
Judul : Menata Jaringan Irigasi Mempercepat Swasembada Pangan
Penulis : Andi Amran Sulaiman dkk.
Penerbit : IAARD Press
Tahun Terbit : 2018
Jumlah Halaman : 140 p.
Link Akses : https://repository.pertanian.go.id/items/17b2bbdd-36f8-48a9-b4a4-aa4958543f50/full
Pencapaian swasembada pangan merupakan program strategis pemerintah yang menuntut peningkatan produksi pertanian secara berkelanjutan. Hal ini memerlukan dukungan berbagai komponen produksi, terutama ketersediaan air melalui jaringan irigasi yang terkelola dengan baik. Karena itu, penataan jaringan irigasi menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air yang cukup sehingga lahan tetap produktif sepanjang musim dan indeks pertanaman dapat ditingkatkan.
Buku “Menata Jaringan Irigasi: Mempercepat Swasembada Pangan” mengulas secara utuh bagaimana penguatan infrastruktur irigasi berkontribusi nyata terhadap pencapaian target pangan nasional. Buku ini disusun dalam tujuh bab yang saling melengkapi. Bab pertama mengulas tentang pengertian irigasi dan kaitannya dengan swasembada pangan. Pada bagian ini dijelaskan peran irigasi sebagai fondasi keberlanjutan sistem produksi, sekaligus gambaran umum kondisi jaringan irigasi nasional yang sebagian besar telah menua dan membutuhkan perbaikan.
Bab kedua tentang sumber air irigasi, menjelaskan mengenai berbagai sumber air irigasi, seperti sungai, embung, air tanah, hingga aliran permukaan. Penjelasan dilengkapi dengan data yang menunjukkan jaringan irigasi permukaan di Indonesia yang telah berumur dan perlunya revitalisasi. Bab ini juga memuat contoh teknologi pemanfaatan sumber air termasuk irigasi tetes, irigasi pompa tenaga surya, embung, dam, parit, dan teknik survei potensi sumber air menggunakan geoscanner.
Bab ketiga revitalisasi jaringan irigasi, mengupas revitalisasi dari sisi fisik, teknis, hingga kelembagaan. Termasuk dasar hukum, strategi rehabilitasi, serta ragam jaringan irigasi (permukaan, perpipaan, dan air tanah). Bab ini memaparkan program-program nasional seperti Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) dan Jaringan Irigasi Desa (JIDES) yang tidak hanya menyasar perbaikan fisik saluran tetapi juga memperkuat kelembagaan petani pengguna air sebagai pengelola utama jaringan di tingkat lapangan.
Selanjutnya bab empat mengenai optimalisasi pengelolaan air menjelaskan upaya meningkatkan efisiensi distribusi dan penggunaan air. Menguraikan teknik-teknik irigasi modern, teknologi hemat air, serta penerapan praktik budidaya yang mendukung peningkatan produktivitas tanpa menambah kebutuhan air secara berlebihan.
Kebijakan dan regulasi yang mengatur pengelolaan irigasi di Indonesia pada bab lima, memberikan gambaran kerangka hukum, pembagian kewenangan antar lembaga, serta mekanisme pembiayaan, pembangunan dan pemeliharaan irigasi. Selanjutnya kontribusi jaringan irigasi terhadap swasembada pangan dibahas khusus dalam bab enam. Memberikan gambaran tentang kesesuaian antara pembiayaan dan peningkatan produktivitas dengan adanya revitalisasi yang menyeluruh dan terintegrasi memberikan pengaruh yang positif.
Penataan jaringan irigasi sebagai urgensi yang berkelanjutan menjadi bab penutup dari buku ini, bahwa rehabilitasi dan revitalisasi jaringan irigasi telah berhasil meningkatkan produksi yang berdampak terhadap swasembada pangan serta peningkatan pendapatan petani. Keberlanjutan fungsi jaringan irigasi secara optimal perlu terus mendapat perhatian mengingat perubahan iklim dan tata guna lahan masih terus berlangsung.
Buku ini disusun sistematis, relevan dilengkapi data dan visual yang kuat sehingga memberikan gambaran komprehensif tentang berbagai program dan konsep mengenai tata kelola air dalam mendukung peningkatan produksi. Hanya saja bahasa teknis yang digunakan cukup berat sehingga pembaca awam mungkin perlu waktu dalam memahami. Buku ini direkomendasikan bagi periset, perencana, pembuat kebijakan serta informasi yang berharga bagi masyarakat yang memerlukan rujukan resmi dalam perencanaan pengelolaan irigasi. (DA’25)
