
BANTEN - Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui Gerakan Tanam seluas 50 ribu hektare yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah, Kamis ( 30/04/2026).
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia saat ini telah mencapai swasembada pangan dan mencatat berbagai prestasi di sektor pertanian.
Mentan Amran menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pelaku pertanian yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh pelaku sektor pertanian yang telah bahu-membahu hingga kita mampu meraih capaian yang baik,” ujarnya.
Sementara, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus berdasarkan data BMKG.
Suwandi menanbahkan jika Kementerian Pertanian telah mengambil sejumlah langkah strategis, diantaranya memperkuat sistem peringatan dini (early warning system), memantau data iklim secara intensif, serta memetakan daerah rawan kekeringan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong Pemerintah Daerah untuk mengusulkan kebutuhan sarana air seperti irigasi perpompaan, perpipaan, sumur dangkal maupun sumur dalam. Bahkan, Kementan telah mengalokasikan dukungan untuk pengairan lahan kering dan tadah hujan hingga mencapai 1 juta hektare. Sekitar 200 Kepala Daerah pun telah mengonfirmasi usulan tersebut.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengungkapkan bahwa seluruh komponen sumber daya manusia pertanian di Provinsi Banten turut melakukan tanam bersama. Ia juga mendorong penyuluh pertanian agar terus berinovasi dan aktif mendiseminasikan teknologi pertanian kepada petani.
“Penyuluh harus mampu menghadirkan solusi, meningkatkan produktivitas, serta menggerakkan generasi muda melalui Brigade Pangan sebagai upaya regenerasi petani,” jelasnya.
Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka), Eko Nugroho Dharmo Putro menyampaikan bahwa institusinya turut berperan sebagai pendamping Brigade Pangan di Provinsi Banten.
Program optimalisasi lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) difokuskan di dua kabupaten, yakni Lebak dan Pandeglang. Di Kabupaten Lebak, total luas Oplah mencapai 67 hektare yang tersebar di Kecamatan Malingping, Cipanas, Sajira, dan Muncang, dengan 14 Brigade Pangan yang telah terbentuk.
Kabupaten Pandeglang mencatat indeks pertanaman mencapai 3,4 kali per tahun dengan produktivitas sebesar 6,25 ton per hektare.
Secara regional, produksi pertanian di Provinsi Banten juga menunjukkan tren positif, meningkat dari 620 ribu ton menjadi 680 ribu ton atau naik sekitar 60 ribu ton.
Melalui sinergi lintas sektor dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah optimistis target swasembada pangan berkelanjutan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.(Ferdiansyah/Shinta)
