
Bogor — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) untuk meneguhkan komitmennya dalam mendukung pembangunan pertanian, swasembada pangan, serta peningkatan kualitas layanan publik pada (17/08/26).
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan kemerdekaan tahun 2026 menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan kerja nyata dan kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dalam amanat Presiden yang disampaikn oleh Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro, Indonesia resmi mencapai swasembada pangan pada 7 Januari 2026. Capaian tersebut tercermin dari surplus beras 2025 yang meningkat 13,29 persen, produksi beras 2026/2027 yang diperkirakan mencapai 38,6 juta ton, stok beras Agustus sebesar 5,25 juta ton, serta ekspor 1.000 ton beras ke Malaysia. Kinerja sektor pertanian juga ditunjukkan melalui NTP 127,84, PDB pertanian 5,74 persen, kenaikan ekspor pertanian Rp166,71 triliun, penurunan impor Rp41,68 triliun, serta opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPP 2025.
Selanjutnya Eko mengungkapkan bahwa Untuk memperkuat capaian tersebut, Kementerian Pertanian terus mengembangkan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang berpotensi meningkatkan produktivitas hingga 12,4 ton per hektare. Secara nasional, PM-AAS diproyeksikan memberikan keuntungan ekonomi hingga Rp654,33 triliun per musim, jauh lebih tinggi dibandingkan pertanian tradisional sebesar Rp207,95 triliun.
"Di tengah transformasi tersebut, BB Pustaka mengambil peran melalui penguatan literasi dan akses pengetahuan pertanian. Sejalan dengan PM-AAS, BB Pustaka mendukung penumbuhkembangan Brigade Pangan di Kabupaten Pandeglang dan Lebak melalui Oplah seluas 22,75 hektare, dukungan 165.785 benih, serta berbagai bantuan Alsintan." Ungkapnya.
"Peran tersebut diperkuat melalui LOVE (Live of Agriculture Virtual Literacy) yang menjadi sarana edukasi dan berbagi pengetahuan kepada stakeholders. BB Pustaka juga menyediakan katalog online/repository sebagai pintu gerbang pengetahuan pertanian, serta menghadirkan Info Literasi dan e-flyer teknologi inovasi PM-AAS." Tambahnya
Lebih lanjut Eko mengungkap bahwa komitmen BB Pustaka terhadap peningkatan kualitas layanan juga membuahkan sejumlah prestasi. Sejak 1 Juli 2026, BB Pustaka resmi terakreditasi ISO 9001:2015, sebagai bukti penerapan sistem manajemen mutu yang berorientasi pada pelayanan prima dan perbaikan berkelanjutan.
"BB Pustaka juga berhasil meraih Akreditasi A Perpustakaan Khusus Tingkat Nasional. Sementara itu, inovasi Pustaka Bergerak (PUBER) terus memperluas akses informasi dan literasi pertanian kepada masyarakat. Komitmen terhadap literasi hijau turut mengantarkan BB Pustaka meraih APPeL Hijau Indonesia Awards 2025 kategori Green Agriculture." Serunya.
Kepercayaan terhadap BB Pustaka juga semakin kuat. BB Pustaka dipercaya mewakili Kementerian Pertanian dalam Penilaian Pelayanan Publik KemenPAN-RB dan akan mengikuti penilaian Keterbukaan Informasi Publik pada akhir Agustus 2026 untuk meraih predikat Badan Publik Informatif.
Momentum kemerdekaan juga menjadi ruang apresiasi bagi insan perpustakaan melalui pemilihan Pustakawan Inspiratif dan Perpustakaan Inspiratif. Tiga pustakawan yang ditetapkan sebagai pemenang Pustakawan Inspiratif yaitu Mumuh Muhamad Bukhari, S.Hum. dari Balai Pengelola Hasil Perakitan dan Modernisasi Pertanian; Muhammad Syafiii Nasution, S.Sos. dari Balai Besar Kesehatan Hewan (BBKH) Cinagara; serta Nurul Sri Handini, S.IP. dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian.
Sementara itu, kategori Perpustakaan Khusus diraih oleh BRMP Tanaman Pangan, BBPP Binuang, dan Sekretariat BPSDMP. Untuk kategori Perpustakaan Perguruan Tinggi, penghargaan diberikan kepada Polbangtan Gowa, sedangkan kategori Perpustakaan Sekolah diraih SMKPPN Kupang.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar perpustakaan dan pustakawan terus menghadirkan inovasi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 RI di BB Pustaka pada akhirnya bukan sekadar seremoni. Kemerdekaan menjadi momentum untuk memperkuat tekad bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian.
Seluruh insan pertanian diajak untuk terus bekerja keras, memperkuat kolaborasi, dan menyongsong masa depan dengan optimisme. Perjuangan menuju swasembada pangan yang berkelanjutan belum berakhir.
Sebab, kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga ketika bangsa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
