
Judul : Penerapan Diseminasi Teknologi Budi Daya Padi Lahan Pasang Surut
Penulis : Akhmad Musyafak, Didik Saifuddin Anshori dan Yani Trisnawati
Penerbit : Pertanian Press
Tahun terbit : 2023
Jumlah halaman : 115 p.
Link Akses : https://epublikasi.pertanian.go.id/index.php/pertanianpress/catalog/book/82
Meningkatkan produksi pangan di Indonesia memerlukan inovasi teknologi yang tepat sasaran dan dapat diadopsi oleh petani. Namun, teknologi baru seringkali tidak dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sosialisasi ataupun pendampingan. Buku ini menyajikan hasil kajian lapangan tentang efektivitas program diseminasi teknologi pertanian, khususnya pada budidaya padi di lahan pasang surut.
Dari data dan informasi hasil kajian lapang, buku ini menjelaskan bagaimana proses diseminasi teknologi budidaya padi di lahan pasang surut dilakukan agar petani mampu mengenal, memahami, dan menerapkan. Bagian pertama membahas pentingnya diseminasi sebagai jembatan kemajuan pertanian. Dijelaskan bahwa inovasi pertanian tidak cukup hanya ditemukan, tetapi harus didiseminasikan dan dikomunikasikan agar diketahui potensi manfaatnya oleh petani dan masyarakat lebih luas. Dalam konteks ini, Kementerian Pertanian telah menggerakkan program penyebaran teknologi melalui berbagai cara seperti pelatihan, penyuluhan, dan demplot. Namun pada kenyataan difusi melambat, bahkan butuh bertahun tahun sebelum informasi tiba ke penyuluh dan petani.
Bab kedua mengulas konsep dasar tentang inovasi, difusi, dan adopsi teknologi. Dijelaskan bahwa keberhasilan adopsi bergantung pada kesesuaian teknologi dengan kondisi lokal, manfaat yang dirasakan petani, dan kemudahan penerapannya. Buku ini juga menyoroti peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak dalam menyampaikan informasi secara efektif kepada masyarakat tani.
Bab ketiga memaparkan desain pelaksanaan diseminasi bersamaan dengan survei evaluatif: riset terpakai, berbasis lapangan, memakai Teknik eksperimental dan survei. Kegiatan teknis dilakukan di Desa Sungai Kakap, Kubu Raya (Maret-Desember 2016) dengan paket PTT padi, dapok, Indo Jarwo transplanter, dan mini combiner; metode yang dipakai meliputi media cetak, penyuluhan, sekolah lapang, demplot, pendampingan, dan monev partisipatif.
Bab empat menjelaskan cara mengukur diseminasi dan tingkat adopsi (antara lain melalui model Fishbein dan kategori respons). Hasilnya: diseminasi PTT dan pembibitan dapok tergolong efektif karena nilainya lebih dari 0,61 (Nisbah 0,613 dan 0,610), sementara Indo Jarwo transplanter dan mini combine masuk kategori sedang (0,560 dan 0,591) karena terkendala pada jenis lahan pasang surut. Tingkat adopsi PTT berada pada kategori tinggi (0,6547); komponen yang kuat/cepat diadopsi antara lain sistem tanam, VUB, pemupukan berimbang, pengendalian OPT, dan bibit muda, sedangkan benih berlabel, bahan organik, pengairan berselang, dan penyiangan gulma masih dalam kategori sedang.
Bab lima merumuskan implementasi: strategi diseminasi yang efektif harus menautkan materi inovasi yang tepat guna, metode yang pas, serta keselarasan dengan sumber daya lokal dan kondisi sosial ekonomi petani; pendampingan berkelanjutan menjadi kunci. Bab terakhir sebagai penutup berupa rangkuman temuan dan implikasi kebijakan.
Secara keseluruhan, buku ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana proses penyebaran teknologi pertanian dapat dilakukan secara lebih terencana dan tepat sasaran. Meski bahasa dan beberapa istilah yang dipakai cenderung ilmiah, namun informasi yang disajikan relevan dan bermanfaat, terutama bagi pengambil kebijakan, penyuluh, peneliti dan pihak terkait. (DA’25)
