
Bogor, 22 Januari 2026- Tawa dan rasa ingin tahu para siswa SMK Bhakti Insani mengisi ruang perpustakaan saat mereka kunjungan ke Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka). Kunjungan ini menjadi kelas hidup bagi para siswa untuk belajar langsung tentang pelayanan prima dan pengelolaan koleksi perpustakaan yang dikelola secara profesional.
Sebanyak 30 siswa bersama guru pendamping disambut hangat oleh para pustakawan. Kegiatan diawali dengan library tour yang mengajak siswa mengenal berbagai layanan perpustakaan, mulai dari Ruang Layanan Baca di Tempat, Kids Corner, Ruang Digitalisasi, Ruang Antiquariat, hingga Ruang Preservasi.
Perhatian dan antusiasme siswa tampak meningkat saat memasuki Ruang Preservasi. Di ruang ini, pustakawan memperkenalkan proses perawatan dan pelestarian koleksi Buku/bahan pustaka langka yang terbit lebih dari 50 tahun (antiquariat), agar tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Para siswa menyaksikan langsung tahapan penyelamatan koleksi, mulai dari pencucian, laminasi menggunakan tissue Jepang, hingga penjilidan ulang. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil BB Pustaka di Ruang 2C oleh Ketua Tim Kerja Pelayanan Perpustakaan, Sutarsyah.
Dalam paparannya Ia menjelaskan bahwa BB Pustaka berdiri sejak Mei 1842 dengan nama awal Bibliotheek’s Land Plantentuin te Buitenzorg, sebelum berkembang menjadi Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian yang berada di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).
BB Pustaka saat ini mengelola puluhan ribu koleksi tercetak, koleksi elektronik, serta jurnal ilmiah berlangganan. Salah satu koleksi yang menjadi daya tarik utama adalah koleksi antiquariat. Selain pengenalan koleksi, Sutarsyah juga mengenalkan website BB Pustaka sebagai pusat informasi layanan,
“Web BB Pustaka menghadirkan info literasi, dan berita terkini, serta berbagai inovasi unggulan BB Pustaka, seperti BCL (Bincang Cerdas Literasi), LOVE (Live of Agriculture Virtual Literacy), PUBER (Pustaka Bergerak), RELASI (Repositori dan Layanan Ilmiah), dan SAPU TERAS.” Ungkapnya
Kemudian Sutarsyah menambahkan bahwa BB Pustaka terus berupaya meningkatkan layanannya untuk memperluas akses literasi pertanian. Hal itu di lakukan untuk mewujudkan Perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan.
Kepala Program Manajemen Perkantoran dan Pelayanan Bisnis SMK Bhakti Insani, Sarah Setyawati, mengapresiasi kualitas pelayanan yang diterapkan BB Pustaka. Menurutnya, penerapan service excellent yang konsisten menjadi pembelajaran berharga bagi siswa.
“Pelayanan prima di BB Pustaka sangat baik dan relevan untuk dipelajari oleh siswa kami. Mereka tidak hanya memahami sistem pengelolaan perpustakaan, tetapi juga belajar etika pelayanan, profesionalisme kerja, serta pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan di lingkungan kerja,” ujarnya.
Salah satu siswa, Anisa, mengungkapkan kesan positif atas kunjungan tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang menarik dan edukatif. “Kegiatannya seru, pelayanannya ramah, dan kami mendapat banyak pengetahuan baru, terutama tentang perawatan buku.” Serunya.
“Ruang yang paling berkesan bagi saya adalah ruang preservasi, karena di sana kami bisa melihat langsung proses perbaikan dan pelestarian buku,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, BB Pustaka menegaskan perannya tidak hanya sebagai pusat informasi dan literasi pertanian, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran layanan publik dan profesionalisme bagi generasi muda. (Rep FN/Edit SO)
