
Bogor, 12 Februari 2026 – Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) terus memperkuat perannya dalam pengelolaan penerbitan pertanian melalui Pertanian Press.
Dalam rangka meningkatkan mutu produksi penerbitan, BB Pustaka menyelenggarakan kegiatan Knowledge Sharing bertema Teknik Penyuntingan (Editing) Substansi pada Proses Penerbitan Buku di kantor BB Pustaka.
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro menegaskan bahwa fungsi pengelolaan penerbitan menjadi bagian strategis dalam menghimpun dan mendiseminasikan pengetahuan pertanian guna meningkatkan kapasitas SDM pertanian menuju swasembada pangan.
Sebagai unit yang mendapat mandat pengelolaan penerbitan lingkup Kementerian Pertanian, Pertanian Press memiliki tugas utama menghimpun, mengelola, dan menerbitkan pengetahuan pertanian dalam berbagai format, mulai dari buku, buletin teknologi dan inovasi pertanian, jurnal, hingga audiovisual.
"Selain itu, Pertanian Press juga mengelola sistem penerbitan berkala, menjadi pemegang single account permohonan ISBN, serta mendiseminasikan hasil terbitan kepada masyarakat." Ungkap Eko.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Penerbitan Ilmiah Indonesia, Epik Finilih.
Pada kesempatan tersebut Efik menjelaskan bahwa editor substantif memiliki peran penting dalam memastikan konten buku, memiliki daya ubah, daya gugah, dan daya indah.
Menurutnya editor substantif atau dikenal sebagai structural editor bertugas memeriksa, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas naskah dari segi isi, struktur, dan alur secara mendalam, berbeda dengan editor bahasa yang berfokus pada tata bahasa.
Penguatan kompetensi SDM penerbitan juga diwujudkan melalui fasilitasi Assessment (Sertifikasi) Profesi Penerbitan bagi ASN Kementerian Pertanian pada November–Desember 2025.
Sebanyak 125 orang telah dinyatakan kompeten pada berbagai skema, meliputi pengelola penerbitan jurnal, penulis artikel, reviewer, editor jurnal, editor akuisisi, penyunting, hingga penulis buku.
Sertifikasi ini menjadi upaya menjaga standar kualitas hasil penerbitan sekaligus mendorong keterlibatan aktif para ASN tersertifikasi dalam penerbitan jurnal maupun buku di unit kerja masing-masing maupun melalui Pertanian Press.
Ketua Kelompok Penerbitan Pertanian Eni Kustanti, menyampaikan bahwa Pertanian Press membuka peluang kolaborasi mandiri antarunit kerja, perorangan, maupun dengan penerbit lain.
Ia menekankan pentingnya produktivitas UK/UPT lingkup Kementan dalam mendokumentasikan dan menerbitkan pengetahuan pertanian yang dimiliki, termasuk dalam format video pengetahuan yang lebih mudah dipahami dan ditiru oleh penyuluh serta petani.
Melalui dukungan SDM yang kompeten dan penerapan standar penerbitan yang profesional, BB Pustaka menghimbau seluruh UK/UPT lingkup Kementerian Pertanian untuk menerbitkan karya melalui Pertanian Press.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat diseminasi inovasi pertanian, meningkatkan kapasitas SDM pertanian, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan. (Rep FN/Edit SO)
