
BOGOR - Untuk meningkatkan pemanfaatan sumber informasi ilmiah dan digital pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) terus memperkuat literasi informasi digital di lingkungan Kementan melalui kegiatan Literasi Informasi Pertanian di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi (BRMP) Veteriner, Rabu (13/05/2026).
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman terus mendorong peningkatan literasi dan inovasi pertanian sebagai upaya strategis dalam mempercepat swasembada pangan, mendukung modernisasi sektor pertanian, serta melahirkan petani milenial yang berdaya saing.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa penguatan sinergi dan kolaborasi antarunit kerja di lingkungan Kementerian Pertanian menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang maju, tangguh, dan berkelanjutan.
Perwakilan BRMP Veteriner, Ketua Kelompok Program dan Perakitan Teknologi, Aulia Evi menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kemampuan mengakses informasi digital menjadi kebutuhan penting dalam mendukung kualitas penelitian dan pengembangan di era saat ini.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena membantu pegawai dan peneliti memahami cara memanfaatkan sumber informasi digital secara lebih optimal untuk mendukung pekerjaan dan penelitian,” ujarnya.
Dalam sesi materi, Tim Kerja Layanan Perpustakaan, BB Pustaka, M. Zuhdi memperkenalkan layanan Portal Perpustakaan Pertanian, repositori institusi, serta akses database internasional seperti EBSCO dan ProQuest. Peserta juga diberikan praktik langsung mengenai cara penelusuran artikel dan pengunduhan dokumen.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, terutama terkait pengunggahan dokumen ke repositori dan etika publikasi karya ilmiah. Salah satu pertanyaan yang mengemuka adalah mengenai pengunggahan dokumen ke repositori oleh pihak selain penulis atau instansi penerbit.
Menanggapi hal tersebut, tim BB Pustaka menjelaskan bahwa pengunggahan pada dasarnya menjadi tanggung jawab penulis atau instansi terkait. Namun, proses unggah juga dapat dilakukan oleh pihak lain di lingkungan Kementerian Pertanian apabila mendapat permintaan atau persetujuan dari pihak terkait.
Selain itu, peserta juga menanyakan apakah tulisan yang telah diterbitkan pada media internal instansi dapat dipublikasikan kembali pada media lain yang terdapat di repositori.
Menjawab pertanyaan tersebut, tim BB Pustaka menegaskan bahwa publikasi ulang dengan isi yang sama persis pada media berbeda tidak diperbolehkan karena dapat dikategorikan sebagai plagiasi.
“Publikasi ulang diperbolehkan apabila terdapat pengembangan, perubahan, atau modifikasi sehingga menjadi karya yang berbeda dan memiliki nilai tambah,” jelas tim pemateri.
Kegiatan ini diikuti oleh pegawai dan peneliti BRMP Veteriner dengan tujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam mengakses sumber informasi ilmiah dan digital untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan.
Melalui kegiatan ini, BB Pustaka berharap literasi informasi digital di lingkungan Kementerian Pertanian semakin meningkat, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber informasi ilmiah secara lebih optimal dan bertanggung jawab. (Kontributor TR/Edit So)
