
Bogor, 14 Desember 2025 – Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) terus menunjukkan perannya sebagai motor penggerak literasi sekaligus pemberdayaan masyarakat.
BB Pustaka melalui kegiatan berbasis inklusi sosial telah mendampingi wilayah Rancamaya Kota Bogor, hal ini menjadi bukti nyata BB Pustaka terjun langsung ke masyarakat dengan memberikan edukasi yang memberi manfaat.
Kepala Balai Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro menegaskan bahwa salah satu wilayah binaan BB Pustaka adalah Kampung Durian Rancamaya yang sudah menjadi sarana edukasi, tetapi juga contoh nyata bagaimana budi daya pertanian dikembangkan menjadi agroeduwisata yang menarik minat masyarakat.
"Sejalan dengan peran BB Pustaka sebagai unit kerja Kementerian Pertanian yang menyediakan informasi dan literasi pertanian berbasis praktik, kampung Durian Rancamaya telah mendapat pendampingan dari Pustaka melalui literasi pertanian dengan mensuplay beragam informasi yang dibutuhkan oleh para petani." Ujarnya
Ke depan, BB Pustaka berharap masyarakat Rancamaya dapat tumbuh dan berkembang bersama hadirnya Kampung Durian sebagai sentra ekonomi baru. Melalui literasi pertanian yang aplikatif dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sinergi BB Pustaka dengan Kelurahan Rancamaya melahirkan berbagai program pemberdayaan. Lurah Rancamaya, Ade ilman mengapresiasi kolaborasi erat tersebut dan menyebut Rancamaya merasa istimewa atas perhatian dan dukungan yang berkelanjutan.
Menurutnya BB Pustaka telah banyak membantu kelurahan Rancamaya, diantaranya dengan memberikan literasi informasi terkait digital marketing yang telah dipraktekan langsung oleh pengelola Kampung Durian.
"Sampai saat ini Kampung Durian selalu ramai pengunjung, mereka mengetahui tempat ini dari media sosial dan internet." Ujarnya. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa BB Pustaka juga telah memberikan literasi pertanian berupa edukasi pembuatan kompos dari limbah daun kering.
"Selain itu BB Pustaka juga memberikan bantuan buku kepada taman baca yang ada di Kelurahan Rancamaya." ujar Ade. Sementara itu Penyuluh pertanian Kota Bogor, Imam Hanafi, menjelaskan bahwa Kampung Durian Rancamaya akan diarahkan menjadi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).
"P4S adalah kelembagaan pelatihan dengan metode permagangan pertanian dan perdesaan yang didirikan, dimiliki dan dikelola oleh pelaku utama dan pelaku usaha secara swadaya baik perorangan maupun kelompok." Unkap Imam
Lebih lanjut Imam mengungkapkan bahwa Penguatan P4S dilakukan melalui empat poin utama, yakni sarana dan prasarana, ruang belajar, asrama, serta kelembagaan yang masih terus didorong.
"Selanjutnya materi pelatihan mencakup budidaya durian, anggur, hingga ikan hias dengan narasumber yang merupakan para ahli di bidangnya." Ujar Imam
Sementara itu Penyuluh Pertanian Kota Bogor sekaligus penggerak kampung durian, Agus Faisal, menyampaikan bahwa sejak pencanangan kampung durian, BB Pustaka aktif bersinergi melalui focus group discusion (FGD) dan pendampingan.
"Kebutuhan informasi para petani di wilayah Rancamaya serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dijawab melalui bimbingan dan pelatihan serta pendampingan berkelanjutan." Ungkapnya (Rep FN/Edit SO)
