Bogor, 12 Desember 2025 - Dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat peran strategisnya sebagai sumber informasi dan solusi bagi masyarakat, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian menyelenggarakan “Workshop Peningkatan Kualitas pelayanan Perpustakaan”. Kegiatan ini berfokus pada penguatan profesionalisme pustakawan, optimalisasi layanan digital, dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan pengguna terhadap perpustakaan.
Ketua Kelompok Substansi Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Widaryono, menegaskan peran sentral layanan perpustakaan sebagai ujung tombak pelayanan di pustaka. Beliau memaparkan ragam lokasi layanan yang telah tersedia, meliputi: Layanan Perpustakaan Djuanda 20 di Jalan Djuanda yang merupakan Pusat BB Pustaka, lalu Perpustakaan di Jalan Ahmad Yani (yang berfokus pada Perpustakaan Digital), Kemudian Taman Baca Dramaga di dekat IPB yang secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat sekitar.
Acara dilanjutkan dengan pengenalan Website BB Pustaka oleh Ibu Sutarsyah, memaparkan informasi apa saja yang ada di dalam website BB Pustaka diantara Informasi seputar Info Literasi, Info Perpustakaan, dan berita harian BB Pustaka. Diharapkan, dengan penguasaan informasi yang ada di web BB Pustaka, seluruh pegawai dapat mengetahui informasi terkini serta meningkatkan kualitas layanan dan citra positif lembaga, termasuk melalui peran aktif tim Humas dalam menyebarkan berita terkini.
Sesi inti workshop menghadirkan narasumber praktisi dari PPM School Management, Anggun Pesona yang menekankan pentingnya layanan prima perpustakaan. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang pengembangan komunitas, dan marketing communication, Anggun banyak memberikan inspirasi dan saran-saran untuk BB Pustaka
“tipe-tipe pelanggan tidak mempunyai karakteristik yang sama-sama, yang mempunyai arti bahwa para pengguna atau pengunjung memiliki kebutuhan, tujuan, dan latar belakang yang sangat beragam. Konsekuensinya, pustakawan tidak dapat menerapkan pendekatan layanan yang seragam, melainkan harus mengenali variasi karakteristik ini.” Ujarnya
Acara utama dengan narasumber Anggun Pesona, membahas tindak lanjut implementasi pelayanan prima dengan membuat skenario menggunakan empathic script mulai dari pra kedatangan, area parkir, peminjaman dan pengembalian buku, konsultasi bagi petani / penyuluh serta bantuan pencarian informasi.
Skenario ini diharapkan memberi manfaat secara sistematis yang akan meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh, karena berfokus pada pengalaman pengguna (customer journey). serta menciptakan ikatan emosional positif antara perpustakaan dan penggunanya, meningkatkan loyalitas, mengurangi potensi keluhan, dan memperkuat citra perpustakaan sebagai solusi yang profesional dan suportif, sesuai dengan tujuan utama workshop peningkatan kualitas pelayanan prima.
Kegiatan ditutup oleh Kepala Bagian Umum BB Pustaka, Revo Agri Muis. Ia mengapresiasi Anggun dan Tim yang telah berbagi pengalaman kepada seluruh pegawai BB Pustaka. “Materi yang disampaikan beserta tim luar biasa dan menjadi hal baru yang mungkin akan kami terapkan di BB Pustaka." Ujarnya
Hal ini menandai komitmen BB Pustaka untuk segera menindaklanjuti dan mengintegrasikan pembelajaran strategis mengenai pemetaan customer journey dan pelayanan berbasis empati ke dalam operasional sehari-hari, guna mewujudkan visi perpustakaan sebagai solusi yang profesional dan suportif bagi masyarakat. (Rep FN/Edit SO)
