
JAKARTA - Untuk memperluas jangkauan edukasi publik ditengah perkembangan era digital, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) turut serta gaungkan kampanye literasi di Bundaran Hotel Indonesia - Jakarta, Minggu (17/05/2026).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong penguatan literasi dan inovasi pertanian sebagai strategi percepatan swasembada pangan, modernisasi sektor pertanian, serta menciptakan generasi petani milenial yang kompeten dan berdaya saing.
Disisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti mengungkapkan bahwa BB Pustaka selaku unit kerja yang menaungi pertanian press diharapkan dapat menjadi Agricultural Knowledge Center.
"Pengetahuan menjadi kunci percepatan swasembada pangan Di tengah tantangan besar pembangunan pertanian, dari perubahan iklim hingga menurunnya minat generasi muda," ungkapnya.
Pertanian Press merupakan anggota IKAPI yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kampanye literasi. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) ke-76 yang bertepatan dengan hari Buku Nasional.
Momentum ini menjadi ajang kampanye literasi sekaligus pengingat pentingnya buku sebagai fondasi mencerdaskan bangsa di era digital.
Mewakili Kepala BB Pustaka, Ketua Kelompok Penerbitan Pertanian, Eni Kustanti mengungkapkan bahwa pertanian press merupakan unit kerja dibawah naungan BB Pustaka Kementan yang merupakan anggota IKAPI.
Pertanian press turut berpartisipasi dalam kegiatan kampanye literasi yang mengampanyekan literasi dengan membawa spanduk dan materi ajakan membaca.
Pesan yang disampaikan antara lain membiasakan baca buku minimal satu jam sehari, mendukung pembelian buku asli, bukan bajakan dan mendorong budaya baca sejak dini ini.
Ketua Umum IKAPI, Arys Hilman dalam orasinya mengajak para generasi penerus untuk menumbuhkan budaya membaca.
"Para pendiri bangsa ini, Bung Karno, Bung Hatta dan pemimpin-pemimpin lainnya telah mencontohkan, bagaimana menjadikan membaca menjadi bagian penting dalam membangun pemikirannya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan antara penerbit dan masyarakat serta mendorong kampanye budaya baca di ruang publik," ucapnya.
Kampanye juga diisi dengan kuis literasi yang melibatkan pengunjung CFD. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan buku sebagai bentuk apresiasi, yang turut serta menarik antusiasme masyarakat di lokasi kegiatan.
Kementan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budaya membaca. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan pegiat literasi dan insan perbukuan yang memadati kawasan CFD.
(R JO/Edit SO)
