
Judul : Keamanan Biopestisida: Kunci sukses komersialisasi
Penulis : Supriadi, Rohimatun, Miftakhur Rohmah
Penerbit : IAARD Press
Tahun terbit : 2022
Jumlah halaman : 118 halaman
Link akses : https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/18220
Meningkatnya kesadaran global akan dampak negatif dari pestisida kimia dalam budidaya pertanian, mendorong upaya untuk mencari alternatif pengganti pestisida yang aman dan berkelanjutan. Biopestisida, baik yang berasal dari mikroba maupun tumbuhan, menawarkan solusi pilihan lebih baik, namun dibalik itu masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Bahan baku pestisida, disamping berkhasiat dalam pengendalian hama penyakit, juga berpotensi menyebabkan keracunan pada manusia, hewan, dan lingkungan. Begitu juga untuk memperoleh produk komersial, masih banyak kendala terutama pada aspek stabilitas, efektifitas dan keamanan produk.
Buku bertajuk “Keamanan Biopestisida: kunci sukses komersialisasi” menguraikan satu aspek penting dari rangkaian penelitian untuk menguji keamanan dari suatu biopestisida sebelum masuk skala pengujian efikasi dan komersialisasi. Sesuai dengan pedoman FAO dan WHO, agen hayati yang digunakan dalam bidang pertanian harus aman terhadap manusia, hewan, dan lingkungan. Beberapa keunggulan, dampak buruk serta kendala diuraikan singkat dalam pendahuluan buku ini.
Bab kedua penulis memperkenalkan biopestisida yang merupakan bahan kimia, berasal dari bahan alami untuk mengendalikan organisme pengganggu. Bab selanjutnya membahas jenis-jenis biopestisida, baik dari tumbuhan (pestisida nabati) maupun dari mikroba, yang mengandung mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus serangga, protozoa, dll, merupakan ragam hayati yang dapat dikembangkan sebagai bahan aktif biopestisida. Juga menjelaskan mekanisme kerja, potensi dan contoh produk yang telah banyak digunakan seperti Bacillus thuringiensis atau Beauveria bassiana.
Pembahasan bab keempat berfokus pada aspek regulasi dan pentingnya landasan hukum serta database keamanan yang menjadi dasar validasi produk. Penulis mengutip aturan dari WFO, WHO, dan peraturan nasional seperti Keputusan Menteri Pertanian yang mengatur ketentuan keamanan dan kualifikasi produk biopestisida di Indonesia.
Uji hemolisis dan hipersensitivitas merupakan evaluasi awal keamanan mikroba, khususnya bakteri, yang akan digunakan sebagai agen hayati. Uji hemolisis digunakan sebagai indikator awal keamanan terhadap manusia dan hewan, sedang hipersensitivitas sebagai indikator patogenisitas terhadap tumbuhan. Hal ini dipaparkan pada bab lima secara singkat disertai gambar,
Fitotoksisitas dibahas khusus pada bab keenam. Dijelaskan berbagai parameter dan indikator untuk menilai gejala fitotoksisitas serta metode yang dapat digunakan untuk pengujian fitotoksisitas. Sedangkan pada bab tujuh pembahasan berfokus pada toksisitas pada musuh alami dan larva udang.
Pembahasan mengenai pengujian terhadap kemungkinan reaksi alergi dan resistensi terhadap antibiotic ada di bab kedelapan. Dilanjutkan bab 9 dan 10 melengkapi pembahasan dengan teknik isolasi dan identifikasi mikroba agens hayati, baik secara konvensional maupun molekuler, yang menjadi syarat mutlak dalam proses pendaftaran produk.
Bab terakhir membahas bahan aktif dari tumbuhan (pestisida nabati) meliputi pemilihan bagian tanaman, cara ekstraksi, dan uji efektivitas. Penulis menekankan pentingnya pengolahan bahan baku yang tepat agar kualitas dan keamanan produk terjaga.
Meskipun buku ini terasa berat bagi pembaca awam, namun dengan struktur yang jelas dan konten yang padat buku ini sangat berharga bagi siapapun yang terlibat dalam riset, pengembangan atau regulasi biopestisida. Melalui penyampaian bahasa yang cukup teknis, buku ini layak menjadi panduan dalam mendorong pengembangan pestisida yang efektif sekaligus aman untuk dikomersialisasikan. (DA’25)
