
Judul : Biosiklus Terpadu Padi-Sapi di Lahan Irigasi
Penyunting : Agus Hermawan, Afrizal Malik, dan Moh. Ismail Wahab
Penerbit : IAARD Press
Tahun : 2015
Jumlah Halaman : 222 halaman
Link akses : https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/8721
Pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan mendorong penerapan pendekatan integratif antara tanaman dan ternak. Salah satu model yang berkembang adalah Sistem Integrasi Padi–Sapi (SIPT) yang kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi konsep biosiklus terpadu. Pendekatan ini menekankan pemanfaatan sumber daya secara efisien melalui daur ulang biomassa, pengurangan limbah, serta penggunaan input eksternal secara minimal. Dalam sistem tersebut, limbah dari usaha ternak dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik atau sumber energi, sehingga tercipta sinergi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan pertanian.
Buku ini mengulas konsep dan penerapan sistem biosiklus terpadu padi–sapi yang memanfaatkan sumber daya pertanian secara optimal melalui integrasi tanaman, ternak, dan pengolahan limbah. Salah satu topik yang dibahas adalah pemanfaatan limbah jerami padi yang selama ini sering dianggap sebagai sisa hasil panen, padahal memiliki potensi besar sebagai sumber pakan ternak sapi. Selain itu dijelaskan pula daya dukung jerami dari varietas unggul baru (VUB), pemilihan bangsa sapi yang sesuai, serta teknik budidaya dan orientasi usaha ternak dalam sistem integrasi tersebut.
Selain sebagai pakan ternak, buku ini juga menjelaskan potensi limbah pertanian sebagai sumber bioenergi alternatif. Berbagai teknologi yang diperkenalkan antara lain pemanfaatan kotoran ternak untuk menghasilkan biogas, pembuatan briket arang dari limbah pertanian, serta pengolahan biomassa menjadi asap cair. Jerami padi juga dapat diolah menjadi bioetanol sebagai sumber energi terbarukan, sementara limbah dari proses tersebut masih dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk bagi tanaman padi.
Buku ini juga menguraikan pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) rumen sebagai fermentor dan dekomposer dalam pengolahan bahan organik. Teknologi ini dimanfaatkan untuk mempercepat proses pengomposan dan pembuatan pupuk cair, serta meningkatkan kualitas jerami padi melalui proses fermentasi sehingga lebih mudah dicerna dan bernilai nutrisi lebih baik digunakan sebagai pakan ternak sapi.
Selain itu, buku ini memaparkan pengelolaan limbah pertanian untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, seperti pemanfaatan jerami padi sebagai media budidaya jamur serta penggunaan bioslurry dari instalasi biogas untuk budidaya ikan. Buku ini juga menyoroti pengembangan tanaman pangan dan tanaman pakan ternak, termasuk rumput unggul dan leguminosa, guna mendukung ketersediaan pakan serta meningkatkan produktivitas dalam sistem biosiklus terpadu.
Secara keseluruhan, buku ini memberikan gambaran komprehensif mengenai penerapan konsep biosiklus dalam sistem pertanian padi–sapi. Melalui berbagai inovasi teknologi dan pemanfaatan limbah pertanian, sistem ini mampu meningkatkan efisiensi produksi, menambah nilai ekonomi, serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Sebagai kumpulan karya tulis ilmiah, buku ini belum sepenuhnya menunjukkan keterpaduan antar bab, sehingga alur pembahasan terasa masih tersegmentasi. Meski demikian, buku ini tetap menjadi referensi penting bagi peneliti, penyuluh, mahasiswa, maupun praktisi pertanian yang tertarik mengembangkan sistem pertanian terpadu berbasis bioindustri dan ramah lingkungan. (MZ’2026)
