
Bogor, 24 Februari 2026 – Penguatan kualitas penyuluhan dan layanan informasi pertanian menjadi perhatian utama dalam menghadapi percepatan transformasi digital di sektor pertanian. Kemampuan penyuluh dan aparatur pertanian dalam mengelola informasi yang akurat, relevan, dan mudah dipahami menjadi kunci efektivitas transfer pengetahuan di lapangan.
Menjawab tantangan tersebut, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian menyelenggarakan kegiatan bertema “Kemas Ulang Informasi Pertanian dan Penguatan Literasi Digital” di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wilayah IV Leuwiliang. Kegiatan ini diikuti oleh para penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam penyebarluasan informasi dan pendampingan kepada petani di wilayah kerja masing-masing.
Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Bogor, Hikmah Adnin Illiyyin, menekankan pentingnya peningkatan literasi penyuluh, mulai dari pencarian informasi, digitalisasi, hingga perancangan materi visual yang informatif. Upaya ini diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi yang lebih utuh dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan tentang pengelolaan informasi pertanian berbasis data dan sumber resmi. Peserta diperkenalkan pada berbagai sumber informasi kredibel, seperti repositori digital, publikasi ilmiah, dan portal informasi pertanian daring. Selain itu, peserta dibekali teknik pencarian informasi lanjutan melalui pemanfaatan kata kunci spesifik, pencarian berbasis domain, serta penyaringan jenis dokumen agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan relevan.
Antusiasme peserta terlihat pada sesi praktik, khususnya saat mengemas materi teknis menjadi tampilan visual yang komunikatif dan mudah dipahami. Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas penyuluh dalam menyajikan informasi pertanian semakin efektif dan adaptif terhadap perkembangan media komunikasi. (QAR, 2026).
