
Bogor — Keterbatasan lahan bukan lagi alasan untuk berhenti bertani. Semangat memanfaatkan ruang yang ada untuk menghasilkan pangan dan mendukung pertanian perkotaan menjadi fokus Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) melalui kegiatan LOVE (Live of Agriculture Virtual Literacy) bertema “Optimalisasi Lahan Terbatas untuk Pertanian Perkotaan”, Rabu (23/092026).
Acara ini dihadiri oleh Plt. Kepala BB Pustaka Inneke Kusumawaty, Kepala Bagian Umum BB Pustaka Revo Agri Muis, serta Katimker Pengembangan Modernisasi Pertanian BRMP Sistem Harmi Andrianyta sebagai narasumber utama, dengan dipandu oleh Juznia Andriani, selaku moderator.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala BB Pustaka, Inneke Kusumawaty, menegaskan bahwa BB Pustaka kini tidak hanya menyajikan literasi berupa teks di dalam perpustakaan, melainkan telah bertransformasi menyajikan literasi aksi dan terapan yang dapat disaksikan dan dipraktikkan secara langsung. Langkah ini menjadi bentuk komitmen BB Pustaka dalam menjembatani transfer ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian kepada masyarakat luas.
"Urban farming merupakan salah satu solusi strategis yang diawali dari hobi hingga berkembang menjadi mata pencaharian bagi para penggiatnya. Melalui optimalisasi lahan sempit di pekarangan maupun perkantoran, kita berupaya meningkatkan kapabilitas, wawasan, dan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian agar lebih produktif, bernilai ekonomis, dan berkelanjutan," ungkap Inneke.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum BB Pustaka, Revo Agri Muis, menyampaikan bahwa pemanfaatan area garasi belakang dan rooftop kantor seluas 170 meter persegi ini merupakan bentuk implementasi dari program Presiden serta arahan Badan SDM. Meski baru berjalan dalam hitungan bulan, area rooftop tersebut telah berhasil melakukan panen hortikultura sebanyak delapan kali serta budidaya ikan lele kolam terpal tanpa lumpur yang memuaskan.
Dalam pemaparan materinya, Harmi Andrianyta menjelaskan bahwa menyusutnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan, pertumbuhan penduduk, serta tingginya harga tanah menuntut masyarakat untuk beradaptasi. Berbagai model dan teknik pertanian perkotaan dapat diterapkan sesuai kondisi lahan, seperti sistem tabulampot, vertikultur, hidroponik, akuaponik/budikdamber, tumpang sari, hingga penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Prinsip utama dalam pemanfaatan lahan sempit ini meliputi penggunaan minimal input, maksimalisasi ruang, ramah lingkungan, serta efisien dan efektif guna mendukung ketahanan pangan dan gizi keluarga.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi reportase lapangan terkait praktik budidaya di lingkungan BB Pustaka mulai dari penanaman cabai, tomat, terong, hingga inovasi mina padi dalam polybag dan ember serta sesi diskusi interaktif bersama para penyuluh dan peserta dari berbagai daerah. Melalui kegiatan ini, BB Pustaka berharap masyarakat kian termotivasi untuk mengubah lahan tidak produktif menjadi ruang hijau yang produktif dan bernilai ekonomis. (Koresponden QAR/Edit SO).
