
Bogor, 24 September 2026. Industri peternakan unggas nasional mulai memasuki babak baru. Kesadaran masyarakat yang kian meningkat terhadap isu kesejahteraan hewan (animal welfare) dan kualitas pangan mendorong perubahan besar dalam sistem produksi telur di tanah air. Budi daya ayam petelur bebas sangkar (cage-free) skala komersial kini bergeser dari sekadar produk ceruk (niche market) menjadi peluang bisnis baru yang menjanjikan bagi para pelaku industri.
Sistem cage-free memungkinkan ayam bergerak bebas di dalam ruang tertutup yang terkontrol, mengepakkan sayap, hingga bertelur di sarang khusus tanpa merasa terkungkung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres unggas yang rendah berdampak positif pada kualitas telur yang dihasilkan.
Meski menyimpan potensi pasar transisi menuju sistem cage-free skala komersial bukan tanpa tantangan. Peternak dihadapkan pada kebutuhan investasi awal yang lebih tinggi untuk penyediaan lahan yang lebih luas, sistem pencahayaan dan ventilasi khusus, serta manajemen sanitasi yang jauh lebih ketat guna menjaga biosekuriti.
"Peralihan ke sistem bebas sangkar pada skala komersial membutuhkan sinergi antara kesiapan teknologi, manajemen pemeliharaan, serta kepastian pasar. Konsumen kini tidak hanya melihat harga, tetapi juga cara pangan tersebut diproduksi," ujar Muhammad Sandi Dwiyanto salah satu penulis buku.
Melihat dan menyikapi isu yang berkembang tentang manfaat cage free free, pada tahun 2025 Pertanian Press bekerja sama dengan Lever Foundation (NGO berbasis di Amerika Serikat), menerbitkan buku berjudul “Budi Daya Ayam Petelur Bebas Sangkar Skala Komersial di Indonesia” karya Muhammad Sandi Dwiyanto dan Mu-tzu dari RRC.
Plt.Kepala BB Pustaka Inneke dalam sambutannya mengatakan” kegiatan BCL yang diangkat dari buku dapat mengemas dan membedah narasi buku sehingga lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum” tegas beliau di hadapan 1764 peserta zoom BCL yang di moderatori oleh Eni Kustanti, Ketua Kelompok Substansi Penerbitan Pertanian, BB Pustaka.
Inneke melanjutkan” BCL dapat menjadi ruang untuk mendengarkan, mendiskusikan, dan akhirnya mempraktikkan apa yang diharapkan penulis”.
Melalui BCL yang dikemas secara daring ini, memberikan ruang yang luas kepada para pembaca dan masyarakat yang menyimak kegiatan ini untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana memperhatikan kesejahteraan hewan khususnya ayam petelur dan memahami prospek perkembangan pasar maupun teknologi yang berkaitan dengan ayam tersebut.
Dengan hadirnya penulis buku dan perwakilan Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak dikegiatan BCL, diharapkan dapat memberikan informasi yang utuh dan terpercaya yang memberikan manfaat dan pengetahuan bagi masyarakat. (Koresponden JO)
