tinggi, yaitu sekitar 36–40 ton terna basah/ha atau 9–10 ton terna kering/ha.
Persemaian Benih Nilam
Persemaian setek nilam penting dilakukan untuk mencegah kematian bibit dan merangsang pertumbuhan akar. Penambahan pupuk hayati fungi mikoriza arbuskula (FMA) membantu penyerapan hara, meningkatkan pertumbuhan, dan memperkuat ketahanan terhadap cekaman kekeringan. Persemaian dalam polibeg lebih efisien karena hemat pupuk, mudah pemeliharaan, serta mengurangi risiko kematian benih saat pindah tanam.
Tahapan Persemaian di Polibeg
- Bahan tanaman berupa setek pucuk dengan 3–4 buku, daun yang tua dibuang, dan sisakan 1–2 pasang daun muda/pucuk. Bahan tanaman dapat juga berupa setek cabang dan setek batang dengan 3–4 buku, daun pada buku dibuang.
- Media berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1.
- Ukuran polibeg 15 cm x 10 cm, gunakan polibeg yang berlubang untuk menghindari genangan air.
- Masukan media ke dalam polibeg sebanyak ¾ bagian, biarkan selama seminggu.
- Sebelum ditanam, setek direndam dalam air kelapa 25% selama 15 menit atau dioleskan zat pengatur tumbuh (ZPT) perangsang perakaran.
- Tanam setek ke dalam polibeg pada posisi tegak sedalam 2 buku batang, dapat ditambahkan 10 gram inokulum FMA/setek, kemudian ditutup dengan sungkup plastik selama ±2 minggu untuk menjaga kelembaban.
- Pemeliharaan dilakukan dengan penyiraman, penyiangan, pemupukan daun, serta pengendalian hama dan penyakit seminggu sekali.
- Selama di persemaian, polibeg diberi naungan berupa daun kelapa/alang-alang atau paranet, dengan arah utara selatan, bagian sisi timur setinggi ±180 cm dan bagian barat setinggi ±150 cm. Panjang dan lebar naungan disesuaikan dengan jumlah benih (polibeg) yang disiapkan.
- Benih dapat dipindahkan ke kebun jika sudah berumur 4–6 minggu atau sesudah tanaman mempunyai akar cukup, tunas sudah tumbuh dan berdaun 3–4 pasang.
- Jumlah benih yang diperlukan untuk 1 ha luas lahan adalah 20.000 polibeg dan 2.000 polibeg untuk cadangan/sulaman.
Kualitas minyak nilam bermula dari pembibitan yang benar. Dengan menggunakan benih berkualitas dan penerapan teknik persemaian yang tepat, proses pembibitan nilam dapat menghasilkan benih yang sehat, kuat, dan siap tumbuh optimal di lahan. Langkah ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan produktivitas dan mutu minyak nilam.(HS2025).
Sumber
Trisilawati, O. dan Hadipoentyanti, E. (2015). Budi daya nilam yang baik dan benar. Sirkuler Informasi Teknologi Tanaman Rempah dan Obat, 2015. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/11467







