
BOGOR - Mengawali kolaborasi untuk mengembangkan layanan dan pengelolaan perpustakaan berbasis informasi dan inovasi, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor melakukan library tour ke Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka), Rabu (29/04/2026).
BB Pustaka telah menjadi rujukan nasional untuk perpustakaan khusus di bidang pertanian dengan akreditasi A.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah merupakan faktor utama dalam mewujudkan kemandirian pangan.
“Sinergi menjadi hal yang sangat penting. Tanpa kolaborasi yang solid antara pusat dan daerah, target besar seperti swasembada dan kemandirian pangan sulit dicapai secara maksimal.”
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa pertanian saat ini harus menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan nasional dan global. Karena itu, kerjasama dengan stakeholder terkait berperan penting dalam mentransformasi pertanian Indonesia.
Rombongan yang terdiri dari Kepala Dinas, pustakawan, dan jajaran disambut melalui kegiatan library tour yang membuka wawasan tentang kekayaan pertanian Indonesia. Peserta diajak menelusuri layanan baca di tempat yang nyaman.
Rak demi rak menyimpan sekitar 11.000 judul buku langka, yang menjadi saksi perjalanan panjang pertanian Indonesia, mulai dari masa kolonial hingga era modern. Di ruang ini, sejarah seolah hidup kembali melalui lembaran-lembaran yang telah bertahan puluhan hingga ratusan tahun.
Mewakili Kepala BB Pustaka, Ketua Tim Kerja Layanan Perpustakaan, Sutarsyah menyampaikan bahwa BB Pustaka memiliki beberapa titik layanan yang tersebar di beberapa lokasi.
“Layanan BB Pustaka tersebar di Jalan Djuanda, P3D, dan Taman Baca Dramaga. Kami juga menyediakan display anotasi untuk membantu pemustaka memilih koleksi. Kunjungan di Djuanda mencapai 50–100 per bulan, P3D sekitar 500 per bulan, dan Taman Baca sekitar 100 kunjungan per bulan,” ujarnya.
Pustakawan Madya, Riko Bintari menjelaskan pemanfaatan repositori pertanian sebagai salah satu layanan digital di Kementerian Pertanian. Riko menambahkan bahwa Repository Pertanian tergolong sebagai repository terbesar di bidang pertanian.
“Repositori Pertanian menjadi sarana untuk mengakses berbagai hasil publikasi dan karya ilmiah di bidang pertanian secara digital. Layanan ini memudahkan pemustaka dalam memperoleh informasi secara cepat dan luas, tanpa harus datang langsung ke perpustakaan,” jelasnya.
Ketua Tim Kerja Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Mustika menjelaskan pentingnya koleksi antikuariat beserta upaya pelestariannya.
“Koleksi antikuariat merupakan warisan pengetahuan yang perlu dijaga. Kami melakukan pelestarian melalui perawatan dan digitalisasi agar tetap dapat dimanfaatkan,” jelasnya.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, Taufik, menyampaikan kekagumannya.
“Kami sangat takjub. Koleksi ini bukan hanya banyak, tetapi juga menjadi bukti bahwa kemajuan pertanian Indonesia dibangun dari literasi dan hasil penelitian,” ujarnya.
Perjalanan dilanjutkan ke ruang digitalisasi, tempat di mana koleksi-koleksi berharga tersebut dijaga keberlanjutannya melalui teknologi. Di sini, masa lalu dan masa depan bertemu,koleksi antiquarita tidak hanya disimpan, tetapi juga dilestarikan dan diakses lebih luas.
Bagi Taufik, kunjungan ini bukan sekadar agenda, melainkan pengalaman yang layak dibagikan. Ia pun mengajak masyarakat, khususnya pelajar, untuk merasakan langsung suasana belajar di BB Pustaka.
“Kami mengimbau pelajar dari berbagai jenjang untuk datang dan belajar di sini. Layanannya sangat baik dan memberikan pengalaman yang berkesan,” tambahnya.
Pustakawan, Edi Suyanto menyampaikan bahwa pihaknya siap mendorong kolaborasi yang lebih nyata dengan BB Pustaka.
“Kami melihat peluang kolaborasi yang baik kedepannya, salah satunya dengan memasukan kunjungan ke BB Pustaka dalam paket layanan yang sudah berjalan.
Harapannya, kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat, “ ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar perpustakaan serta meningkatkan minat literasi masyarakat, khususnya bidang pertanian.(Ferdiansyah/Shinta)
