
Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan memilah dan memanfaatkan sumber yang kredibel menjadi kunci. Menjawab tantangan tersebut, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB PUSTAKA) menggelar kegiatan Literasi Informasi Pertanian di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang pada 6 April 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pejabat fungsional dengan keterampilan literasi informasi pertanian, agar lebih cakap menelusuri, mengakses, dan mengolah informasi terpercaya yang dapat mendukung kinerja dan pengambilan keputusan di bidangnya.
Pejabat Fungsional BIB Lembang diantaranya Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, Pengawas Bibit Ternak, Pengawas Mutu Pakan dan Fungsional lainnya dalam mengakses, menelusuri, dan memanfaatkan informasi pertanian dari sumber terpercaya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi jabatannya. Jumlah peserta sebanyak 30 orang.
Kepala BIB Lembang yang diwakili Kepala Sub Bagian TU BIB Lembang. Wulandini Sholihah, menyampaikan pentingnya literasi informasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Buku adalah jendela dunia. Ketika kita mulai jarang membuka buku, setidaknya kita tetap membuka akses informasi melalui perangkat digital untuk memperoleh pengetahuan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sejak tahun 2020 tuntutan kerja semakin cepat dan membutuhkan informasi yang akurat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap pegawai dapat terus meningkatkan pengetahuan, memanfaatkan jurnal ilmiah, serta memperkaya kosakata ilmiah yang menunjang pekerjaan,” tambahnya.
Selanjutnya, sambutan pengantar disampaikan oleh Kepala BB PustakaKetua Tim Kerja Layanan Perpustakaan BB PUSTAKA, Sutarsyah. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja instansi. “Perpustakaan tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga menjadi basis data yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan yang akurat dan terpercaya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam menelusuri informasi dari sumber terpercaya, termasuk pemanfaatan jurnal internasional yang telah dilanggan. “Sumber daya pengetahuan sangat penting untuk menunjang kinerja instansi, sehingga kemampuan mengakses dan mengelola informasi harus terus ditingkatkan,” tambahnya.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan sejarah dan profil BB PUSTAKA, serta program unggulan layanan perpustakaan. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai layanan digital, termasuk akses ke web repositori pertanian, jurnal EBSCO dan ProQuest, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi ilmiah terpercaya. Penyampaian materi dilengkapi dengan penayangan video profil dan promosi layanan BB PUSTAKA.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, serta praktik langsung. Pada sesi praktik, suasana berjalan kondusif di mana peserta dibimbing melalui layar presentasi yang ditampilkan di depan. Selain itu, tim kerja layanan juga secara aktif mendampingi peserta secara langsung di tempat duduk masing-masing. Peserta yang mengalami kesulitan akan dibimbing secara personal hingga benar-benar dapat mengakses jurnal dan sumber informasi yang tersedia.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, salah satunya terkait cara mengunggah dokumen majalah lama sejak tahun 2010 yang belum terdigitalisasi. Hal ini menunjukkan tingginya kepedulian peserta terhadap pengelolaan informasi yang lebih baik di lingkungan kerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan keterampilan literasi informasi, khususnya dalam menelusuri dan memanfaatkan sumber informasi terpercaya. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung kinerja dan pengambilan keputusan di lingkungan BIB Lembang. (Kontributor TR/Edit SO)
