Telur yang segar dan berkualitas dapat menjadi sumber protein dan nutrisi penting. Namun, kesalahan dalam memilih telur bukan sekadar soal rasa, melainkan dapat berdampak pada asupan gizi dan risiko gangguan kesehatan. Untuk itu, memilih telur yang tepat menjadi langkah penting untuk menjamin kualitas, keamanan, dan nilai nutrisi produk yang dikonsumsi.
Telur merupakan salah satu produk peternakan yang memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi masyarakat karena mengandung vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin D, zat besi, dan fosfor. Selain bernilai gizi tinggi, telur juga mudah diperoleh karena tersedia luas di pedagang keliling, pasar tradisional, hingga pasar swalayan. Oleh karena itu, telur menjadi sumber protein hewani pilihan bagi banyak keluarga.
Untuk menjamin keamanan dan mutu telur konsumsi, pemerintah telah memperkuat perlindungan konsumen melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2024 yang melarang peredaran telur tertunas dan infertil untuk konsumsi. Selain itu, Standar Nasional Indonesia (SNI) 3926:2023 menetapkan persyaratan mutu telur konsumsi yang mencakup kesegaran, kebersihan, ukuran, serta kondisi fisik telur. Regulasi ini tidak hanya bertujuan melindungi konsumen, tetapi juga mendorong pelaku usaha agar lebih disiplin dalam menerapkan praktik produksi dan penanganan pascapanen yang baik.
Meski demikian, telur yang tidak layak konsumsi masih berpotensi beredar dan dapat menimbulkan risiko kesehatan apabila dikonsumsi. Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali ciri-ciri telur yang segar dan aman, serta lebih selektif dalam memilih telur demi menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Mengetahui ciri-ciri telur ayam yang baik penting diketahui untuk memastikan produk pangan hewani yang dikonsumsi aman dan sehat. Ciri-ciri telur ayam yang baik, antara lain warna cangkang sesuai jenis unggas, seragam, bentuk normal, permukaan halus, dan mengkilap.
Jenis-Jenis Telur Konsumsi
Telur konsumsi adalah telur yang berasal dari unggas sehat. Jenis-jenis telur konsumsi, di antaranya
- telur bebek, warna biru, bobot 55--56 g;
- telur ayam lokal/buras, warna putih kecoklatan, bobot 40--50 g;
- telur ayam arab, warna putih, bobot 45--55 g;
- telur ayam ras, warna cokelat, bobot 50--60 g; dan
- telur ayam bibit/telur tetas, warna putih kecoklatan.
Perbedaan Telur Ayam Baru dan Lama
Pada telur ayam baru batas antara putih telur tebal dan tipis terlihat jelas, tidak terdapat bercak darah atau benda asing pada putih telur, bentuk kuning telur bulat, dan posisi di tengah dari putih telur yang tebal. Sedangkan pada telur ayam lama batas antara putih telur tebal dan tipis tidak jelas, terdapat bercak darah atau benda asing pada putih telur, bentuk kuning telur tidak bulat, dan posisi agak ke pinggir.
Kenali Kondisi Telur Ayam Sebelum Membeli
Saat membeli telur ayam, perhatikan kondisi fisiknya. Hindari telur yang kotor karena terdapat kotoran ayam atau bercak darah pada cangkang, retak pada cangkang, serta telur yang mengalami pengapuran yang ditandai dengan permukaan cangkang kasar dan adanya noda putih.
Selain itu, untuk mengetahui kondisi telur yang baik atau tidak dapat dilakukan dengan memasukkan telur dalam larutan garam 10%. Telur yang baik akan tenggelam (kantung udara < 0,5 cm), telur kurang baik melayang (0,5–0,9 cm), dan telur tidak baik mengapung (> 0,9 cm).
Tips Penanganan dan Penyimpanan Telur Konsumsi
- Pisahkan telur yang bersih dan kotor, besar kecil, retak tidak retak, baru dan lama.
- Cuci cangkang telur yang kotor dengan air bersih tanpa disikat, lalu keringkan.
- Simpan di baki/tray telur dan atau lemari pendingin (7–10°C) dengan posisi bagian tumpul berada di atas
- Gunakan telur yang lebih lama disimpan dibandingkan dengan telur yang baru.
- Masa simpan telur di suhu ruang selama 15 hari, di lemari pendingin 30 hari.
Secara keseluruhan, mutu telur dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal ayam, seperti genetik, umur, dan kesehatan, maupun faktor eksternal, seperti pakan, manajemen kandang, distribusi, dan penyimpanan. Seluruh faktor tersebut menentukan kesegaran, kandungan gizi, serta umur simpan telur yang dikonsumsi masyarakat. (QAR, 2026).
Sumber
- Marta, M. M. (2025). Kementan ajak pilah pilih telur bermutu. Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/26836
- Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan. (2022). Cara pintar pilih pangan asal hewan. Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/20740







