
Bogor, 30 Juli 2025 – Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) kembali menggelar program unggulannya, Bincang Cerdas Literasi (BCL). Pada edisi kali ini, BCL mengangkat tema yang cukup strategis, “Mekanisasi Pertanian: langkah cerdas menuju pertanian modern” yang berhasil menarik perhatian ratusan peserta dari berbagai latar belakang profesi dan daerah.
Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho, dalam sambutannya menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam bertani. “Mekanisme pertanian modern wajib diterapkan oleh petani saat ini, jika ingin memperoleh hasil produksi panen yang tinggi. Salah satu caranya dengan pemanfaatan alsintan, sejalan dengan era petani milenial yang dituntut lebih modern dan efisien,” ujarnya.
Tiga narasumber lintas sektor dihadirkan untuk memperkaya diskusi, yakni Mardison (dosen Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia), Rizki Safuan (Duta Brigade Pangan), dan Zulfikar (penyuluh pertanian). Ketiganya memberikan perspektif yang saling melengkapi terkait peran mekanisasi dalam mempercepat modernisasi pertanian.
Mardison menegaskan bahwa teknologi bukanlah ancaman bagi petani. “Teknologi bukan musuh petani, melainkan tangan kanan pertanian masa depan. Mekanisasi bukan hanya soal alat, tapi soal perubahan pola pikir untuk bertani lebih maju,” jelasnya dalam pemaparan ilmiah yang memantik diskusi.
Rizki Safuan, sebagai perwakilan petani muda dalam Brigade Pangan, berbagi praktik baik penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) di lapangan. “Alsintan sangat membantu kami dalam efisiensi waktu, tenaga kerja, hingga penghematan biaya. Indeks pertanaman pun meningkat dan hasil panen jauh lebih baik,” ungkap Rizki yang telah menerapkan mekanisasi secara konsisten di wilayah kerjanya.
Sementara itu, Zulfikar menyoroti pentingnya peran penyuluh sebagai pendamping utama petani dalam pemanfaatan teknologi. “Penyuluh adalah kunci keberhasilan transformasi pertanian modern. Mereka harus menjadi penggerak dalam pemanfaatan alsintan, khususnya di program-program seperti Brigade Pangan,” tegasnya.
Acara ini dipandu oleh Listina, pustakawan BB Pustaka. Ia sukses mengarahkan jalannya diskusi interaktif. Antusiasme peserta tampak tinggi, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang masuk melalui kolom chat dan diskusi yang berlangsung dinamis.
BCL kali ini tak hanya menjadi wadah berbagi pengalaman, juga menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan petani. BB Pustaka berharap program ini terus menjadi bagian dari upaya mencerdaskan petani Indonesia dan mendorong percepatan pertanian yang modern dan berkelanjutan. (Rep TR-LS/Edit SO-SWT)
