
Judul : Inovasi Teknologi Budidaya Kacang Tanah pada Beragam Agroekosistem di Indonesia
Penyusun : Agustina Asri Rahmianna, dkk.
Penerbit : Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang
Tahun terbit : 2024
Jumlah halaman : 28 halaman
Link akses : https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/24637
Kacang tanah merupakan sumber protein nabati penting dalam pangan nasional. Komoditas tanaman pangan ini menyumbang nilai ekonomi signifikan, baik di tingkat petani, industri, maupun konsumen. Namun, di balik nilai manfaatnya, produksi kacang tanah di Indonesia masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari rendahnya produktivitas, keterbatasan varietas unggul, hingga adaptasi terhadap berbagai kondisi agroekologi yang beragam. Untuk itu pembahasan mengenai inovasi teknologi kacang tanah pada berbagai agroekosistem di Indonesia menjadi hal yang penting.
Buku ini terdiri dari empat bagian, pada bagian pertama membahas pentingnya kacang tanah dalam sistem pertanian nasional, produktivitas dan produksi serta faktor abiotic dan biotik yang mempengaruhi pertumbuhan pada sepuluh tahun terakhir sebelum 2023.
Selanjutnya bab kedua membahas pentingnya kedudukan kacang tanah pada pola usaha tani. Kacang tanah sebenarnya bisa ditanam secara monokultur ataupun tumpangsari dengan pertimbangan produktivitas pada agroekosistem yang berbeda. Kacang tanah juga cenderung peka terhadap pengaruh jenis tanaman lain, Maka pembahasan dalam bab ini menyoroti pada pola tanam yang memberikan tingkat keuntungan tertinggi dengan Nisbah kesetaraan lahan atau Land Equivalent Ratio LER sebagai parameter untuk mengukur keuntungan pola tumpang sari dibandingkan dengan monokultur. Seperti tumpang sari kacang tanah dengan jagung, kacang tanah dengan tebu menghasilkan nilai LRN > 1.
Bab ketiga, mengulas tentang paket teknologi budidaya berbasis pengelolaan tanaman terpadu dalam upaya mendongkrak produksi kacang tanah dan pendapatan petani. Beberapa aspek mendukung termasuk pemerintah dan pelaku utama petani dalam bersinergi dengan paket teknologi budidaya yang bersifat partisipatif, spesifik lokasi, terpadu, sinergi atau serasi serta dinamis. Secara terperinci dijelaskan pula beberapa komponen teknologi dasar yang dianjurkan untuk diterapkan di semua areal pertanaman dan komponen teknologi pilihan, yang dilaksanakan sesuai kondisi, kemauan dan kemampuan petani setempat.
Bagian terakhir yang menjadi inti dari buku ini yaitu pengembangan paket teknologi budi daya spesifik agroekologi. Terlebih dahulu dijelaskan mengenai unsur-unsur agroklimatologi daerah penghasil kacang tanah di Indonesia yang merupakan daerah tropik basah. Ada enam agroekologi di Indonesia yang sesuai untuk tanaman kacang tanah yaitu agroekologi lahan sawah irigasi, lahan sawah tadah hujan, lahan kering iklim kering tipe iklim D3, agroekologi lahan kering iklim kering tipe iklim E, lahan kering masam, serta lahan pasang surut. Beberapa rakitan paket teknologi pada berbagai agroklimat disajikan dalam bab ini secara berurutan, dengan komponen teknologi dasar dan komponen pilihan yang dianjurkan.
Pada bab penutup menekankan bahwa dengan pendekatan spesifik agroekologi, diharapkan produktivitas kacang tanah dapat meningkat, memperkuat ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani.
Buku ini cukup inspiratif dan aplikatif, sehingga menjadi referensi yang berharga baik bagi masyarakat tani, pengusaha tani, pengambil kebijakan serta masyarakat umum yang tertarik ingin memahami budidaya kacang tanah spesifik lokasi. Meskipun secara teori pembahasan buku kurang menyeluruh dan untuk pembaca umum mungkin kurang memperoleh pemahaman yang dalam tetapi sebagai referensi singkat buku ini cukup membantu dalam menambah wawasan pembaca. (DA’25)
