
Judul : De Nuttige Planten van Indonesie
Penulis : K. Heyne
Penerbit : W. van Hoeve
Edisi : Edisi ketiga
Tahun Terbit : 1950
Jumlah Halaman : Jilid 1: 1450 Halaman, Jilid 2: 1451-1660 Halaman
Bahasa : Belanda
Akses Baca : Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Jl. Ir. H. Juanda No. 20, Kota Bogor
Indonesia memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi, yang sejak dahulu telah dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan kehidupan. Tumbuhan tidak hanya berperan sebagai sumber pangan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan serat, pembungkus, rempah, obat, bahan kerajinan, serta berbagai keperluan lainnya. Gambaran mengenai keragaman pemanfaatan tersebut terdokumentasi dalam buku De Nuttige Planten van Indonesie karya K. Heyne. Buku ini menjadi salah satu karya penting yang mencatat tumbuhan berguna di Indonesia sekaligus pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatannya.
De Nuttige Planten van Indonesie merupakan salah satu karya botani yang memberikan gambaran luas mengenai tumbuhan yang memiliki nilai guna di Indonesia. Buku karya K. Heyne ini disusun berdasarkan kebutuhan akan suatu karya rujukan yang menghimpun berbagai informasi mengenai tumbuhan berguna di Indonesia, khususnya jenis-jenis yang belum banyak dibahas dalam buku-buku sebelumnya. Penyusunannya kemudian terus dikembangkan melalui penambahan informasi dan penyempurnaan berdasarkan perkembangan pengetahuan botani pada masanya.
Buku ini memiliki cakupan pembahasan yang sangat beragam, dengan perhatian utama pada tumbuhan yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Informasi tidak hanya berkaitan dengan identitas tumbuhan, tetapi juga mencakup berbagai bentuk pemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat. Pembahasan meliputi tumbuhan pangan, sumber serat, tanaman rempah dan aromatik, bahan obat, bahan pembungkus, serta tumbuhan yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Keberagaman tersebut memperlihatkan bahwa tumbuhan memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia. Selain tumbuhan yang umum dikenal, buku ini juga mencatat jenis-jenis yang pemanfaatannya bersifat lokal atau terbatas, sehingga memberikan gambaran mengenai kekayaan sumber daya hayati sekaligus pengetahuan tradisional yang berkembang di berbagai daerah.
Salah satu kekuatan buku ini adalah pencantuman nama-nama lokal tumbuhan beserta informasi yang berkaitan dengan wilayah dan penggunaannya. Nama lokal tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi membantu memperlihatkan keragaman istilah dan pengetahuan masyarakat dalam mengenali tumbuhan. Pendekatan tersebut memberikan nilai penting bagi kajian botani sekaligus etnobotani, karena memperlihatkan hubungan antara karakter tumbuhan dengan cara masyarakat memanfaatkannya.
Berbagai contoh dalam buku menunjukkan luasnya pemanfaatan tumbuhan di Indonesia. Pada kelompok alga, misalnya, dibahas jenis-jenis yang ditemukan di perairan Indonesia dan pemanfaatannya sebagai bahan pangan maupun keperluan lainnya. Pada kelompok pisang (Musa), pembahasan tidak terbatas pada buah, tetapi juga mencakup pemanfaatan bagian lain dari tanaman. Musa textilis, misalnya, dikenal sebagai penghasil serat yang dapat digunakan untuk membuat benang dan bahan anyaman.
Menariknya, buku juga mencatat pemanfaatan tumbuhan yang sederhana tetapi dekat dengan kehidupan sehari-hari. Heliconia indica, misalnya, dimanfaatkan daunnya sebagai alas dan pembungkus, termasuk untuk keperluan makanan dan memasak. Contoh tersebut menunjukkan bahwa nilai guna suatu tumbuhan tidak selalu ditentukan oleh nilai ekonominya, tetapi juga oleh manfaat praktis yang diberikan kepada masyarakat.
Secara keseluruhan, De Nuttige Planten van Indonesie merupakan karya yang penting dalam dokumentasi tumbuhan dan pemanfaatannya di Indonesia. Kekayaan informasi mengenai jenis tumbuhan, kegunaan, nama lokal, serta praktik pemanfaatan masyarakat menjadikan buku ini tidak hanya bernilai bagi kajian botani, tetapi juga bagi kajian sejarah, budaya, ekonomi, dan pengetahuan tradisional. Sebagai koleksi antiquariat, buku ini menjadi rekaman berharga mengenai hubungan antara kekayaan tumbuhan Indonesia dan kehidupan masyarakat pada masa lalu. (MZ’2026)
