Bogor, 15 Desember 2025 - Di tengah arus komunikasi digital yang semakin terbuka, kemampuan aparatur sipil negara (ASN) dalam membangun personal branding yang kredibel menjadi kunci keberhasilan penyampaian informasi publik. Kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui isi pesan, tetapi juga melalui kredibilitas serta cara penyampaian komunikator.
Atas dasar tersebut, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Public Speaking. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi komunikasi ASN agar lebih profesional, meyakinkan, dan berdaya saing dalam pelayanan publik.
Bimtek ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dwi Retno Hapsari, dosen komunikasi Institut Pertanian Bogor (IPB), serta Dina Kristina, dosen public speaking.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro, menegaskan bahwa kemampuan public speaking merupakan bagian penting dalam mewujudkan layanan prima. Menurutnya, seluruh pegawai BB Pustaka memiliki peran sebagai pelayan publik yang menjadi wajah institusi di hadapan masyarakat.
Pada sesi pertama, Dwi Retno Hapsari menegaskan bahwa public speaking merupakan keterampilan penting dalam pelayanan publik yang tidak hanya bergantung pada bakat, tetapi perlu dipersiapkan dan dilatih secara berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa tantangan umum dalam berbicara di depan umum, seperti kurangnya kepercayaan diri, suara yang kurang jelas, penguasaan materi, serta kemampuan merangkai kalimat, dapat diatasi melalui persiapan tertulis, penggunaan mikrofon yang tepat, dan latihan rutin.
Ia juga menekankan empat prinsip dasar public speaking, yaitu jelas dan mudah dipahami, sopan sesuai etika layanan, mengedepankan empati, serta profesional dalam sikap dan bahasa. Menurutnya, komunikasi verbal dan nonverbal yang efektif akan membentuk citra institusi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan public speaking menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan profesionalisme aparatur dan kualitas pelayanan publik.
Pada sesi kedua, Dina Kristina, menekankan bahwa keberhasilan dalam public speaking tidak terletak pada kesempurnaan, melainkan pada kemampuan membangun koneksi dengan audiens dan menjalani proses latihan secara berkelanjutan. “Memahami teknik serta sering practice dan perform adalah kunci utama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rasa gugup merupakan hal yang wajar dan dapat dialami oleh siapa pun, termasuk pembicara profesional. Kunci utamanya adalah kemampuan mengendalikan dan mengelola kegugupan tersebut melalui mentalitas positif dan afirmasi diri. Menurutnya, fokus pada koneksi dengan audiens, latihan vokal yang terstruktur, serta pengelolaan mindset menjadi fondasi utama untuk menjadi pembicara yang percaya diri dan efektif.
Sebagai penutup, melalui kegiatan Bimtek Public Speaking ini, BB Pustaka berharap seluruh peserta mampu menerapkan keterampilan komunikasi yang lebih baik dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan komunikasi yang profesional, empatik, dan meyakinkan, ASN di lingkungan BB Pustaka diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus membangun citra institusi yang kredibel dan terpercaya di mata masyarakat. (Rep FN/Edit SO)
