
Judul : Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan Untuk Komoditas Pertanian
Penyusun : Sofyan Ritung, dkk
Penerbit : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian
Tahun : 2011
Edisi : Edisi Revisi
Jumlah Halaman : 161 halaman
Link akses : https://repository.pertanian.go.id/items/3fadadc7-0c43-463d-9f71-0d57d159934a
Meningkatnya kebutuhan dan persaingan penggunaan lahan menuntut optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian secara berkelanjutan. Upaya ini memerlukan dukungan data tanah, iklim, dan kondisi lingkungan yang diperoleh melalui kegiatan dari survei serta pemetaan. Data tersebut dianalisis melalui evaluasi lahan untuk menentukan potensi, arahan penggunaan, dan perkiraan hasil produksi dengan berbagai metode yang telah dikembangkan. Namun, ketidaksesuaian antara metode evaluasi dan skala peta dapat menyebabkan hasil yang kurang akurat dan kurang efektif untuk perencanaan pertanian, terutama pada skala rinci.
Buku Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian (Edisi Revisi 2011) yang disusun oleh Sofyan Ritung, Kusumo Nugroho, Anny Mulyani, dan Erna Suryani ini merupakan pedoman teknis resmi yang diterbitkan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian di bawah Kementerian Pertanian. Buku setebal 168 halaman ini merupakan penyempurnaan edisi pertama tahun 2003, dengan penambahan parameter penting seperti ketersediaan hara dalam penilaian kesesuaian lahan. Melalui pembaharuan tersebut, buku ini dirancang untuk mendukung perencanaan pertanian berbasis sumberdaya lahan secara lebih akurat dan aplikatif.
Pada bagian awal, buku ini menjelaskan urgensi evaluasi lahan di tengah meningkatnya kebutuhan lahan dan persaingan penggunaan ruang antara sektor pertanian dan nonpertanian. Disampaikan bahwa pemanfaatan lahan yang optimal harus didasarkan pada data tanah, iklim, topografi, serta karakteristik fisik lingkungan lainnya. Evaluasi lahan diposisikan sebagai proses interpretasi ilmiah untuk menilai potensi dan arahan penggunaan lahan bagi komoditas tertentu secara berkelanjutan.
Bagian inti buku membahas konsep dasar evaluasi lahan, mulai dari pengertian lahan, penggunaan lahan, karakteristik lahan, kualitas lahan, hingga persyaratan tumbuh tanaman. Penulis menguraikan berbagai parameter teknis yang menjadi dasar penilaian seperti temperatur, curah hujan, tekstur tanah, kedalaman efektif, retensi hara, hingga bahaya erosi dan genangan. Penjelasan ini disusun sistematis dan dilengkapi tabel-tabel kriteria sehingga memudahkan pembaca memahami hubungan antara sifat fisik lahan dengan kebutuhan spesifik tanaman.
Selanjutnya, buku ini menguraikan prosedur evaluasi lahan dengan pendekatan dua tahap maupun paralel, serta menampilkan diagram alur evaluasi berdasarkan kerangka Food and Agriculture Organization (FAO). Klasifikasi kesesuaian lahan dijelaskan secara rinci ke dalam ordo (S dan N), kelas (S1, S2, S3), hingga subkelas, dengan penerapan hukum minimum Liebig dalam menentukan faktor pembatas utama. Pendekatan ini menunjukkan bahwa buku ini tidak hanya bersifat deskriptif, tetapi juga metodologis dan aplikatif.
Keunggulan utama buku ini terletak pada kelengkapan lampiran kriteria kesesuaian lahan untuk 121 komoditas pertanian, meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, rempah dan obat, kehutanan, hijauan pakan ternak, hingga perikanan air payau. Dengan cakupan yang luas tersebut, buku ini menjadi referensi penting bagi perencana pertanian, peneliti, dosen, mahasiswa, maupun pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan berbasis potensi lahan. Penyajiannya yang sistematis, berbasis standar internasional, serta relevan dengan kondisi pemetaan semi detil (skala 1:50.000), menjadikan buku ini layak direkomendasikan sebagai rujukan teknis dan akademik dalam bidang evaluasi sumberdaya lahan serta perencanaan pertanian berkelanjutan. (MZ’2026)
