
Judul : Kemiri Sunan Sumber Energi Terbarukan
Pengarang : Evi Savitri Iriani, dkk.
Penerbit : Pertanian Press
Tahun terbit : 2024
Jumlah halaman : 114 halaman
Link akses : https://epublikasi.pertanian.go.id/index.php/pertanianpress/catalog/book/112
Krisis energi global mendorong pencarian sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu tanaman yang kini dilirik adalah kemiri sunan, Selain dari bijinya bisa diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan, sementara hasil sampingnya, seperti bungkil, daun, kulit buah, hingga kayunya tetap bermanfaat, baik untuk pupuk organik, pakan ternak, briket, maupun konservasi lahan. Kemiri sunan sangat potensial untuk dikembangkan dan menempati posisi strategis dalam peta inovasi energi terbarukan di Indonesia.
Buku ini memberi penjelasan secara komprehensif potensi kemiri sunan, teknik budidaya, hingga analisa usaha, sekaligus menegaskan peranya dalam mendukung energi terbarukan di Indonesia. Pada bab pertama pembahasan dengan menekankan pentingnya energi terbarukan dan posisi strategis kemiri sunan sebagai salah satu sumber alternatif energi masa depan. Bab dua memperkenalkan kemiri sunan dengan menyoroti potensi kemiri sunan, fungsi konservasi dan reklamasi, hingga tantangan dalam pengembanganya.
Selanjutnya bab tiga menjelaskan cara perbanyakan benih baik secara generatif maupun vegetatif, serta deskripsi sumber benih kemiri Sunan dan Kemindo disertai gambar penampilan pohon. Bab empat menjelaskan aspek teknis budidaya, meliputi teknik penanaman, pemupukan, dan pemeliharaan tanaman. Penjelasan ini dilengkapi dengan panduan praktis yang bisa diterapkan petani.
Bab lima membahas berbagai hama dan penyakit yang menyerang kemiri sunan, seperti ulat dan penggerek batang, serta metode pengendaliannya. Bab enam kemudian menguraikan cara panen buah hingga penanganan pascapanen agar mutu biji tetap terjaga.
Proses pengolahan menjadi biodiesel dijelaskan khusus pada bab tujuh, mulai dari ekstraksi minyak hingga konversi menjadi bahan bakar. Pembahasan ini menjadi kunci untuk memahami bagaimana kemiri sunan bisa masuk dalam rantai energi terbarukan, serta alternatif pemanfaatan kemiri sunan sebagai pupuk organic, biopestisida serta briket.
Dari sisi ekonomi, pada bab delapan menyajikan analisis usaha tani biodiesel kemiri sunan, membahas peluang keuntungan sekaligus tantangan pengembangannya. Sementara bab terakhir mengenai pentingnya energi baru terbarukan demi keberlanjutan bumi, menempatkan kemiri sunan sebagai bagian dari solusi jangka panjang.
Secara keseluruhan, buku ini memadukan aspek teori, teknis, dan analisis ekonomi dalam satu kesatuan yang runtut. Pembahasan sistematis dan meskipun menggunakan bahasa yang ilmiah, isinya masih cukup mudah dipahami. Namun akan lebih lengkap seandaikan dilengkapi dengan contoh sukses sehingga akan membantu menentukan tingkat keberhasilan implementasi di lapangan. Meski begitu, buku ini tetap layak dijadikan rujukan oleh akademisi, penyuluh, pengambil kebijakan, maupun praktisi pertanian yang tertarik pada energi terbarukan. (DA’25)
