
LEBAK – Inovasi alat tanam menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong pertanian yang lebih efisien dan produktif. Untuk mendukung hal tersebut Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembuatan Alat Tanam Drum Seeder PM-AAS Bimtek, Jumat (25/9/2026) di BPP Malimping.
Bimtek ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Brigade Pangan (BP) dalam mengembangkan teknologi tanam yang adaptif, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan petani.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya inovasi dan teknologi modern dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia.
Kepala Badan SDM pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengungkapkan bahwa Penyuluh dituntut agar bergerak cepat, inovatif, dan aktif mendampingi petani dalam mengaplikasikan teknologi serta inovasi di lapangan.
Kegiatan ini diikuti oleh 10 BP wilayah selatan Kabupaten Lebak yang berasal dari 8 kecamatan, dengan peserta terdiri atas Manager Brigade Pangan, Kepala Divisi Alsintan, dan Penyuluh Pendamping.
Plt. BB Pustaka yang diwakili oleh LO Brigade Pangan Kabupaten Lebak, Suryono menyampaikan bahwa kegiatan bimtek ini merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian BP dalam menyediakan alat tanam yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Kegiatan bimtek ini dilakukan agar seluruh Brigade Pangan dapat mandiri membuat alat tanam PM-AAS. Selain itu, bentuk alatnya diharapkan dapat seragam, namun tetap bisa disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lahan sawah masing-masing BP,” ujar Suryono.
Menurutnya, kemampuan BP dalam membuat alat tanam secara mandiri diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam penerapan metode PM-AAS sekaligus memperkuat kemampuan petani dan anggota BP dalam mengoptimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian.
Sebagai narasumber, Praktisi Mitra Tani, Dadan Agus Kartiwa, memberikan penjelasan secara langsung mengenai tahapan pembuatan alat drum seeder, mulai dari model, komponen, proses perakitan hingga penggunaannya di lahan sawah.
Dadan menjelaskan bahwa pengembangan drum seeder tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program pertanaman padi menggunakan metode PM-AAS.
Dalam proses pengembangannya, pihaknya telah membuat dan menguji coba beberapa model alat untuk mendapatkan desain yang paling mudah dan efektif digunakan oleh petani. Kami mendukung program menanam padi menggunakan metode PM-AAS. Karena itu, kami membuat alat ini dengan beberapa model dan melakukan berbagai uji coba.
"Setelah melalui proses tersebut, akhirnya model yang dinilai sangat mudah digunakan untuk persawahan adalah drum seeder dengan model jajar legowo 6:1,” jelas Dadan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga memperoleh pemahaman teknis mengenai pembuatan dan penggunaan drum seeder. Bimtek diharapkan menjadi bekal bagi BP untuk selanjutnya mempraktikkan pembuatan alat secara mandiri bersama anggota masing-masing.
Sementara, Manajer BP Pohara, Hilmi menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi BP. "Penjelasan teknis cara membuat alat drum seeder juga sangat jelas dan detail. Setelah mengikuti bimtek ini, kami akan mencoba langsung mempraktikkan pembuatan alat drum seeder bersama anggota Brigade Pangan kami,” ungkap Hilmi.
Hilmi menambahkan, BP Pohara siap menerapkan hasil bimtek tersebut untuk mendukung pertanaman berikutnya. Sehingga untuk pertanaman berikutnya kami sudah bisa menerapkan metode PM-AAS di lahan sawah kami.
Melalui kegiatan ini, BB Pustaka tidak hanya berperan dalam mendukung penyediaan dan penyebarluasan informasi pertanian, tetapi juga turut memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lapangan.
Kemandirian BP dalam membuat dan mengoperasikan alat tanam diharapkan dapat mendukung penerapan metode PM-AAS secara lebih luas, sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan petani di wilayah selatan Kabupaten Lebak. (Rep IB/Edit SO)
