
Judul : Spodoptera Frugiperda Pada Jagung
Penyusun : Fakih Zakaria, S.P.
Penerbit : Direktorat Perrlindungan Tanaman Pangan
Tahun terbit : 2020
Jumlah halaman : V + 61 Halaman
Link : https://repository.pertanian.go.id/items/e365b0fe-b2a1-417f-bf80-f3f38823f60d
Tanaman jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang dalam proses budidayanya menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Salah satu hama yang menjadi perhatian dalam pertanaman jagung adalah Spodoptera frugiperda atau dikenal sebagai ulat grayak jagung (UGF). Hama ini merupakan spesies yang pertama kali dilaporkan ditemukan pada tahun 2019 di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, dan kemudian menyebar ke berbagai wilayah. Serangan hama ini perlu diwaspadai karena larvanya mampu menyebabkan kerusakan pada daun, titik tumbuh, hingga tongkol jagung.
Buku berjudul Spodoptera frugiperda pada Jagung diterbitkan oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian pada tahun 2020. Membahas mengenai hama Spodoptera frugiperda, mulai dari karakteristik, siklus hidup, hingga cara mengenalinya di lapangan.
Larva S. frugiperda memiliki ciri khusus berupa tanda berbentuk huruf “Y” terbalik pada bagian kepala serta empat titik gelap pada bagian abdomen yang dapat membantu proses identifikasi. Selain membahas ciri fisik hama, buku ini juga menguraikan gejala serangan pada tanaman jagung. Larva muda dapat menyebabkan daun tampak transparan akibat memakan lapisan epidermis daun, sedangkan larva yang lebih besar dapat menyebabkan daun berlubang dan mengalami kerusakan yang lebih berat. Pada kondisi tertentu, serangan juga dapat ditemukan pada tongkol jagung sehingga berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.
Pembahasan mengenai pengamatan lapangan menjadi salah satu bagian utama dalam buku ini. Pengamatan dilakukan berdasarkan kelompok umur tanaman jagung, yaitu umur 0–2 minggu setelah tanam, 2–4 minggu setelah tanam, dan lebih dari 4 minggu setelah tanam. Pembagian umur tanaman tersebut digunakan untuk membantu menentukan perkembangan serangan serta tindakan pengendalian yang sesuai.
Buku ini menjelaskan strategi pengendalian dengan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Pengendalian tidak hanya dilakukan melalui penggunaan pestisida, tetapi juga melalui berbagai metode seperti konservasi musuh alami, pemanfaatan agen hayati, pengendalian mekanis, penggunaan pestisida nabati, serta penggunaan pestisida kimia secara bijaksana apabila diperlukan.
Buku ini memiliki kelebihan dalam penyajian materi yang sistematis dan mudah dipahami. Pembaca dapat memperoleh informasi mulai dari pengenalan hama hingga langkah pengendaliannya. Buku ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menyajikan panduan praktis yang dapat diterapkan di lapangan.
Penggunaan gambar pendukung juga menjadi nilai tambah karena membantu pembaca mengenali bentuk hama, gejala serangan, serta tahapan pengamatan secara lebih jelas.
Sebagai buku panduan teknis pertanian, sebagian istilah yang digunakan masih cukup spesifik sehingga pembaca umum mungkin memerlukan pemahaman dasar mengenai ilmu pertanian. Selain itu, perkembangan teknologi pengendalian hama yang terus berkembang membuat buku ini dapat dilengkapi dengan informasi terbaru dari hasil penelitian terkini.
Secara keseluruhan, buku Spodoptera frugiperda pada Jagung merupakan buku referensi yang bermanfaat dalam memahami salah satu hama penting pada tanaman jagung. Melalui pembahasan mengenai identifikasi, gejala serangan, metode pengamatan, dan strategi pengendalian, buku ini memberikan pengetahuan yang dapat membantu pengelolaan hama secara lebih efektif dan berkelanjutan. (TR’26)
