
Judul Buku : Menjaga Keberlanjutan Swasembada Pangan
Penulis : Andi Amran Sulaiman, dkk.
Penerbit : Pertanian Press
Tahun Terbit : 2023
Tebal Buku : 141 halaman
Link Akses: https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30352
Ketahanan pangan menjadi salah satu isu strategis yang terus mendapat perhatian di Indonesia. Di tengah tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, regererasi petani serta meningkatnya kebutuhan pangan, upaya menjaga swasembada pangan menjadi tugas yang semakin kompleks. Diperlukan kebijakan yang berkelanjutan, inovasi, serta sinergi berbagai pihak agar kedaulatan pangan tetap terjaga.
Buku Menjaga Keberlanjutan Swasembada Pangan, karya Andi Amran Sulaiman, Kuntoro Boga Andri, dan Abd. Haris Bahrun mengajak pembaca memahami bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang didukung kebijakan, riset, inovasi, dan kerja sama berbagai pihak.
Buku ini diawali dengan pembahasan mengenai perjalanan sejarah pertanian Indonesia sejak awal kemerdekaan. Penulis menjelaskan bagaimana pemerintah mulai membangun fondasi pertanian melalui pembangunan irigasi, pembentukan sentra produksi padi, hingga pelaksanaan program Bimbingan Massal (Bimas) dan Revolusi Hijau. Berbagai kebijakan tersebut diperkuat dengan pengembangan varietas unggul hasil penelitian dalam negeri, seperti PB, Pelita, IR, hingga Inpari yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Dari uraian tersebut, pembaca dapat memahami bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras merupakan hasil kerja panjang yang melibatkan pemerintah, peneliti, penyuluh, dan petani.
Pembahasan berikutnya mengulas berbagai tantangan baru yang dihadapi sektor pertanian. Penulis menyoroti semakin sempitnya lahan pertanian akibat alih fungsi, berkurangnya minat generasi muda untuk menjadi petani, serta ancaman perubahan iklim yang memengaruhi produktivitas pangan. Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya kebutuhan pangan seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Oleh karena itu, buku ini menekankan pentingnya inovasi dan teknologi sebagai solusi. Mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, pengelolaan irigasi, pemanfaatan pupuk secara bijaksana, hingga digitalisasi pertanian dipaparkan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Salah satu pembahasan yang menarik adalah pentingnya keberadaan peneliti pertanian. Penulis menegaskan bahwa keberhasilan menghasilkan varietas unggul tidak terlepas dari peran penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, dukungan terhadap riset, anggaran pertanian, dan sinergi antar lembaga menjadi faktor penting agar inovasi terus berkembang dan mampu menjawab tantangan pangan di masa depan.
Dari segi penyajian, buku ini memadukan uraian sejarah, data, ilustrasi, infografik, dan linimasa perkembangan pertanian sehingga informasi yang diberikan cukup komprehensif dan tetap mudah dipahami. Meskipun beberapa bagian terasa padat informasi karena banyak memuat data dan kebijakan, hal tersebut justru menjadi nilai tambah karena memberikan gambaran yang utuh mengenai perjalanan pembangunan pertanian Indonesia.
Secara keseluruhan, Menjaga Keberlanjutan Swasembada Pangan bukan sekadar buku tentang sejarah swasembada pangan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan harus dijaga melalui inovasi, riset, keberpihakan kebijakan, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Buku ini layak menjadi referensi bagi akademisi, penyuluh, mahasiswa, pengambil kebijakan maupun masyarakat yang ingin memahami dinamika pembangunan pertanian dan pentingnya sektor pertanian dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia. (TR’26)
