
BOGOR – Transformasi digital menjadi bagian penting dalam memperkuat penyuluhan pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Untuk memperkuat kapasitas dan peran penyuluh pertanian, Kementerian Pertanian menggelar kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) Bersama Penyuluh Pertanian) On the Spot, Minggu (30/8/2026), di Gedung Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital (P3D), Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka), Bogor.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) tersebut mengangkat tema “Sosialisasi dan Pemanfaatan Aplikasi Juma AI bagi Penyuluh Pertanian”. Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para penyuluh dan insan pertanian, dengan sekitar 3.500 peserta mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom, 1204 peserta daring melalui youtube sementara 100 peserta hadir secara langsung.
Ngobras menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung tugas penyuluh pertanian.
Melalui Juma AI, penyuluh didorong untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu memanfaatkan data dan informasi sebagai bagian dari proses pendampingan petani di lapangan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penyuluh merupakan salah satu unsur penting dalam keberhasilan pembangunan pertanian. Penyuluh berperan langsung dalam mendampingi petani sekaligus memastikan berbagai inovasi dan program pemerintah dapat diterapkan secara optimal di lapangan.
Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penyuluh pertanian harus menjadi agen perubahan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Penguasaan teknologi digital, menurutnya, menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas pendampingan kepada petani.
“Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI diharapkan dapat menjadi asisten bagi penyuluh untuk memperluas jangkauan layanan tanpa menambah beban kerja fisik secara berlebihan,” ujar Kabadan Santi.
Sementara, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pengembangan Pertanian Presisi, Desrial mengungkapkan bahwa strategi manajemen cerdas yang dikolaborasikan dengan AI dapat menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih akurat karena didukung oleh data nyata dan konkret.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan petani memperoleh informasi yang lebih detail mengenai kondisi lahan, termasuk apa yang terjadi pada setiap bagian lahan yang dikelola.
Sedangkan, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Food Estate Subsektor Hortikultura, Van Basten Panjaitan, mengungkapkan bahwa kolaborasi antara kecerdasan buatan dan program Food Estate subsektor hortikultura merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi pertanian menuju sistem yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui sosialisasi Juma AI, penyuluh diharapkan tidak hanya mengenal teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung pekerjaan penyuluhan. Penggunaan data lapangan yang akurat dan diperbarui secara berkala menjadi salah satu kunci agar teknologi mampu memberikan informasi yang bermanfaat bagi penyuluh maupun pengambil kebijakan.
Penerapan teknologi berbasis AI di sektor pertanian juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan berbagai data pertanian, antara lain pola tanam, produksi, kondisi cuaca, serta hama dan penyakit tanaman. Pemanfaatan data tersebut dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan pertanian secara lebih efektif dan berbasis kondisi nyata di lapangan.
Tingginya partisipasi peserta, baik secara langsung maupun daring, menunjukkan besarnya minat penyuluh dan insan pertanian terhadap pemanfaatan teknologi digital. Kehadiran 3.500 peserta daring dan 100 peserta secara langsung juga memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap literasi dan pemanfaatan teknologi AI dalam penyuluhan pertanian semakin meningkat.
Ngobras On the Spot di Gedung P3D menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem penyuluhan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kehadiran ruang pembelajaran dan literasi digital di lingkungan perpustakaan turut memperkuat fungsi P3D sebagai tempat bertemunya pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan informasi pertanian.
Dengan semakin kuatnya kompetensi digital penyuluh, pemanfaatan AI diharapkan mampu mempercepat arus informasi dari lapangan kepada pengambil kebijakan, sekaligus mempercepat penyampaian sumber pengetahuan dan informasi kepada petani.
Pada akhirnya, penguatan kapasitas penyuluh melalui pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong pertanian modern, meningkatkan produktivitas, memperkuat kualitas pendampingan petani, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. (rep. IB/Edit SO)
