
Semangat Pancasila dan penguatan literasi pertanian menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Hal tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 pada 1 Juni 2026 di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. Sebagaimana biasanya Upacara Hari Lahir Pancasila tahun ini, pegawai BB Pustaka bergabung bersama di Polbangtan Bogor.
Selain di Polbangtan Bogor, sebagian pegawai juga mengikuti upacara juga di kantor pusat Kementan, bertindak selaku inspektur upacara adalah Sekjen Kementan Dr. Suwandi, dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya.
"Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan." ujarnya
"Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik." tambahnya
Sementara itu, upacara di Polbantan BogorUpacara diikuti oleh pegawai di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka), pegawai Museum Tanah dan Pertanian serta civitas akademika Polbangtan Bogor. Momentum peringatan ini dimaknai sebagai upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong budaya literasi sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Direktur Polbangtan Bogor, Dr. Yoyon Haryanto, ia menyampaikan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan di bidang pertanian.
Dalam amanatnya, Yoyon menekankan bahwa mahasiswa perlu terus meningkatkan budaya literasi, terutama literasi pertanian, sebagai bekal dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian di masa depan.
“Mahasiswa perlu membiasakan diri untuk membaca dan memanfaatkan berbagai sumber informasi pertanian. Literasi pertanian sangat penting untuk menambah wawasan, memperluas pengetahuan, serta meningkatkan kapasitas dalam mendukung kemajuan sektor pertanian Indonesia,” ujarnya.
Upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi dasar negara dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, diharapkan seluruh peserta upacara dapat semakin memperkuat semangat persatuan, gotong royong, serta meningkatkan budaya literasi sebagai salah satu upaya membangun sumber daya manusia pertanian yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat komitmen dalam mendukung pembangunan pertanian melalui peningkatan pengetahuan, inovasi, dan literasi di kalangan aparatur maupun generasi muda pertanian. (Rep. IB/Edit SO)
