
Judul : Prospek Pengembangan Padi Gogo: Perspektif Kebijakan dan Implementasi di Lapangan
Penulis : Afrizal Malik
Penerbit : IAARD Press
Tahun : 2017
Jumlah halaman : 137 halaman
Link akses : https://repository.pertanian.go.id/items/3eb8bddb-a7ae-41ea-a537-79cfeb105a1c
Padi gogo merupakan jenis padi yang dibudidayakan di lahan kering atau daerah bercurah hujan rendah. Pengembangannya memiliki potensi strategis dalam meningkatkan produktivitas beras sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan kering guna mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, kontribusi padi gogo terhadap perberasan nasional masih menghadapi banyak tantangan, seperti sistem budidaya yang belum optimal, minimnya penerapan teknologi serta pembinaan yang masih terfokus pada padi sawah. Oleh karena itu, peran pemerintah menjadi sangat penting dalam upaya pengembanganya.
Buku ini mengulas secara mendalam peluang dan tantangan dalam pengembangan padi gogo dari perspektif kebijakan hingga implementasi teknis di lapangan. Terdiri dari delapan bab, termasuk pendahuluan dan penutup. Bab kedua menguraikan tentang kondisi perberasan nasional sebagai gambaran umum perkembangan areal tanam, produksi dan produktivitas, sebaran daerah produksi serta kebijakan operasional yang diterapkan.
Bab ketiga, membahas peran padi gogo dalam sistem perberasan nasional, mulai dari karakteristik spesifiknya, sistem produksi, hingga sebaran dan perkembangan areal panen serta produksi. Bab empat memaparkan keberhasilan usaha tani gogo yang berhubungan dengan dukungan teknologi mulai dari budidaya hingga panen dan pascapanen. Pembahasan mencakup ketersediaan varietas lokal maupun unggul, optimalisasi pola tanam, peningkatan indeks pertanaman, serta pengelolaan tanaman terpadu,
Bab kelima, dibahas lebih rinci mengenai kinerja usaha tani padi gogo, termasuk aspek pengolahan lahan, penyiapan bibit, penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Dibahas juga mengenai praktik panen dan pascapanen, serta inovasi Largo Super yang merupakan salah satu terobosan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi padi gogo.
Bab keenam berfokus pada peluang pengembangan produksi melalui optimalisasi sumberdaya lahan, perluasan areal panen, konservasi dan rehabilitasi lahan serta dukungan logistik saranan produksi (Saprodi). Bab ketujuh, strategi pengembangan yang diharapkan menjadi acuan kebijakan, meliputi aspek penguatan kelembagaan, pembiayaan usahatani, pengembangan kemitraan, peluang pasar, serta peningkatan kapabilitas SDM pertanian. Bab terakhir menyajikan sintesis dari isi buku.
Buku ini disusun cukup komprehensif, menyajikan pembahasan berbasis data dan analisis kebijakan yang mendalam. Namun akan semakin kaya wawasan jika buku dilengkapi dengan informasi keberhasilan negara lain sebagai pembanding. Dapat dipastikan bahwa buku ini menarik dan menjadi referensi yang bermanfaat bagi akademisi, pembuat kebijakan, penyuluh serta stakeholder lainya. (DA’25)
