
BOGOR, 10/2/2026 - Taman Baca Pustaka kini berevolusi menjadi ruang kolaborasi dan berbagi inspirasi, dalam perannya sebagai perpustakaan berbasis inklusi sosial Balai Besar Perpustakaan dan literasi Pertanian (BB Pustaka) menggerakkan kegiatan bermanfaat bagi masyarakat sekitar Taman Baca
Salah satu komunitas yang merasakan manfaat kegiatan inklusi sosial dari taman baca Pustaka adalah komunitas kelompok wanita tani Beca Meca. Kegiatan ini mampu menyedot perhatian ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Beta Meca. Dalam setiap kegiatan KWT, penyuluh serta Tim BB Pustaka selalu bersemangat
Kegiatan ini dihadiri oleh penyuluh pertanian Ibu Titik, Ibu Evrina, Ibu Ani, serta sosok penggiat perpustakaan dan penggiat pengelolaan daur ulang limbah, Umi Maryam, turut hadir membagikan kisah suksesnya dalam memberdayakan masyarakat dalam gemar membaca dan pengolahan limbah.
Dalam sambutanya, Ketua Tim Kerja Layanan Perpustakaan, Sutarsyah, memaparkan profil BB Pustaka serta memperkenalkan tiga titik layanan perpustakaan strategis yang dapat dimanfaatkan dan diakses oleh masyarakat secara gratis.
“Kegiatan inklusi ini juga menjadi ajang memperkenalkan Layanan Taman Baca dan KWT Beta Meca kepada penyuluh kabupaten, dengan harapan selanjutnya dapat dilakukan sinergi dan kerjasama kegiatan.” Ungkap Sutarsyah.
“Inti dari program Inklusi Sosial ini adalah menanamkan kesadaran bahwa literasi selain mencerdaskan juga menjadi kunci peningkatan taraf hidup masyarakat. Dengan membaca, anggota KWT diharapkan menambah wawasan juga mampu meningkatkan kualitas hasil produksi menggunakan teknologi baru.” Serunya
Kegiatan ini mengangkat tema mengenai pengolahan limbah plastik yang disampaikan oleh Penggiat Perpustakaan Desa Benteng, Ciampea Kabupaten Bogor, Umi Maryam. Ia membuktikan bahwa ide-ide kreatif yang ia eksekusi menjadi produk bernilai jual bermula dari referensi buku-buku di perpustakaan.
"Ide itu tidak muncul tiba-tiba, tapi hasil dari kebiasaan membaca. Ke depan, saya berencana mendalami pengolahan kain perca dengan mencari referensi teknis lebih lanjut di koleksi BB PUSTAKA," ujar Umi Maryam.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta, khususnya saat membahas inovasi produk dari limbah. Sebagai tindak lanjut nyata, akan segera diagendakan sesi bimbingan teknis khusus bersama Umi Maryam untuk melatih ibu-ibu KWT mengubah sampah menjadi produk kreatif siap pasar atau digunakan secara pribadi.
Kolaborasi antara perpustakaan, KWT, penyuluh, dan komunitas ini membuktikan bahwa taman baca adalah jantung pemberdayaan masyarakat. Melalui literasi yang tepat, tercipta inovasi berkelanjutan yang mampu menggerakkan roda ekonomi. (Kontributor TR/edit SO)
