
Lebak, 20 Agustus 2025– Sebagai langkah awal sinergi dalam pembentukan Brigade Pangan (BP), Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) turut hadir dalam kegiatan Panen Raya Padi yang digelar di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,. Kehadiran BB Pustaka menjadi bagian dari peran aktif dalam mendukung program pemerintah mewujudkan swasembada pangan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat, mengungkapkan bahwa panen di wilayahnya menyumbang sebanyak 338.647 ton untuk produksi padi bagi Provinsi Banten sehingga memposisikan Banten menjadi produsen padi terbesar ke-9 secara nasional. Panen kali ini merupakan masa tanam ke-2 dengan luas lahan 52.025 ha.
“Program Kementan melalui Perluasan Area Tanam (PAT) dan irigasi perpompaan sangat membantu sehingga Kabupaten Lebak dapat mencapai indeks pertanaman (IP) 200. Kabupaten Lebak menjadi salah satu lumbung padi di Banten,” ujar Rahmat.
Bupati Lebak, M. Hasbi Asydiki Jayabaya juga memberikan apresiasi kepada para petani yang telah berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan daerah. Ia berharap ke depan masa panen bisa mencapai tujuh kali dalam satu tahun.
“Hilirisasi hasil pertanian sebaiknya dimanfaatkan di lingkup Kabupaten Lebak agar dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Saya meminta agar tidak ada irigasi yang rusak, karena ini berkaitan dengan cara kita menaikkan PAD untuk kesejahteraan petani. Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan pangan lokal agar hasil panen petani dapat terserap maksimal,” ungkap Hasbi.
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan kepentingan bersama dan Lebak sebagai penghasil pangan akan terus memprioritaskan aspek tersebut.
Sementara itu, Widaryono selaku Liaison Officer (LO) BP Kabupaten Lebak yang mewakili BB Pustaka menyampaikan bahwa pihaknya hadir karena Kecamatan Cibadak telah menerapkan IP di atas 200. Dengan begitu, Kecamatan Cibadak dapat menjadi rujukan untuk pembentukan Brigade Pangan di wilayah Lebak.
“Di Kecamatan Cibadak, lahan CPCL untuk IP 100 hanya 25 ha. Target wilayah pembentukan BP selanjutnya meliputi Bayah, Kalanganyar, Cilograng, dan Panggarangan. Dengan luas minimal 150–200 hektare per lokasi. Wilayah tersebut memungkinkan dibentuk 5-6 Brigade Pangan sesuai standar,” jelas Widaryono. Rep FN/Edit SO-SWT.
