Siapa sangka pohon yang sering tumbuh di tepi jalan menyimpan kekuatan luar biasa untuk melawan nyamuk. Mimba, dengan aroma yang khas dan kandungan senyawa aktifnya, terbukti ampuh membunuh larva nyamuk sekaligus mencegahnya berkembang biak. Tak hanya efektif, ramuan mimba juga ramah lingkungan dan aman bagi manusia dan menjadikannya solusi alami yang sejalan dengan gaya hidup hijau masa kini.
Mimba (Azadirachta indica) adalah pohon ajaib yang menawarkan banyak manfaat. Daun dan biji mimba menyimpan zat bioaktif yang mampu melawan gangguan serangga dan melindungi manusia. Mimba telah digunakan dalam sistem pengobatan Ayurveda di India sebagai antiseptik alami, penurun panas, dan pembersih darah. Dalam dunia pertanian dan kesehatan mimba digunakan sebagai pestisida organik yang multifungsi. Mimba sebagai pestisida memiliki keunggulan alami karena mudah terurai, aman bagi manusia, dan tidak merusak keseimbangan ekosistem.
Senyawa aktif pada mimba terdapat dalam daun, biji, dan kulit batang dan mengandung zat seperti azadirachtin, nimbin, salanin, meliantriol, limonoid, tanin, serta minyak margosa. Zat-zat tersebut yang bekerja sebagai insektisida, antifeedant , dan repellent (penolak serangga). Azadirachtin adalah zat yang sangat berperan dalam menghambat pertumbuhan dan metamorfosis serangga dengan membuat larva gagal menjadi dewasa dan akhirnya mati secara perlahan.
Penelitian membuktikan bahwa tanaman mimba efektif mencegah pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti (penular penyakit demam berdarah) dan nyamuk Culex sp. (vektor filariasis). Ekstrak daun mimba cair sebanyak 2,5% dapat membunuh hingga 48% larva Aedes aegypti dalam waktu 24 jam, adapun ekstrak dalam bentuk serbuk dapat menewaskan 28% larva. Ekstrak biji mimba dengan konsentrasi 0,2% mampu menewaskan 90% larva nyamuk dalam waktu beberapa jam. Semakin tinggi kadar konsentrasinya, semakin tinggi daya bunuhnya.
Mimba tidak hanya membunuh larva tapi juga dapat mencegah nyamuk berkembang biak. Minyak Mimba memiliki bau khas yang menyengat, apabila disemprotkan di air nyamuk akan enggan bertelur di dalamnya. Kandungan meliantriol dan salanin berperan sebagai penolak serangga alami yang menolak kehadiran nyamuk dewasa. Larvasida mimba ini aman digunakan di area pemukiman dan penampung air karena bersifat alami dan mudah terurai.
Di beberapa negara Asia, ekstrak mimba banyak disemprotkan di sekitar rumah, taman, dan sawah untuk menekan populasi serangga tanpa merusak lingkungan. Hal ini yang kemudian membuat mimba populer sebagai pestisida nabati karena sejalan dengan konsep PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang mengedepankan keseimbangan ekosistem.
Ramuan Pembasmi Nyamuk dari Mimba
Zat Azadirachtin dalam biji dan daun mimba memberikan sensasi pahit. Melalui zat ini, proses kehidupan serangga termodifikasi hingga akhirnya mati. Serangga yang memakan daun atau air yang tersemprot zat Azadirachtin akan terpengaruh, uniknya zat ini tidak memengaruhi serangga penyerbuk tanaman yang menghisap nektar.
Pembuatan ramuan insektisida mimba dapat dilakukan dengan menggunakan biji mimba. Biji mimba yang dipakai adalah biji yang berumur 3-8 bulan, hal ini dilakukan karena kandungan Azadirachtin pada masa tersebut adalah yang paling tinggi. Berikut adalah cara mengekstrak biji mimba:
- Kupas dan pisahkan kulit biji dari biji. Kulit yang sudah terpisah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.
- Tumbuk biji dengan hati-hati, pastikan minyaknya tidak keluar.
- Kumpulkan biji yang hancur pada kain halus dan rendam dalam air selama satu malam.
- Setelah didiamkan semalaman, kain yang berisi hancuran biji diperas supaya ekstraknya keluar.
- Campurkan 1 liter air, 1 ml sabun, dan 100 gr ekstrak biji. Ramuan yang telah tercampur ini siap dipakai.
Selain ekstrak mimba, ramuan pembasmi juga dapat dibuat dengan minyak mimba dengan cara: 1) campurkan 30 ml minyak mimba dengan 1 liter air; 2) tambahkan sedikit sabun cair sebagai perekat alami. Sabun digunakan untuk mencampurkan larutan minyak dengan air sekaligus menempelkan insektisida pada tempat yang kemungkinan disinggahi nyamuk atau serangga; dan 3) cairan mimba siap digunakan.
Dalam membasmi nyamuk, selain menggunakan ramuan cair yang disemprot, minyak mimba juga dapat digunakan sebagai obat nyamuk alami sekaligus pelumas kulit. Caranya adalah dengan mencampur 2% minyak mimba dengan minyak kelapa, minyak dapat digunakan pada kulit untuk mencegah gigitan nyamuk. Adapun, 1% minyak mimba juga dapat dicampur dengan minyak tanah dan digunakan sebagai bahan bakar untuk lampu. Asap yang muncul dari pembakaran minyak mimba akan berguna dalam menghalau nyamuk.
Mimba bukan sekadar tanaman liar, melainkan warisan alam yang menawarkan perlindungan bagi manusia dan bumi. Dengan kemampuannya membasmi nyamuk tanpa merusak lingkungan, mimba menjadi simbol kecerdasan ekologi: sederhana, murah, dan efektif. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya hidup selaras dengan alam, ramuan mimba membuktikan bahwa solusi terbaik kerap tumbuh tepat di sekitar kita. (AM’2025)
Sumber:
- Hidayah, N., & Wahyudin, D. (2022). Efektivitas berbagai bentuk larvasida nabati daun mimba (Azadirachta indica) terhadap kematian larva Aedes aegypti. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 14(2). https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v14i2.2107
- Rahayu, S., & Agus, F. (2004). Mimba (Azadirachtaindica) dan manfaatnya. World Agroforestry Centre, Bogor. https://www.cifor-icraf.org/publications/sea/Publications/files/leaflet/LE0016-04.pdf
- Rahmawati, Elma. (2013). Pemanfaatan biji mimba (Azadirachta indica) sebagai larvasida nyamuk Culex sp. LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi, 2(3). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/lenterabio/article/view/4338
- Thamrin, M., Asikin, S., & Budiman, A. (2007). Potensi ekstraktan flora lahan rawa sebagai pestisida nabati. Dalam Keanekaragaman Flora dan Buah-Buahan Eksotik Lahan Rawa, hal 31-49. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian, Bogor. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/7035





