
Judul : 29 Teknik Urban Farming
Penyusun : Eny Pujiastuti
Penerbit : PT. Trubus Swadaya
Tahun terbit : 2017
Jumlah halaman : 138 p.
Link akses : https://kikp-pertanian.id/pustaka/opac/detail-opac?id=65589
Urban farming atau pertanian di perkotaan merupakan kegiatan bercocok tanam maupun beternak di kawasan perkotaan dengan memanfaatkan ruang yang terbatas, seperti pekarangan, atap, hingga wadah pot. Kehadirannya didorong oleh semakin sempitnya lahan pertanian, meningkatnya kebutuhan pangan yang sehat, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Praktik ini tidak hanya menyediakan sayuran segar bagi keluarga, tetapi juga membantu menekan pengeluaran dan menghadirkan ruang hijau yang lebih berkelanjutan di tengah padatnya kota.
Buku “29 Teknik Urban Farming” ini merupakan kumpulan kisah inovatif dalam urban farming serta inovasi teknologi yang dimuat di majalah Trubus sejak Februari 2008 hingga Maret 2017. Buku ini menyajikan 29 teknik urban farming yang saat ini telah banyak digeluti oleh masyarakat di Indonesia. Di dalamnya terdiri dari 4 bagian yang dibedakan berdasarkan teknologi budidayanya yaitu menanam di dalam pot dan polibag, verikultur, hidroponik, dan akuaponik. Keterbatasan lahan tidak kemudian dijadikan sebagai kendala rumit untuk tetap bertani, justru sebaliknya menjadi memotivasi.
Kisah-kisah inovatif yang ada di dalam buku ini tidak terbatas pada pemanfaatan halaman rumah oleh individu, namun juga menampilkan kerja sama sekelompok warga yang berhasil merubah fungsi lahan seluas 2.400 m2 yang sebelumnya adalah tempat pembuangan sampah, hingga menjadi kebun sayuran produktif. Salah satu inovasi yang ditunjukkan dalam bagian ini yaitu keberhasilan menanam padi di dalam pot atau polibag dengan produktivitas mencapai 2 kg gabah basah atau setara 3 ons beras siap tanak. Bagian ke dua membahas vertikultur yang tidak hanya menambah pasokan bahan pangan, tetapi juga mempercantik halaman sempit.
Teknologi budidaya hidroponik dibahas di bagian ke tiga dan terdapat 11 kisah inovatif yang berhasil dilakukan dan memberikan banyak manfaat. Di bagian terakhir terdapat 9 kisah hasil teknologi akuaponik. Teknologi budidaya dengan akuaponik memungkinkan untuk panen sekaligus ikan dan sayuran. Ikan dan sayuran saling berbagi nutrisi dan dalam waktu dua bulan berhasil memanen 56 kg lele dan 6 kg kalian.
Buku ini cocok untuk pemula yang ingin belajar urban farming, sebab dalamnya telah terangkum empat teknologi budidaya, dari yang paling sederhana hingga yang modern. Bagi yang menginginkan penanaman mudah dan murah dapat menerapkan vertikultur atau penanaman di pot (polibag). Bagi yang menyukai tantangan dapat memilih teknik hidroponik atau akuaponik. Menariknya buku ini juga dilengkapi dengan barcode yang terhubung ke video cara semai benih hidroponik, sehingga memudahkan pembaca untuk langsung mempraktikkanya. (ZS'25)
