
Bogor, 24 Agustus 2026. Pertanian Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya mampu menjadi petani, tetapi juga berani melihat pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Semangat tersebut tergambar dalam buku Kisah Sukses Petani Muda YESS Tanah Laut, yang menghimpun pengalaman dan perjalanan inspiratif para pemuda tani penerima manfaat Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Diterbitkan oleh Pertanian Press di Bogor pada tahun 2024 dan dieditori oleh Yulianto, dkk., buku ini menghadirkan kisah nyata para pemuda yang memilih untuk terjun ke sektor pertanian dan mengembangkan berbagai usaha berbasis pertanian. Buku ini memberikan gambaran bahwa pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi, membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan.
Buku Kisah Sukses Petani Muda YESS Tanah Laut mengangkat pengalaman para pemuda tani setelah mengikuti Program YESS. Program yang digagas Kementerian Pertanian bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) ini mendorong generasi muda untuk meningkatkan kapasitas, mengembangkan keterampilan, serta membangun usaha di sektor pertanian.
Kisah-kisah yang disajikan tidak berhenti pada cerita keberhasilan. Di dalamnya tersimpan berbagai pengalaman, tantangan, proses belajar, keberanian mengambil peluang, hingga usaha para pemuda dalam mengembangkan potensi pertanian di daerahnya.
Melalui kisah tersebut, pembaca diajak melihat bahwa menjadi petani muda dapat menjadi pilihan profesi sekaligus jalan untuk membangun usaha yang bernilai ekonomi.
Buku ini relevan dibaca di tengah tantangan regenerasi petani di Indonesia. Generasi muda memiliki peran penting dalam membawa pertanian menuju sektor yang lebih modern, inovatif, dan berorientasi kewirausahaan.
Program YESS sendiri diarahkan untuk memperkuat kapasitas generasi muda, mendorong regenerasi petani, serta meningkatkan jumlah wirausaha muda di bidang pertanian. Program tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Karena itu, pengalaman para penerima manfaat yang dituangkan dalam buku ini dapat menjadi contoh nyata bahwa sektor pertanian memiliki banyak peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh generasi muda. Kisah-kisah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dengan pengetahuan, keterampilan, keberanian, dan kemauan untuk berkembang, generasi muda dapat menjadikan pertanian sebagai pilihan profesi sekaligus sumber penghasilan yang menjanjikan. (Kontributor JO)
