
Judul : Gogo Kambing Pedaging
Penyusun : Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian
Penerbit : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian
Tahun terbit : 2019
Jumlah halaman : iv, 48 hlm
Link : https://repository.pertanian.go.id/items/68eaa1e6-e52e-488b-bdae-70a45eb26660
Buku Gogo, Kambing Pedaging terbitan Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, tahun 2019 merupakan buku edukatif berbentuk komik yang dirancang untuk memperkenalkan dunia peternakan kambing kepada pembaca, khususnya anak-anak dan remaja. Buku ini mengisahkan perjalanan tokoh utama bernama Gogo, seekor kambing pedaging, bersama sahabatnya Boerka, yang berinteraksi dengan Pak Ino, Bagus, dan Satrio. Melalui dialog yang ringan dan alur cerita yang sederhana, pembaca diajak memahami berbagai aspek penting dalam beternak kambing, mulai dari asal-usul kambing, jenis-jenis kambing yang dibudidayakan di Indonesia, perbedaan kambing jantan dan betina, hingga karakteristik kambing pedaging dan kambing perah.
Selain itu, buku ini juga memberikan pengetahuan praktis tentang pemeliharaan kambing, seperti jenis kandang yang baik, pakan yang bergizi, pentingnya kebersihan kandang, serta perawatan kesehatan ternak melalui pemotongan kuku, vaksinasi, pemberian obat cacing, dan pencegahan penyakit. Tidak hanya membahas tahap pertumbuhan, buku ini juga menjelaskan proses reproduksi kambing secara runtut, mulai dari masa bunting, tanda-tanda menjelang kelahiran, proses melahirkan, hingga perawatan anak kambing setelah lahir, termasuk pentingnya pemberian kolostrum sebagai sumber antibodi pertama. Dengan cara ini, pembaca tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga pemahaman praktis mengenai siklus kehidupan kambing secara utuh.
Kelebihan utama buku ini terletak pada penyajiannya yang komunikatif dan didukuung oleh visual yang menarik. Ilustrasi berwarna serta gaya bahasa yang sederhana membuat materi yang bersifat ilmiah terasa lebih mudah dipahami dan tidak membosankan. Buku ini juga mengandung nilai pendidikan karakter, seperti kepedulian terhadap hewan, tanggung jawab dalam merawat makhluk hidup, serta kesadaran akan pentingnya sektor pertanian dan peternakan bagi kehidupan manusia.
Dari sisi buku ini lebih menekankan pada pengenalan dasar sehingga pembahasan yang disajikan belum menjadi fokus belum cukup mendalam untuk pembaca tingkat lanjut, seperti mahasiswa atau praktisi peternakan. Hal ini sejalan dengan tujuan buku sebagai media edukasi berbasis komik yang ditujukan bagi pembaca pemula.
Namun demikian, secara keseluruhan Gogo, Kambing Pedaging merupakan bacaan yang cukup informatif dan menarik sebagai sarana literasi pertanian, karena mampu memadukan unsur cerita, informasi, dan pesan moral dalam satu kesatuan yang menarik dan mudah dipahami. (TR’26)
