
Judul : Budidaya Jeruk Teknologi Sitara
Penulis : Farida Nuraini, dkk.
Penerbit : Kementerian Pertanian
Tahun Terbit : 2022
Jumlah halaman : 89 p.
Link Akses : https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/21263
Komoditas jeruk, khususnya jenis siam/keprok, masih menjadi salah satu komoditas buah unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Permintaan pasar yang relatif stabil dan potensi produksi yang besar, menjadikan budidaya jeruk terus dikembangkan. Di sisi lain, keterbatasan lahan dan tuntutan peningkatan produktivitas mendorong perlunya inovasi teknologi budidaya yang lebih tepat guna. Buku bertajuk “Budidaya Jeruk Teknologi Sitara” hadir sebagai panduan praktis yang memperkenalkan teknologi SITARA (Sistem Tanam Rapat) sebagai pendekatan untuk meningkatkan produksi dan efisiensi usaha tani jeruk.
Pada bagian awal pembahasan dijelaskan mengenai pentingnya inovasi dalam budidaya jeruk. Teknologi Sitara diperkenalkan sebagai inovasi teknologi dengan mengatur jarak tanam sekaligus sebagai satu kesatuan sistem yang mencakup berbagai aspek pengelolaan tanaman, beserta kelebihan dan kekurangan teknologi SITARA.
Pembahasan berikutnya disusun secara sistematis mulai dari tahap persiapan benih. Buku ini menekankan pentingnya penggunaan benih jeruk yang bermutu dan bebas penyakit untuk keberhasilan budidaya. Penjelasan mengenai kriteria benih dan prosedur penyediaannya disampaikan secara jelas, sehingga pembaca memperoleh gambaran awal yang memadai sebelum masuk ke tahapan teknis berikutnya.
Selanjutnya, buku ini menguraikan persiapan lahan dan teknik penanaman, termasuk di dalamnya membahas geometri tanaman, pengolahan tanah, dan teknik penanaman yang sesuai dengan prinsip SITARA. Meski disampaikan secara ringkas, bagian ini cukup informatif karena memberi pemahaman dasar mengenai bagaimana sistem tanam rapat diterapkan secara praktis di lapangan.
Bagian paling panjang dalam buku ini terdapat pada pembahasan perawatan tanaman. Bab ini memuat penjelasan mengenai manajemen pohon pendek, pengaturan tajuk, pemangkasan cabang, pemupukan, pengairan, hingga pengendalian gulma dan organisme pengganggu tanaman. Kekuatan utama buku tampak pada penyajian informasi teknis yang rinci, termasuk dosis pupuk dan cara aplikasinya yang disertai tabel. Kehadiran tabel tersebut sangat membantu karena menjadikan buku ini bukan hanya informatif, tetapi juga aplikatif. Penjelasan tentang penjarangan buah sebagai upaya menjaga mutu hasil panen juga memperlihatkan bahwa buku ini tidak semata berorientasi pada kuantitas produksi, tetapi juga kualitas hasil.
Tahap panen dibahas pada bagian berikutnya, dimulai dari penentuan waktu panen hingga penanganan hasil agar kualitas buah tetap terjaga. Prosedur panen buah jeruk juga diuraikan secara singkat melengkapi informasi dalam bab ini.
Pada bagian penutup, buki ini menegaskan kembali pentingnya penerapan teknologi SITARA sebagai strategi meningkatkan produktivitas dan daya saing jeruk, di tengah keterbatasan lahan dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Secara umum, buku ini memiliki keunggulan pada penyajian materi yang praktis, runtut, dan cukup mudah dipahami. Keberadaan tabel dan ilustrasi juga membantu pemahaman serta mempermudah penjelasan teknis yang disampaikan.
Dari sisi penyajian buku ini, masih terdapat hal yang dapat ditingkatkan, antara lain kualitas beberapa gambar yang mendukung keterbacaan informasi. Selain itu, pembedaan antara bab dan subbab belum ditampilkan secara konsisten, sehingga pembaca perlu mencermati isi buku secara teliti untuk memahami keseluruhan struktur pembahasan. Transisi antar bab masih terasa belum sepenuhnya mulus, sehingga diperlukan pengantar untuk menuju topik berikutnya. Namun demikian, buku ini tetap relevan dan bermanfaat sebagai panduan praktis bagi petani, penyuluh, maupun pelaku agribisnis yang ingin menerapkan teknologi budidaya jeruk secara lebih intensif dan efisien. (DA’26)
